Pembangunan Laboratorium Terpadu, Satu Pohon Ditebang Lima Pohon Ditanam

Selasa, 23 Desember 2014 | 16:17 WIB


Sejumlah mahasiswa menyampaikan kekhawatiran dengan dimulainya proyek pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu.

Pasalnya, untuk keperluan konstruksi, kontraktor harus menebang sejumlah pohon mahoni dan yang sebelumnya tumbuh di lokasi pembangunan.

Kekhawatiran tersebut antara lain disampaikan melalui sejumlah tulisan di jalanan sekitar kampus. Adapun beberapa mahasiswa lain telah menyampaikannya melalui layanan pesan pendek dan Facebook kepada Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman MHum.

Menanggapi hal itu Rektor berpendapat, penebangan pohon di lokasi pembangunan tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, penebangan dilakukan untuk keperluan produktif, yaitu pengembangan fasilitas belajar.

“Selain itu, sudah ada kesepakatan, untuk satu pohon yang ditebang kontraktor akan menggantinya dengan lima pohon,” kata Prof Fathur.

Pohon pengganti, kata Prof Fathur, akan ditanam di lokasi kampus atau sekitar kampus yang menurut pertimbangan Badan Konservasi tepat.

Sementara itu, Sekretaris Proyek Islamic Developmen Bank Hendi Pratama MA mengatakan, di lokasi tersebut akan dibangun gedung dengan prinsip green building.

“Justru itu baik, sebab kita akan memiliki gedung dengan prinsip green building. Bangunan itu bisa jadi contoh bagi proyek pengembangan fasilitas lain,” kata Hendi.


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 1.981 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

4 komentar pada “Pembangunan Laboratorium Terpadu, Satu Pohon Ditebang Lima Pohon Ditanam

  1. Pada materplan Unnes, memang di depan pintu gerbang tersebut direncanakan untuk bangunan. Selama belum dibangun pada tahun 2010 lahan tersebut ditanami pohon. Penanaman dilakukan Unnes bersama Rimba Partikel Indonesia (RPI), ada dokumen perjanjiannya. Badan Pengembangan Konservasi (Bangvasi) akan mengawal tentang: janji satu pohon ditebang maka 5 pohon ditanam. Dimana lokasi pohon yang sudah ditanam akan dilacak, sedangkan pohon yang belum ditanam akan diidentifikasi untuk ditanam bersama mahasiswa (UKM) berikut penentuan lokasinya.

  2. Mohon ijin menyampaikan mari kita lihat tetangga tua kita UI yg notabenya tidak mendeklarasikan kampus konservasi dalam rangka membangun gedung yg sama produktifnya menghabiskan biaya 1 m hanya untuk memindahkan pohon… sedangkan unnes??
    Tapi kalau memang sudah ada perjanjian dengan kontraktor sedemikian mohon ada tim khusus pengawasan kesepakatan tersebut mengingat lahan yg akan ditanami juga semakin tidak ada… sangat disayangkan apabila penerapan kesepakatan tersebut tidak diimbagi dengan realitas yg dilaksanakan, supaya tidak semakin mengecewakan warga unnes… terimkasih
    Salam konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X