Empat Profesor Unnes Usung Konservasi Budaya ke Thailand

Jumat, 1 Maret 2013 | 10:25 WIB


Empat Profesor Unnes Usung Konservasi Budaya ke Thailand
DHONI ZUSTIYANTORO

Empat profesor dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS Unnes), akan melakukan presentasi tentang isu-isu budaya Indonesia, 4-7 Maret 2013 di King Mongkut’s University of Technology Thornbury dan Naresuan University Thailand.

Mereka adalah Prof Dr Tri Marhaeni Puji Astuti MHum, Prof Dr Wasino MHum, Prof Dr Suyahmo MSi, dan Prof Dr Dewi Liesnoor Setyowati MSi. Keempat profesor dilepas Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama (PR IV) Unnes Prof Dr Fathur Rokhman, Jumat (1/3) di rektorat kampus Sekaran.

Dekan FIS Unnes Subagyo MPd menyatakan, selain mengetengahkan isu kebudayaan lokal, empat profesor juga akan membawa misi kerja sama. “Akan diteken Memorandum of Understanding (MoA) antara Unnes dan kedua perguruan tinggi di Thailand itu,” ujarnya. Sosialisasi gender melalui komik juga akan dipaparkan dalam kesempatan itu oleh Prof Tri Marhaeni yang memang kerap mengusung kesetaraan gender.

Konservasi budaya, kata Subagyo, akan ditekankan untuk kunjungan ini. Hal itu karena Unnes konsisten melakukan hal itu setelah mendeklarasikan diri sebagai Universitas Konservasi. “Seperti  Prof Suyahmo yang akan memaparkan nilai-nilai kearifan lokal budaya Jawa dan mengenalkan aksara Jawa,” katanya. “Semoga memberi manfaat bagi mereka dan Unnes pada khususnya.”

Prof Fathur Rokhman mengatakan, kunjungan ini dipahami sebagai implementasi kerja sama oleh Unnes kepada perguruan tinggi luar negeri. “Unnes secara rutin melakukan lawatan kerja sama ke berbagai lembaga pendidikan, seperti pertukaran pelajar dan fasilitas kursus singkat,” katanya.

“Semakin meluasnya jejaring kerja sama menunjukkan Unnes semakin diperhitungkan di kancah internasional,” katanya.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.381 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

2 komentar pada “Empat Profesor Unnes Usung Konservasi Budaya ke Thailand

  1. Selamat bertugas! Tampaknya, misi para profesor tidak sekedar konservasi budaya namun pengembangan budaya. Saya berharap budaya lokal yang positif akan makin berkembang.

  2. Apakah unnes sudah benar-benar melakukan konservasi budaya??? kalau iya harusnya mahasiswanya juga menghargai budaya lokal yang ada di Sekaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X