Parivastra, startup fesyen berkelanjutan yang berfokus pada pengolahan limbah tekstil menjadi produk fungsional dan stylish, berhasil meraih gelar Second Runner-Up dalam ajang MAJU:ON Hackathon 2025 yang diselenggarakan di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta pada 7-8 November 2025.
Kompetisi ini mempertemukan berbagai startup inovatif dari seluruh Indonesia untuk menghadirkan solusi nyata terhadap isu lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan. Parivastra tampil menonjol dengan produk 2-in 1 Vest Totebag, inovasi busana multifungsi yang dapat digunakan sebagai vest dan juga tas belanja, terbuat dari limbah tekstil yang direpurpos dengan teknik patchwork modern.
Anggota Tim antara lain:
1. Anggita Prameswari –> pendidikan tata busana
2. Wahyu Fitriani –> pendidikan tata busana
3. Istifarini Dzikri Nurfika Aguslia –> pendidikan tata busana
4. Eka Susanti –> pendidikan ekonomi
“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa pulang predikat Second Runner-Up. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi fesyen yang tidak hanya estetik, tapi juga berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan,” ujar Anggita Prameswari, Leader Parivastra.
Melalui pendekatan conscious fashion, Parivastra berkomitmen untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah tekstil, dengan menghadirkan desain yang adaptif, fungsional, dan memiliki nilai cerita di setiap potong kainnya. “Kami percaya bahwa setiap kain memiliki kehidupan kedua. Dengan Parivastra, kami ingin membuktikan bahwa keberlanjutan dan gaya bisa berjalan beriringan,” tambah Anggita Prameswari.
Kemenangan ini juga menjadi tonggak penting bagi Parivastra untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan produk serta memperluas dampak sosial dan lingkungan. Kedepan, Parivastra berencana untuk berkolaborasi dengan lebih banyak penjahit lokal dan komunitas peduli lingkungan untuk memperkuat rantai produksi yang ramah lingkungan dan inklusif.
Tentang Parivastra, Parivastra adalah brand fesyen berkelanjutan asal Indonesia yang mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen multifungsi dan estetik. Nama “Parivastra” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “transformasi kain”, mencerminkan filosofi perubahan dari sesuatu yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak positif.




