Nana Riskhi “Membaca Tanda” untuk Almamaternya

Selasa, 3 Mei 2011 | 17:39 WIB


Nana Riskhi “Membaca Tanda” untuk Almamaternya
SIHONO/HUMAS

Nana Riskhi Susanti

Ada yang terasa beda pada hari pertama Wisuda Periode I Tahun 2011 Unnes yang berlangsung Selasa (3/5), di auditorium kampus Sekaran. Apa sebab? Tak lain karena Nana Riskhi Susanti menyampaikan pesan estetik-verbal kepada para wisudawan serta almamaternya.

Di hadapan ribuan wisudawan lainnya, peraih predikat penyair panggung terbaik II Asia Tenggara itu membacakan syair karya Taufik Ismail “Membaca Tanda-tanda”.

“Kita saksikan Gunung memompa abu, Abu membawa batu,
Batu membawa lindu,  Lindu membawa longsor,
Longsor membawa air, Air membawa banjir,
Banjir membawa air, Air Mata…”

Nana yang lulus dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu mengaku senang dan bangga karena sudah dapat menyelesaikan S1-nya di Unnes. “Saya senang karena sudah menyelesaikan belajar di Unnes, dan saya bangga karena waktu upacara wisuda tadi diberi kesempatan untuk menampilkan sesuatu untuk Unnes,” katanya.

Untuk adik kelas, pesan Nana, supaya mereka terus mengembangkan prestasi. “Buktikan kalau prestasi non-akademik dan akademik bisa berjalan bersama dan saling mendukung serta tidak menghalangi kita untuk lulus tepat waktu,” kata wisudawan yang mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,60 dan lulus dalam tempo tujuh semester itu.

Wisuda Unnes kali ini juga agak berbeda karena dilaksanakan dalam waktu dua hari. Hari ini yang diwisuda sebanyak 1.280, yaitu dari Pascasarjana 159 wisudawan, Fakultas Ilmu Pendidikan (242), Fakultas Bahasa dan Seni (463),  Fakultas Ilmu Keolahragaan (346) dan dari fakultas hukum 70 wisudawan. Kemudian dilanjutkan besok paginya untuk fakultas yang belum melaksanakan wisuda.

Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, lazimnya Unnes melaksanakan upacara wisuda periode I pada bulan April. Namun kali ini dilaksanakan Mei. “Ini terjadi karena April lalu Unnes bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima mandat untuk melaksanakan Ujian Nasional,” katanya.

Pada periode ini, lanjut Rektor, wisudawan terbaik mencapai IPK sangat baik. “Dari standar maksimal 4,0 wisudawan terbaik dari Program Pascasarjana mencapai IPK 3,91.Tren yang sama juga diikuti Program Sarjana, karena wisudawan terbaik dari program ini meraih IPK 3,78. ini menunjukkan bahwa lulusan Unnes adalah lulusan yang berkualitas.”


DIUNGGAH : Agus Setyo Purnomo Dibaca : 3.653 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

5 komentar pada “Nana Riskhi “Membaca Tanda” untuk Almamaternya

  1. selamat kepada para wisudawan, gunakan ilmu untuk membangun dan memperbaiki negeri ini, jangan melihat apa yg sudah diberikan negara ini pada Anda, tapi orientasikan pada apa yg sudah Anda berikan pada negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *