Related to SDGs



Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) bekerja sama dengan Universiti Malaya dalam mendorong kesetaraan sosial bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan internasional yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Simposium Kelestarian Pendidikan Inklusif Antarbangsa yang diselenggarakan di Fakulti Pendidikan Universiti Malaya.
Kegiatan ini menjadi forum akademik lintas negara yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi untuk membahas tantangan serta peluang dalam meningkatkan akses dan partisipasi sosial bagi kelompok disabilitas. Diskusi yang berlangsung menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Dalam forum tersebut, tim FISIP UNNES mempresentasikan penelitian mengenai implementasi pendidikan inklusif dan pengaruhnya terhadap pembentukan kecerdasan kewargaan mahasiswa. “Pendidikan inklusif tidak hanya memberikan akses, tetapi juga membentuk sikap empati, solidaritas, serta penghargaan terhadap keberagaman,” menjadi salah satu poin penting dalam presentasi tersebut.
Diskusi juga menyoroti bahwa kesetaraan sosial bagi penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan akses layanan, tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat terhadap kelompok rentan. “Diperlukan ruang sosial yang memberikan kesempatan setara agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat,” menjadi penekanan dalam forum tersebut.
Kolaborasi ini memperkuat jejaring akademik internasional antara UNNES dan Universiti Malaya serta membuka peluang riset bersama dalam isu sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga memperluas wawasan global terkait pentingnya inklusivitas dan keadilan sosial.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 10 tentang pengurangan ketimpangan, serta SDG 17 tentang kemitraan global dalam pembangunan berkelanjutan.




