Bangkok, Thailand – Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Konselor (PPK) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kusnarto Kurniawan, M.Pd., Kons. bersama tim pengabdian melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partners” ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah melalui penguatan kompetensi kolaboratif dan komunikasi yang efektif.
Dalam pemaparannya, Kusnarto Kurniawan menegaskan bahwa tantangan pendidikan pada era Society 5.0 menuntut seluruh elemen sekolah untuk membangun sistem dukungan yang komprehensif bagi perkembangan peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi mitra strategis konselor sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan, mendampingi perkembangan, serta mendukung kesehatan psikososial siswa.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pentingnya kompetensi komunikasi melalui pendekatan 3M, yaitu:
- Mendengar dengan aktif, yakni memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi sehingga mampu memahami sudut pandang dan kebutuhan orang lain.
- Memahami yang tersirat dan tersurat, yaitu tidak hanya menangkap pesan yang disampaikan secara langsung, tetapi juga memahami makna, emosi, dan konteks yang melatarbelakanginya.
- Merespon dengan tepat dan positif, melalui tanggapan yang membangun, solutif, dan penuh empati guna memperkuat hubungan kerja sama.
Menurut Kusnarto, penguatan kompetensi 3M menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi yang sehat antara guru, konselor sekolah, peserta didik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Kolaborasi yang baik dimulai dari komunikasi yang berkualitas. Ketika guru mampu mendengar secara aktif, memahami secara utuh, dan merespon secara positif, maka berbagai permasalahan peserta didik dapat ditangani secara lebih efektif dan preventif,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai pihak yang paling dekat dengan peserta didik dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai permasalahan akademik, sosial, maupun emosional. Melalui kemitraan yang kuat antara guru dan konselor sekolah, diharapkan tercipta sistem pendampingan yang lebih optimal untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini menjadi salah satu wujud komitmen FIPP UNNES dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di luar negeri. Melalui program ini, FIPP UNNES terus mendorong penguatan kompetensi pendidik agar mampu menghadapi tantangan pendidikan global dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan kesejahteraan peserta didik.
Dengan menguatkan kompetensi komunikasi dan kolaborasi, diharapkan guru dapat menjadi mitra konselor yang efektif dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.





