Forum Eksekutif Mahasiswa Siap Ambil Alih Pemilihan Rektor

Jumat, 13 Juni 2014 | 6:06 WIB


Forum Eksekutif Mahasiswa (FEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyatakan siap mengambil alih tugas Senat dalam menjalankan pemilihan rektor.

Pernyataan tersebut tertuang dalam “Tiga Tuntutan Mahasiswa” yang dibacakan oleh Presiden Mahasiswa Unnes Prasetyo Listiaji, Kamis (12/6), di kampus Sekaran. Tuntutan ditandatangani oleh para ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dari delapan fakultas. Ketua Senat Prof Dr Samsudi dan Prasetyo juga membubuhkan tanda tangan di bawah kata “mengetahui” pada lembar tuntutan tersebut.

Sikap tersebut diambail menyusul terjadinya kebuntuan dalam proses penetapan bakal calon rektor. Rapat pleno Senat 20 Mei silam yang mengagendakan penetapan bakal calon, gagal menemukan kata sepakat, terutama terhadap frasa “dosen PNS aktif” untuk persyaratan calon. Rapat pleno dengan agenda serupa yang digelar Kamis (12/6) pagi hingga siang juga mengalami kebuntuan sehingga akan berlanjut Jumat (13/6).

Mewakili teman-temannya, Prasetyo mengemukakan, pemilihan rektor merupakan sebuah momentum yang penting bagi perkembangan Unnes ke depan. “Karena itu, kami, Forum Eksekutif Mahasiswa Unnes secara tegas mengambil sikap untuk mengawal pemilihan rektor,” ujar Prasetyo.

Selanjutnya, dia membacakan tiga poin untuk Senat selaku penyelenggara pemilihan. “Pertama, Senat harus bersikap profesional dan menjaga netralitas dalam menyelenggarakan pemilihan rektor. Kedua, Senat harus melaksanakan proses pemilihan rektor sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ketiga, Senat harus mengutamakan kepentingan Unnes di atas kepentingan yang lain dalam memberikan suaranya kepada para calon rektor.”


DIUNGGAH : Sucipto Hadi Purnomo Dibaca : 6.038 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

13 komentar pada “Forum Eksekutif Mahasiswa Siap Ambil Alih Pemilihan Rektor

  1. Senat Universitas tidak hanya bertugas memilih Rektor tetapi juga membangun etika dan budaya yang bermartabat

  2. Kalau mengambil alih, bukan menyelesaikan masalah, tapi membuat masalah baru. Dan itu tidak ada aturannya. Yang sudah jelas pasalnya saja dilanggar. Saya setuju kalau ikut mendorong, memantau, dan memberikan support agar ketua senatnya cakap bekerja memimpin jalannya sidang. Ketua Senat tidak boleh memihak sebelah. Ketua senat harus memposisikan diri sebagai wasit yang netral sehingga pikirannya jernih saat membaca aturan. Ayo, sebagai warga Unnes kita pantau dan kritisi kerja senat agar bisa bekerja dengan hati nurani untuk kebesaran kampus kita tercinta.

  3. Pengambilan Keputusan dalam rapat senat universitas dilakukan dengan musyawarah, mari kita kembali pada budaya luhur bangsa Indonesia dengan musyawarah mufakat, kepala dingin dan saling menghormati, menghargai dan budaya intelektual sebagai bagian dari budaya Perguruan Tinggi yang santun dan bermartabat

  4. Pilrek sudah jadi drama akrobatik dan trending topic. Apakah prestasi unnes lewat cermin Raeni tak cukup membenamkan potret buruk akademisi, yang katanya profesor-profesor itu, untuk kemudian bisa berjuang: melaksanakan kata-kata? rektor, menteri, suara, kebuntuan, keputusan, dan ketakutan-ketakutan akan kalah; semua itu sungguh tidak ksatria

  5. sepertinya rapat senat terbuka tentang pilrek yang bisa disaksikan oleh seluruh warga unnes akan menjadi pilihan terbaik untuk menguji kenetralan suara dari setiap anggota senat universitas kini. mohon jangan dunia pendidikan kita jangan pula dipolitisasi karena itu menggambarkan dunia pendidikan kita semakin buruk. kalau buruk, bisakah kita menjadi bagian internasional 2020?

  6. benar-benar memprihatinkan, apakah Unnes hanya punya 2 Profesor itu saja? kemana para profesor yang lain sehingga tidak ada bakal calon rektor yang lain ? sepertinya Unnes ini sudah menjadi milik perseorangan atau kelompok tertentu, ada kekuatan oknum2 tertentu yang begitu menguasai Unnes yang membuat begitu banyak pakar-pakar yang lain, para senator, para Guru Besar yang mestinya cerdik pandai menjadi tidak berkutik dan hanya selalu bisa sendiko dawuh saja!

  7. sip sip sip. Tegakkan aturan sebagaimana mestinya untuk kepentingan lembaga dan kemajuan serta kabaikan Unnes di masa datang.

  8. betul pak jarnokono dan oknum itu lucunya tidak profesor lho, mari kita dorong profesor baru yang…..dan bukan seperti program ‘bidik misi’

  9. Banyak para senator yang memang susah dipimpin kalee prof,,,,,,,,,,,karena para beliau sdh terlanjur bertaruh dan khawatir kalah, karena ada kompetitor lawan terlalu tangguh…..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *