Kinerja guru dalam melaksanakan PTK dalam kenyataannya belum memadai atau masih rendah. Secara teoritis , dalam organisasi sekolah tinggi rendahnya kinerja guru tidak bisa dilepas dari berbagai variabel yang mempengaruhi dan memberikan sumbangan nyata. Demikian yang diungkapkan Eko Supraptono didepan tim penguji dalam ujian terbuka program doctor di Universitas Negeri Semarang.
Didepan tim penguji yang terdiri atas Promotor: Prof. Mursid Saleh, Ph.D, Kopromotor I: Prof.Dr. Tri Joko Raharjo M.Pd, Kopromotor II: Prof. Sukestiyarno, M.Si,Ph.D, Prof. Dr. Madyo Ekosusilo, M.Pd sabagai tim penguji eksternal dan Prof. Dr. Samsudi, M.Pd sebagai tim penguji internal, Eko Supraptono mengungkapkan penelitian yang dilakukan terhadap 236 guru pelaku PTK diperoleh temuan 1) kinerja guru dalam melaksanakan PTK secara nyata dipengaruhi oleh motivasi guru melaksanakan penelitian, kompetensi guru dan budaya organisasi sekolah berpengaruh secara signifikan, 2) kepemimpinan transformatip berpengaruh terhadap motivasi guru meneliti,budaya organisasi sekolah, serta berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja guru dalam melaksanakan PTK, 3) diklat professional berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi guru dan motivasi guru meneliti, serta berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru dealam melaksanakan PTK, 4) model konsep peningkatan kinerja yang fit dapat dikontruksi berdasarkan konfigurasi variable gaya kepemimpinan transformative kepala sekolah, budaya organisasi sekolah, pendidikan dan pelatihan profesional, kompetensi guru, serta motivasi meneliti.
Disertasi berjudul Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru dalam Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas , berhasil menghantarkan anak dari Hj. Suniyah Soeyatno menjadi Doktor ke 95 lulusan Unnes dan Doktor ke 68 lulusan prodi Manajemen Kependidikan Unnes.



