Kamis, 17 September 2026 — Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Kuliah Umum bagi mahasiswa PJKR semester 1 dengan mengangkat tema “Membangun Leadership Mindset Calon Pendidik: Dari Prinsip Olahraga Menuju Kepemimpinan Sekolah Masa Depan.” Kegiatan ini menghadirkan Lego Arif Kurniawan, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an Pati, sebagai narasumber.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa sejak awal perkuliahan agar tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang keolahragaan, tetapi juga mampu membangun karakter dan jiwa kepemimpinan sebagai calon pendidik. Pengalaman narasumber dalam memimpin satuan pendidikan memberikan gambaran praktis mengenai pentingnya kepemimpinan bagi seorang pendidik dalam mengelola lingkungan sekolah dan membangun budaya pendidikan yang positif. Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa PJKR perlu memahami bahwa profesi guru pendidikan jasmani memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar mengajarkan aktivitas fisik di lapangan. Guru PJKR merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus memiliki peluang untuk mengambil peran sebagai pemimpin di lingkungan sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, leadership mindset perlu mulai dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.
Dalam pemaparannya, Bapak Lego Arif Kurniawan mengajak mahasiswa melihat olahraga sebagai salah satu laboratorium kepemimpinan yang dapat membentuk berbagai karakter penting. Disiplin, kerja sama tim, sportivitas, kemampuan mengambil keputusan, strategi, pengelolaan emosi, serta resiliensi menjadi nilai-nilai olahraga yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik maupun kepemimpinan pendidikan. Mahasiswa diajak memahami bagaimana nilai sportivitas dan fair play dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berintegritas, adil, dan transparan. Sementara itu, nilai kerja sama tim menjadi bekal untuk membangun kolaborasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik. Kemampuan melakukan evaluasi dalam pertandingan juga dianalogikan sebagai kemampuan seorang pemimpin untuk melakukan refleksi, menganalisis persoalan, dan mengubah strategi ketika menghadapi berbagai tantangan.
Selain itu, nilai resiliensi dalam menghadapi kekalahan menjadi pembelajaran penting bagi calon guru dalam menghadapi dinamika pendidikan. Mahasiswa juga didorong untuk memahami pentingnya disiplin dan latihan secara konsisten sebagai fondasi dalam merencanakan serta menjalankan program pendidikan secara terstruktur.
Sebagai mahasiswa semester 1, peserta juga mendapatkan dorongan untuk mulai membangun self-leadership, antara lain melalui kebiasaan tepat waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, mampu mengelola waktu antara belajar dan aktivitas fisik, serta menjaga komitmen terhadap proses perkuliahan. Mahasiswa juga diarahkan untuk aktif berorganisasi dan berkomunitas sebagai ruang belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menyelesaikan konflik.
Tidak kalah penting, mahasiswa didorong mengubah pola pikir dari sekadar “player” menjadi “coach” atau “captain”. Dalam kerja kelompok maupun kegiatan organisasi, mahasiswa dapat mulai melatih kemampuan mengambil inisiatif, membagi peran secara adil, mengoordinasikan anggota tim, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kendala. Penguatan leadership mindset juga perlu diimbangi dengan literasi dan wawasan pendidikan, termasuk perkembangan pendidikan abad ke-21, teknologi pembelajaran, serta pendekatan pembelajaran yang inklusif.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi, karakter, dan kapasitas mahasiswa sebagai calon pendidik; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan nilai dan budaya hidup aktif serta pentingnya pendidikan jasmani; SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pengembangan kepemimpinan yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi dan budaya kerja sama dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan.

✍️ Ditulis oleh: Kiky_FIK UNNES




