Mahasiswa Unnes Buat Baterai dari Lumpur Lapindo

Minggu, 5 Agustus 2012 | 12:03 WIB


Mahasiswa Unnes Buat Baterai dari Lumpur Lapindo
SIHONO/HUMAS

Tim Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengembangkan pembuatan baterai sel kering (dry cell battery) dari bahan baku material lumpur Lapindo di Sidoharjo.

“Tragedi meluapnya lumpur panas di Sidoharjo Jawa Timur tahun 2006, yang sampai sekarang masih aktif itu membuat tumpukan material menggunung. Fenomena keluarnya lumpur dari perut bumi yang tak kunjung berhenti itu sekarang dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat wisata,” kata Aji Christian Bani Adam, Jumat (3/8) di ruang Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, kampus Sekaran.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu mengemukakan, selama ini material lumpur Lapindo yang menggunung itu hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai batu, genting, dan lukisan.

“Setelah kami teliti ternyata lumpur lapindo memiliki kadar garam sangat tinggi yakni mencapai 40 persen dan juga mengandung berbagai jenis logam,” kata Aji.

“Saya bersama ketiga teman yakni Umarudin dari FMIPA, Oki Prisnawan Dani dari Fakultas Ekonomi dan Yoga Pratama dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes kemudian serius melakukan penelitian. Kami sudah melakukan penelitian tujuh bulan lalu dan sekarang masih berlangsung untuk mengembangkan pembuatan baterai kering,” katanya.

Aji juga menuturkan, baterai kering ini diberi nama “LUSI CELL”. LUSI kepanjangan dari Lumpur Sidoharjo karena masyarakat sekitar lokasi di sana kebanyakan menyebutnya lumpur Sidoharjo. Hanya sebagian kecil masyarakat yang menyebut lumpur Lapindo.

Proses pembuatannya, Aji memaparkan, masih dengan cara manual yakni dengan memanfaatkan selongsong baterai bekas yang sudah tidak terpakai kemudian isinya diganti dengan lumpur Lapindo.

“Tentu melalui proses terlebih dahulu, yaitu lumpur Lapindo diektrasi, logam yang terkandung meliputi mangaan, merkuri, dan sebagainya kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia terus dijadikan cel kering,” katanya.

Aji mengatakan, walaupun dikerjakan secara manual untuk menyelesaikan satu buah baterai ukuran 1,5 volt hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. “Sampai saat ini kami sudah memproduksi 20 buah baterai,” katanya.

Dia menegaskan, baterai ini dijual seharga Rp3.000 per buah, namun jika membeli satu paket berisi empat baterai hanya menghargai tenaga kami sebesar Rp10.000. Setiap pembelian satu paket kami donasikan 1 kg beras kepada korban lumpur Sidoharjo,” katanya sambil berkata ini untuk pengabdian kepada masyarakat.

Aji menambahkan, penelitian tentang LUSI CELL ini meraih juara II pada kompetisi Technopreneurship 2012 yang diselenggarakan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) di Banten beberapa hari yang lalu. Juara I diraih Universitas Indonesia (UI), dan juara III Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi berharap karya-karya mahasiswa seperti ini bisa mengimbas kepada mahasiswa lain khususnya di Unnes. “Mereka harus berkarya dan ikut berprestasi karena sadar bahwa mereka adalah calon-calon masa depan bangsa,” paparnya.

“Saya rasa kalau penemuan ini nanti bisa di kembangkan lebih jauh oleh investor yang peduli, akan sangat bermakna karena lumpur Lapindo itu sangat murah. Dan yang menarik adalah pola pemasarannya yakni setiap orang membeli 1 pak berisi 4 baterai LUSI berarti juga menyumbangkan 1 kg beras. Bisa dibayangkan jika temuan ini laku keras dipasaran maka masyarakat korban Lapindo akan mendapat suplai beras yang begitu lumayan besarnya,” kata Prof Masrukhi.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 6.070 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

10 komentar pada “Mahasiswa Unnes Buat Baterai dari Lumpur Lapindo

  1. Selamat kepada Tim Technopreneurship Unnes atas prestasinya. Kalo boleh usul, nanti bisa diproduksi massal dan salah satu nama varian batereinya memuat nama konservasi, sbg cirikhas karya mahasiswa dari univ.konservasi Unnes, mungkin dengan nama LUSIKON / LusiCon (Lusi Konservasi), Lusi STera (Lusi Sutera, merujuk pada Unnes Sutera),… dst. dengan varian-varian yang muncul kemudian… Hanya sekedar usul saja ya… Trims ats responsnya.. Salam SUTERA :)

  2. alhamdulilah…., mahasiswa Unnes terus berkarya dan berkarya demi Indonesia…., suatu kebanggak ntersendiri buat almamaterku Unnes tercinta…, mari kita majukan pendidikan Indonesia

  3. Sebuah peluang yang sangat besar untuk unnes, kalo unnes mau biayain lebih dan bisa memproduksi dalam bentuk massal dan di tambah market yang oke insyaaloh bisa lebih buat kemaslahatan orang banyak dan tentunya untuk UNNES sendiri. saya dukung 100% untuk adik-adik yang sudah melkukan penelitian dan cita-cita yang mulia.

    ayo UNNES saya percaya kamu bisa !!!

  4. Salut buat mahasiswa UNNES, yg telah berkarya untuk Negri kita, Saya tertarik dengan hal ini, karena kebetulan Penelitian dari Jepang melalui Litbang Jawa Timur Ir. Priyo Dharmawan . Msi, pernah minta tolong saya untuk melakukan minat investasi atas kandungan lithium. dan mencarikan kerjasama2. Dengan harus membaca kebenaran dari literatur2 yg lewat, akhirnya saya pikir alangkah baiknya saya kreat investasi bersama mahasiswa yg sudah menghasilkan karya, untuk dapat diberdayakan sebagai bagian dari menggalang membangun ekonomi pihak Mahasiswa melalui keilmuannya, Masyarakat Lusi yg kehilangan pekerjaannya dan Investasi finansial yg disatukan dalam sistem penyatuan kerjasama…..tentunya dengan resume2 ajuan dengan batas kemampuan smua pihak…….apabila berkenan saya akan menindak lanjuti pemberdayaan kekaryaan ini…..trimakasih. dan Sukses Untuk Universitas Negri Semarang.

  5. Congratulation nice team…..
    You have shown that SETS (Science. Environment, Technology, and Society) Vision really there and works for the betterment of the society…. Keep moving forward with further and other innovation and invention…
    In terms of ideas…. for your generation and the next and next and next…there would be a wider space to be inventors… sky is the limit..without leaving positive thinking and attitudes…
    look forward to seeing more from your group….
    Good luck

  6. Kamipun sudah pernah membuat listrik dari lumpur. Judul ini” Listrik dari lumpur” mengantarkan sekolah kami ke final LPIR tingkat SMP tahun 2011 di Solo. tapi kami hanya menempatkan lumpur dari kolam sekolah di dalam wadah plastik belum ke dalam wadah baterai. salam dari profesorcilik.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *