Film Garapan Mahasiswa Unnes Menjadi Bukti Potret Realitas Sosial Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2015 | 16:22 WIB


Film Garapan Mahasiswa Unnes Menjadi Bukti Potret Realitas Sosial Indonesia
Humas/Lintang Hakim

Sebuah proses sejarah perlu diulas kembali dengan berbagai cara. Salah satunya melalui film dokumeter. Film ini bisa menjadi tonggak baru lahirnya film yang syarat identitas. “Banyak tontonan di Indonesia, yang hanya mengedepankan figure artis, tanpa memberikan pesan yang baik”, kata Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, ketika membuka acara Pemutaran dan diskusi film Eagle Award Documentary Competition (EADC) Metro TV 2015 di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati, Selasa (27/10).

Menurut Prof Fathur, film dokumenter sangat dekat dengan realitas sosial, tanpa ditutup-tutupi. Nilai kedaerahan hadir disetiap film dokumenter. Setiap film dokumenter yang telah ditonton selalu meninggalkan pesan dan menginspirasi.

Film Tinta Perajut Bangsa yang digarap mahasiswa unnes, menjadi sebagian bukti potret realitas sosial Indonesia, “yang terpenting, setiap film memberi inspirasi bagi penontonnya,” ungkap Rektor.

Film garapan mahasiswa jurusan Sosiologi dan Antropologi Unnes, Visian Pramudika dan Diana Noviana ini mampu menyisihkan para peserta dari seluruh Indonesia dan memposisikan diri menjadi 5 besar finalis EADC 2015.

Kegiatan yang dihadiri ratusan komunitas film Semarang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Semarang raya, dan ratusan mahasiswa Unnes ini menghadirkan beberapa pembicara. Diantaranya jurnalis Gunawan Budi Santoso (Kang Putu) dan Dr Soesilo Toer (adik Pramudya Ananta Tour).


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.415 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X