Guru Khawatir “Ganti Menteri Ganti Kurikulum”, Prof Jokowi: Jangan Takut Perubahan

Rabu, 11 Desember 2013 | 16:52 WIB


Guru Khawatir “Ganti Menteri Ganti Kurikulum”, Prof Jokowi: Jangan Takut Perubahan
HUMAS/LINTANG HAKIM

Sejumlah guru masih sangsi dengan pelaksanaan Kurikulum 2013. Tidak terkecuali guru di SMP Islam Terpadu Harapan Bunda, Penggaron, Semarang. Mereka bahkan khawatir perubahan Kurikulum 2013 membenarkan pameo “ganti menteri, ganti kurikulum” yang beredar di masyarakat.

“Saya khawatir bagaimana kelanjutan Kurikulum 2013. Apakah akan berjalan cukup lama. Jangan-jangan sebentar karena ‘ganti menteri ganti kurikulum’,” kata salah satu guru.

Menjawab itu, Profesor Pendidikan Vokasi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes Prof Dr Joko Widodo MPd berusaha meyakinkan guru. Menurutnya, guru tak perlu khawatir perubahan karena itu dilakukan demi perbaikan.

“Yakinlah, Bapak dan Ibu sekalian. Kurikulum 2013 dibuat untuk menjawab perubahan, supaya pendidikan kita bisa lebih baik. Yang perlu kita lakukan adalah merespon perubahan kurikulum itu dengan manajemen sekolah dan manajemen kelas yang lebih prima,” katanya.

Selain kekhawatiran itu, guru mengaku masih kesulitan menggunakan format penilaian. Pasalnya, format penilaian Kurikulum 2013 berbeda jauh dengan format penilaian sebelumnya. Jika sebelumnya guru membuat laporan akademik dengan skala dalam bentuk angka, pada Kurikulum 2013 guru diharuskan membuat laporan deskriptif.

“Sistem evaluasi, alokasi waktu, dan distribusi mata pelajaran untuk muatan lokal, juga kami anggap memberatkan,” kata Ahmad Rifai.

Pantas berbagai pertanyaan itu mengemuka. Pasalnya, Prof Joko Widodo ke sekolah tersebut memang untuk menyerap aspirasi serta memberikan pendampingan. Melalui Program Professor Go to School, Prof Joko diharapkan menjadi “partner” guru menyelesaikan persoalan yang muncul dalam implementasi Kurikulum 2013.

 


DIUNGGAH : Nana Riskhi Dibaca : 3.915 kali
EDITOR : Lintang Hakim

6 komentar pada “Guru Khawatir “Ganti Menteri Ganti Kurikulum”, Prof Jokowi: Jangan Takut Perubahan

  1. KK 2013 KITA OPTIMALKAN PELAKSANAANNYA, DEMI TERWUJUDNYA SATU GENERASI YG BERKUALITAS WALAUPUN SAMPAI SAAT INI MASIH KACAU

  2. kami bersama teman sepropesi berharap agar kurtilas di batalkan,karena penilaiannya sangat menyulitkan guru,terutama bagi guru yang belum memahami computer

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X