Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya sebagai universitas yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan berbagai kebijakan transportasi berkelanjutan di dalam kampus. Melalui Surat Edaran Nomor: B/28523/UN37/RT.02/2024 tentang Pengoperasian Layanan Transportasi di Universitas Negeri Semarang, UNNES menekankan langkah konkretnya dalam mengatur dan mengoptimalkan sistem transportasi yang ramah lingkungan.
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNNES menyatakan bahwa universitas tersebut menargetkan peningkatan penggunaan transportasi berkelanjutan sebesar 30 persen pada tahun 2025. Target ini mencerminkan komitmen kuat UNNES untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mempromosikan kebiasaan mobilitas hijau di kalangan akademisi.
Sebagai bagian dari upaya ini, UNNES mengoperasikan 20 unit bus antar-jemput kampus yang beroperasi secara bergantian setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00. Bus antar-jemput ini dapat dilacak melalui aplikasi digital, memberikan akses yang nyaman bagi dosen, staf, dan mahasiswa sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Selain itu, jalur transportasi umum Kota Semarang melewati dan melayani area kampus UNNES, memperluas pilihan transportasi umum bagi komunitas akademik. Fasilitas pendukung seperti jalur pejalan kaki dan area parkir sepeda juga disediakan di seluruh kampus untuk mendorong mobilitas non-bermotor.
Lebih lanjut, UNNES telah mulai secara bertahap menerapkan kendaraan listrik untuk operasional kampus sebagai langkah konkret menuju sistem transportasi rendah emisi. Inisiatif ini sejalan dengan visi universitas untuk menciptakan lingkungan akademik yang berkelanjutan, sehat, dan berorientasi pada konservasi.
“Transportasi ramah lingkungan merupakan bagian penting dari strategi UNNES untuk mencapai kampus hijau yang hemat energi dan rendah emisi. Kami terus berupaya untuk membuat perjalanan di kampus lebih berkelanjutan dan selaras dengan tujuan konservasi universitas,” kata salah satu pejabat UNNES.
Dengan komitmen ini, UNNES diharapkan dapat menjadi contoh bagi universitas lain di Indonesia dalam mengembangkan sistem transportasi kampus yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.




