Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menunjukkan taji dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026. Hingga 10 Februari 2026, tercatat sebanyak 106 proposal mahasiswa telah masuk ke meja panitia fakultas, sebuah angka yang melonjak drastis dibandingkan pencapaian tahun lalu yang berjumlah 73 proposal.
Lonjakan ini melampaui prediksi dan target yang ditetapkan universitas, yakni minimal 30 proposal per fakultas. Tren positif ini menandakan pergeseran minat mahasiswa yang kini lebih fokus pada prestasi akademik dan riset.
Koordinator PKM FIPP UNNES, Chamilul Hikam Al Karim, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa skema PKM Riset Sosial Humaniora (RSH) menjadi primadona dengan persentase 49%, disusul oleh Pengabdian Masyarakat (PM) sebesar 37%, dan Kewirausahaan 11%.
Hikam menyebut, sebaran proposal berdasarkan program studi mencakup PGSD (31 proposal), PGPAUD (28 proposal), Bimbingan Konseling (15 proposal), Psikologi (14 proposal), Teknologi Pendidikan (13 proposal) dan Pendidikan Non Formal (5 proposal).

Strategi Pematangan: Substansi dan PKM Center
Dalam tahap awal ini, tim fakultas berfokus pada penguatan substansi proposal sesuai buku panduan terbaru, khususnya pada poin-poin penilaian besar. Namun, Hikam mengingatkan bahwa kendala administratif seringkali menjadi “batu sandungan” bagi proposal yang secara ide sudah brilian.
“Kesalahan umum sering terjadi pada hal administrasi seperti salah format, margin, hingga lampiran yang belum ditandatangani atau tanggal yang tidak logis. Untuk meminimalisir hal ini, kami telah membentuk PKM Center di lantai 3 Gedung Dekanat yang digerakkan oleh mahasiswa dari setiap prodi untuk mendampingi tertib administrasi,” ujarnya.
Dukungan Penuh dan Rekognisi Tugas Akhir
Fakultas memberikan dukungan konkret bagi mahasiswa yang berjuang di jalur PKM. Selain pendampingan intensif sejak Desember 2025 lalu, mahasiswa diberikan dispensasi berkegiatan. Bahkan, bagi tim yang berhasil meraih juara di ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), universitas memberikan apresiasi tinggi berupa:
Rekognisi Tugas Akhir: Konversi prestasi menjadi pengganti skripsi/tugas akhir.
Rekognisi GIAT: Penyetaraan dengan program GIAT sesuai skema.
Insentif Finansial: Pemberian insentif bagi tim yang berhasil lolos hingga ke tahap PIMNAS.
Wakil Dekan 1 FIPP UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan optimisme tinggi untuk tahun ini. Mengacu pada prestasi tahun lalu di mana FIPP berhasil membawa pulang dua medali perak, target tahun ini adalah kembali masuk ke PIMNAS dan meraih medali.
“Semangat mahasiswa dalam PKM tahun ini sangat luar biasa. Meskipun minat berorganisasi secara umum menurun, mahasiswa kini lebih konsentrasi pada prestasi akademik,” tutur Farid Ahmadi.
Hasil review internal fakultas rencananya akan diumumkan dalam pekan ini. Pihak fakultas berpesan agar mahasiswa terus menyempurnakan ide melalui diskusi dengan dosen pendamping yang kompeten di bidangnya.




