Diskusi Kelompok Terfokus, Penguat Kerja Sama UNNES-Bekraf RI

Jumat, 4 November 2016 | 11:00 WIB


Diskusi Kelompok Terfokus, Penguat Kerja Sama UNNES-Bekraf RI

Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus dengan tema ”Keterterimaan dan Keterbacaan Darf Kebijakan dan Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Profesi (SKP) untuk delapan sektor ekonomi kreatif. Delapan sektor tersebut yakni sektor fashion, kriya, kuliner, desain komunikasi visual, seni rupa, penerbitan, pertunjukan, dan televisi serta radio.

Rektor UNNES, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof YL Sukestiyarno mengatakan, melalui kerja sama ini UNNES dipercaya bekraf untuk merumuskan draf naskah akademik dan pedoman penyusunan SKP serta sistem informasi ekonomi kreatif untuk delapan sektor. Menurutnya diskusi ini harus mampu merumuskan dan menentukan hasil yang kreatif sesuai output yang dikerjasamakan.

Prof Sukestiyarno juga mengemukakan, ada empat output yang harus dihasilkan oleh tim, yakni pemetaan standar kompetensi profesi yang sudah ada, data kebutuhan SKP dalam setiap subsektor, mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan sertifikasi profesi dan mengembangkan sistem informasi sertifikasi profesi.  Ia menambahkan untuk merumuskan output itu perlu pemikiran dan kerja keras serta masukan-masukan dari pelaku ekonomi kreatif yang sudah kita hadirkan dalam acara ini, tetap semangat dan sukses untuk kita semua.

Acara yang diselenggarakan di Grand Hotel Semarang (2-3/11) menghadirkan nara sumber Ari Juliano Gema (deputi HAKI Regulasi Bekraf RI) dengan materi Kebijakan HAKI, Sabartua Tampubolon (Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf RI) menyampaikan materi Penyusunan Standardisasi Ekonomi Kreatif dan Bapak Ir Surono (BNSP).

Dr Rodia Syamwil selaku leader dalam program ini, menyampaikan progres yang telah dilakukan oleh sampai final laporan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Bekraf RI. Kita diberi waktu enam bulan oleh Bekraf, saat ini sudah berjalan empat bulan, pekerjaan hampir 80% terselesaikan. sudah barang tentu tetap membutuhkan kesungguhan dan kreativitas tim dalam melakukan finalisasi tugas tersebut.


DIUNGGAH : Rohmawati Dibaca : 222 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *