Kabupaten Semarang – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 resmi meluncurkan Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area di kawasan Embung Balong, Sabtu (2/8/2026). Peluncuran tersebut menjadi puncak rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Sepakung, pengelola wisata, pemuda desa, dan masyarakat setempat.
Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Agung Galih Hardiyanto, S.T., Camat Banyubiru Zakky Kurniawan, S.E., M.T., Sekretaris Desa Sepakung, Dr. Musatamil Khoiron, S.Pd., M.Pd. selaku PIC PPK Ormawa UNNES 2026, Dr. Ipang Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, serta Teguh Hardi Raharjo, M.Pd. sebagai perwakilan akademisi UNNES. Kegiatan tersebut juga diikuti lebih dari 260 warga Desa Sepakung yang terdiri atas pengelola wisata, pemuda desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.
Peluncuran Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area menjadi momentum pengenalan konsep pengembangan wisata berbasis olahraga petualangan yang memanfaatkan potensi alam desa. Konsep ini dikembangkan dengan mengoptimalkan kekayaan bentang alam Desa Sepakung untuk mendukung aktivitas seperti trekking dan camping, sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aktif, aman, edukatif, dan berkelanjutan. Melalui konsep tersebut, Desa Sepakung diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Agung Galih Hardiyanto, S.T., menyampaikan apresiasi atas kinerja Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang dinilai berhasil membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda desa dalam mengembangkan potensi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Menurut Agung, program yang diinisiasi mahasiswa UNNES tersebut tidak hanya menghadirkan sebuah kegiatan seremonial, tetapi juga menghasilkan berbagai upaya nyata, mulai dari penguatan kelembagaan pengelola wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan konsep pengembangan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ia menilai Embung Balong, yang menjadi lokasi peluncuran Desa Wisata Sepakung, memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang. Keindahan panorama alam, kondisi geografis, serta karakter kawasan dinilai sangat mendukung pengembangan wisata berbasis olahraga petualangan. Namun, pengembangan kawasan tersebut masih memerlukan dukungan fasilitas yang memadai agar mampu memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata di Desa Sepakung. Embung Balong memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, masih diperlukan penambahan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan memperoleh kenyamanan dan pengalaman berkunjung yang lebih baik. Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang akan terus mendampingi serta memberikan dukungan dalam pengembangan kawasan wisata Embung Balong agar potensinya dapat berkembang secara optimal,” ujar Agung.
Apresiasi juga disampaikan Camat Banyubiru, Zakky Kurniawan, S.E., M.T. Menurutnya, peluncuran Desa Sepakung sebagai desa wisata berbasis Sport Adventure Area merupakan langkah strategis karena selaras dengan potensi alam yang dimiliki desa tersebut.
Zakky menjelaskan, Desa Sepakung memiliki sejumlah kawasan yang layak dikembangkan sebagai destinasi sport adventure, salah satunya Embung Balong yang menjadi lokasi peluncuran desa wisata. Selain menawarkan panorama alam yang indah, kawasan tersebut memiliki karakteristik yang mendukung berbagai aktivitas wisata berbasis olahraga dan petualangan.
“Kami mengapresiasi Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang telah menghadirkan konsep pengembangan desa wisata yang selaras dengan potensi Desa Sepakung. Penetapan Desa Sepakung sebagai desa wisata berbasis Sport Adventure Area merupakan langkah yang tepat karena desa ini memiliki banyak lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata olahraga petualangan. Embung Balong yang menjadi lokasi peluncuran hari ini adalah salah satu contohnya. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga potensi yang dimiliki Desa Sepakung dapat berkembang menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Semarang,” ujar Zakky.
Pengembangan Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs Desa melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan. Program yang dilaksanakan Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 selaras dengan Tujuan 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pengelola wisata, Tujuan 8 (Desa Peduli Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, Tujuan 9 (Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan) melalui pengembangan inovasi destinasi berbasis potensi alam, Tujuan 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, serta Tujuan 18 (Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif) melalui penguatan kelembagaan pengelola wisata. Melalui pendekatan tersebut, Desa Sepakung diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya unggul dari sisi daya tarik alam, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Peluncuran Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area menandai dimulainya babak baru pengembangan pariwisata berbasis olahraga petualangan di Kabupaten Semarang. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola wisata, pemuda, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat identitas destinasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Ke depan, keberhasilan pengembangan Desa Wisata Sepakung akan ditentukan oleh keberlanjutan sinergi antarberbagai pemangku kepentingan. Dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan promosi diharapkan mampu menjadikan Desa Sepakung sebagai destinasi Sport Adventure Area yang berdaya saing, memberikan pengalaman wisata yang berkualitas, sekaligus menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Semarang.




