Pentingnya Jadi Anggota ASKES

Senin, 6 Mei 2013 | 14:42 WIB


Pentingnya Jadi Anggota ASKES
SIHONO/HUMAS

Sampai saat ini jumlah anggota asuransi kesehatan (Askes) yang terdaftar di Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih minim yakni baru 36 persen dari jumlah dosen dan karyawan.

Hal itu disampaikan Direktur Puslakes Unnes dr Mahalul Azam Mkes saat menjadi pembina apel pagi di halaman rektorat kampus Sekaran, Senin (6/5).

dr Azam mengimbau bagi dosen dan karyawan yang belum memindahkan askesnya ke Puslakes Unnes mohon dipindah karena prosesnya sangat mudah hanya mengisi kepindahan dokter keluarga.

Selain melayani askes umum kata dr Azam, Puslakes Unnes juga melayani program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) diantaranya untuk penyakit diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi yang bekerja sama dengan laboratorium Cito dan apotek sana Farma yang difasilitasi oleh PT Askes.

“Sayangnya peserta Askes yang mengidap kedua penyakit tersebut masih ada yang belum tahu, padahal itu semua dilakukan secara cuma-cuma. Itulah pentingnya Askes,” kata dr Azam.

Puslakes melayani lima hari kerja yakni hari Senin sampai Kamis pukul 09.00 sampai dengan 13.00, kecuali hari jumat sampai dengan pukul 12.00.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.570 kali
EDITOR : Sihono

4 komentar pada “Pentingnya Jadi Anggota ASKES

  1. menanggapi hal tersebut, untuk mahasiswa UNNES kelas jauh (Progam Pendidikan PGSD) apakah harus berkunjung ke unnes pusat atau tidak mendapat pelayanan. kiranya ada kebijakan yang lebih baik. Terima kasih.

  2. Lha apa yang jadi peserta askes, namun tidak melalui pusat layanan kesehatan Unnes, seperti dosen atau karyawan Unnes yang terdaftar di askes Kota Semarang, askes Kab. Semarang, dsb, apa tidak dihitung? askes kan tidak harus terdaftar di pusat layanan kesehatan Unnes. Apa semuanya, termasuk yang tempat tinggalnya jauh dari Unnes, harus daftar di pusat layanan kesehatan Unnes? Kalau ada emergency malam-malam, apa ya harus ke pusat layanan Unnes?

  3. Kalau memang demikian problemnya tentu saja ini kewajiban dari instansi terkait guna mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyakit diabetes masih termasuk dalam program ASKES kasian kan kalau yang belum tahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *