BATANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penerapan teknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) dengan dukungan energi surya di Kebun Hidroponik Atish Hidrofarm, Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (8/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan tanaman hidroponik melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan.
Kegiatan pengabdian yang diketuai oleh Prof. Dr. Subiyanto, S.T., M.T., dosen Universitas Negeri Semarang, ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan yang dihadapi kelompok tani milenial, khususnya dalam pemantauan kondisi tanaman, pengaturan nutrisi, serta ketergantungan terhadap pasokan listrik konvensional.
Melalui kegiatan tersebut, tim UNNES mengembangkan sistem monitoring dan kontrol hidroponik berbasis web yang memungkinkan petani memantau konsentrasi nutrisi, suhu, dan kelembapan secara real-time. Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor, serta pompa pengatur nutrisi otomatis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.
Teknologi tersebut juga diintegrasikan dengan panel surya berkapasitas total 80 watt-peak (Wp) sebagai sumber energi pendukung. Pemanfaatan energi surya ditujukan untuk menjaga keberlangsungan operasional sistem monitoring dan kontrol ketika terjadi gangguan pasokan listrik, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan energi dalam kegiatan pertanian.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan sosialisasi mengenai konsep dasar IoT, demonstrasi penggunaan aplikasi monitoring berbasis web, serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan perangkat. Peserta juga diperkenalkan dengan fitur pengaturan nutrisi otomatis maupun manual untuk memudahkan pengelolaan kebun hidroponik.
Sebagai bagian dari implementasi program, tim melakukan penyerahan perangkat teknologi smart hydroponic kepada mitra serta penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. Hasil pengujian sistem menunjukkan kemampuan perangkat dalam mengatur konsentrasi nutrisi agar mendekati nilai yang ditetapkan, sehingga dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada pemantauan dan pengaturan secara manual.
Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi UNNES dalam penerapan hasil pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan digital kelompok tani, program ini diharapkan mampu mendorong pengembangan pertanian hidroponik yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi terbarukan untuk mendukung operasional sistem hidroponik, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan dan penerapan teknologi IoT sebagai inovasi digital dalam pengelolaan pertanian modern.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani milenial, inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan pada usaha pertanian hidroponik lainnya. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dalam mendukung transformasi digital, pengembangan inovasi teknologi, dan pemanfaatan energi bersih bagi masyarakat.




