Dramatisasi Sebagai Apresiasi Prosa

Jumat, 26 Juni 2015 | 14:26 WIB


Dramatisasi Sebagai Apresiasi Prosa
HUMAS/DOK

Empat novel berjudul Siti Nurbaya, Gadis Pantai, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan Pengakuan Pariyem didramatisasikan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes) di gedung B1-106 FBS beberapa waktu yang lalu.

Pementasan dramatisasi dengan berdasarkan karya sastra novel bertujuan sebagai sarana mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan wujud apresisasi karya sastra prosa dalam bentuk pertunjukan.

Dra Nas Haryati Setyaningsih MPd selaku dosen pendamping kegiatan berharap pementasan seperti ini dapat menjadi sarana mahasiswa untuk mengekspresikan diri dalam mengapresiasi karya sastra.

Taufik selaku ketua pementasan dramatisasi novel mengatakan, ada empat penampil, penampil pertama mendramatisasikan novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang berkisah tentang kasih yang tak sampai antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Penampil kedua menggarap novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer yang mengisahkan tentang adanya feodalisme budaya Jawa yang menggambarkan kekuasaan ningrat terhadap rakyat jelata. Kemudian, pementasan ketiga mendramatisasikan novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang mengisahkan tentang kisah cinta yang dibalut dengan agama. Penampilan terakhir ditutup oleh dramatisasi novel Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi yang mengisahkan tentang kebudayaan Jawa di sebuah keraton yang dipentaskan dengan konsep homor.


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 643 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

satu komentar pada “Dramatisasi Sebagai Apresiasi Prosa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *