Pidato Kenegaraan, SBY Mengaku Bangga dengan Raeni

Jumat, 15 Agustus 2014 | 11:53 WIB


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga dengan Raeni, lulusan Universitas Negeri Semarang (Unnes) penerima bidikmisi yang lulus dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,96.

Pengakuan itu ia sampaikan saat pidato kenegaraan pada sidang istimwea MPR, Jumat (15/8).

SBY menyebut Raeni saat melaporkan program beasiswa bidikmisi yang digulirkan pemerintah bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Hingga tahun ke 5, kata SBY, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 200.000 paket beasiswa.

“Mereka lulus dengan capaian akademik yang sangat membanggakan. Ada Raeni, anak tukang becak yang lulus dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 3,96,” kata SBY sebagaimana dikutip Okezone.com.

Menurut SBY, di republik yang dipimpinnya, banyak anak muda cerdas namun tidak dapat kuliah karena berasal dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, pihaknya merancang beasiswa bidikmisi sejak 2010. Ia opitmis, beasiswa ini dapat memutus mata rantai kemiskinan.

SBY sendiri sebelumnya pernah mengundang Raeni untuk bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma, medio Juni lalu. Pada pertemuan itu, SBY bahkan sempat menawarkan beasiswa presiden (presidential scholarship) bagi Raeni.

Di antara perguruan tinggi lain di Indonesia, Unnes memang menjadi penyalur bidikmisi terbanyak. Setiap tahun, Universitas Konservasi ini menyalurkan 1850 paket bidikmisi lain. Dengan komposisi itu, Unnes memenuhi 26 persen kuotanya untuk mahasiswa miskin.

Dari Jakarta, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, kembali menegaskan bahwa universitas yang dipimpinnya sangat terbuka bagi masyarakat tidak mampu. Ia tak keberatan jika Unnes menjadi universitas kaum dhuafa.

“Justru karena miskin, mereka harus kita fasilitasi dengan fasilitas pendidikan terbaik. Bagi kami, pendidikan adalah lembaga transformasi sosial,” katanya.

 


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 2.648 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

13 komentar pada “Pidato Kenegaraan, SBY Mengaku Bangga dengan Raeni

  1. bersyukur kepada Allah SWT, semoga menjadi penerus bangsa yang membanggakan, untuk berbakti kepada negara dan menjadi tauladan yang diikuti dengan generasi yang cerdas dan berbudi pekerti luhur.

  2. Kami akui, soal pengelolaan Bidikmisi Unnes selengkah lebih maju dari universitas lain. Tak salah kemarin kami berkunjung untuk berguru mengenai hal ini.

  3. Dengan adanya berita dan kekaguman Pak SBY terhadap Raeni, Saya berharap akan muncul sosok dari seluruh penjuru Indonesia yang berprestasi dan berkesempatan untuk mengabdikan diri mereka untuk bangsa dan Negara. Terima kasih UNNES dan selamat kepada masa depan Bangsa Indonesia.
    Indonesia Jaya dan Unnes konservasi

  4. Momentum baik ini, jangan lagi dinodai dengan berita yang tidak baik dari internal sebagaimana yang terjadi diawal pemberitaan Raeni. Hal itu menjadi kontraproduktif di masyarakat. Mari jadikan momentum “Raeni” ini sebagai starting point membangun brand image yang positif untuk meneguhkan positioning Unnes ke depan sebagai Kampus rakyat yang berkualitas. Selamat buat UNNES dan semua yang peduli dengan masa depan pendidikan anak”bangsa yang kurang mampu. Salam MERDEKA.

  5. Sebagai alumnus Unnes angkatan 2005 saya sangat bangga dan bersyukur pernah mengenyam Pendidikan S1 di Unnes. Saat itu memang belum ada beasiswa bidikmisi. Saya memilih Unnes karena biaya hidup yang jauh lebih murah dibanding kampus lain. Dengan orang tua yang buruh pabrik harian dimana ketiga anaknya secara bersamaan kuliah di tempat yang berbeda. Dengan keterbatasan biaya saya nekad kuliah. Alhamdulillah ada rejeki dari ngelesi dan hadiah lomba karya ilmiah. Terima kasih atas motivasi yg dulu selalu diberikan oleh para dosen, kakak senior, dan sahabat semuanya. Saya ingat bagaimana para dosen memberikan tawaran ngelesi dan proyek penelitian pada saya, bagaimana belajar komputer di himatika, bagaimana teman saya meminjami laptop, komputer, printer, camdig, dan motor saat saya butuhkan. Saat itu, di Unnes saya bisa mengirim banyak proposal PKM dan karya tulis lainnya karena ada uang penggantian fotokopi. Hal ini mengantarkan saya di PIMNAS 2007 & 2008 serta kompetisi lainnya. Di Unnes pula saya belajar bersama teman-teman hingga lolos tes CPNS 2009. Terima kasih Unnes tercinta. Saat ini saya mendapat kesempatan S2 P2TK. Ilmu yang saya peroleh selama 4th di Unnes menjadi bekal bernilai untuk berkarya dan berkarir. Terima kasih karena Unnes menjadi kampus kehidupan saya, semoga semakin jaya.

  6. Tahun ini Unnes jadi PTN terfavorit ke-6 se-Indonesia. Produktivitas mahasiswa menghasilkan PKM urutan 3 nasional. Menjadi penyalur bidikmisi terbanyak. Ranking webometric urutan 13. Kalau kita konsisten, Unnes akan segera jadi salah yang terbaik. Semangat!

  7. ALhamdulillah.. Unnes mampu melejut sampai sekarang ini, kebanggaan kita semua semoga tetap kita imbangi dengan ketawadluan dan semangat tuk bejuang lebih baik :)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X