Related to SDGs



Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Subdirektorat Konservasi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang sukses menyelenggarakan Kampanye Lingkungan dalam rangka peringatan Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap 22 April. Kegiatan kampanye ini dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026, bertempat di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang, dan berlangsung sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kampanye lingkungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga bumi. Antusiasme masyarakat yang hadir di CFD Simpang Lima Semarang terlihat sangat positif, ditandai dengan tingginya partisipasi warga yang menyimak pesan kampanye serta berinteraksi langsung dengan para relawan.
Orasi kampanye lingkungan disampaikan oleh Dr. Ir. Ananto Aji, M.S., selaku Kepala Seksi Nilai Karakter, Seni, dan Budaya Subdirektorat Konservasi UNNES. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi harus menjadi momentum refleksi bersama untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui aksi nyata, seperti penghematan energi, pengurangan sampah, dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., selaku Kepala Subdirektorat Konservasi UNNES, memberikan pengingat bahwa tantangan krisis lingkungan tidak dapat dihadapi secara individual. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan konsistensi perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kontribusi nyata menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.
Kegiatan kampanye ini dihadiri dan didukung oleh sejumlah pihak, di antaranya Yayasan Akar Banir, Green Community Biologi UNNES, UKM Konservasi, SDGs Center UNNES, serta Tim Konservasi UNNES. Sejalan dengan tema Hari Bumi Sedunia 2026, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui edukasi dan kampanye lingkungan kepada masyarakat luas.




