SEMARANG – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) membawa perayaan Dies Natalis ke-61 UNNES keluar dari batas tembok kampus.
Pada Selasa, 10 Maret 2026, jajaran pimpinan fakultas bersama puluhan mahasiswa mendatangi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah (PPTQM) Luqman Al-Hakim, Patemon, untuk menggelar prosesi Khotmil Qur’an bersama para santri.

Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., menyatakan bahwa perhelatan tahun ini sengaja dirancang berbeda dengan melibatkan pihak luar kampus.
Menurutnya, memilih pesantren sebagai lokasi kegiatan merupakan langkah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di luar tembok akademik.
“Dengan memuliakan Al-Qur’an, kita akan dibentuk menjadi insan yang lebih baik,” ujar Prof. Edy dalam sambutannya.
Prof Edy menyebut, kegiatan tersebut adalah agenda rutin tahunan. Namun kali ini FIPP UNNES ingin keberkahan Dies Natalis UNNES juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan para santri.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta disambut langsung oleh pengasuh PPTQM Luqman Al-Hakim, Dr. Anwar Sutoyo, M.Pd.
Keajaiban Bahasa Al-Qur’an
Sebelum prosesi khataman dimulai, Drs. Ilyas, M.Ag., dosen Pendidikan Nonformal (PNF) UNNES, memberikan tausiah mendalam mengenai estetika Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, melainkan mukjizat bahasa yang tidak tertandingi oleh sastrawan mana pun di dunia.

“Al-Qur’an adalah bahasa terindah. Ia memiliki fleksibilitas luar biasa; tetap menyentuh dan pas saat dilantunkan dalam suasana suka maupun duka,” tutur Ilyas di hadapan para dosen, mahasiswa, dan santri yang hadir.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan UNNES yang kini memasuki usia ke-61, dengan harapan kampus konservasi tersebut terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.



