SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (UNNES) menegaskan komitmennya dalam menjawab tantangan kesehatan publik melalui jalinan kerja sama konkret dengan berbagai lembaga kesehatan rujukan di tingkat lokal maupun nasional. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh Program Studi S1 Gizi Fakultas Kedokteran UNNES dengan menerjunkan sebanyak 145 mahasiswa semester akhir untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Gizi Klinik dan Manajemen Penyelenggaraan Makanan (MPM) terhitung sejak Juli hingga Agustus 2025. Program kolaboratif ini menjadi sarana pembelajaran lapangan terintegrasi untuk mengasah keterampilan klinis mahasiswa dalam pelayanan asuhan gizi pasien, sekaligus memantapkan kemampuan manajerial pada sistem penyelenggaraan makanan massal berstandar keselamatan dan keamanan pangan. Langkah ini secara langsung mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melintasi batas institusi akademik dan penyedia layanan kesehatan. Jejaring kemitraan UNNES dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat terbukti lewat sebaran 23 rumah sakit rujukan utama dan mitra terpercaya yang menjadi lokasi praktik mahasiswa di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga DKI Jakarta.
Pada skala lokal dan regional Jawa Tengah/DIY, mahasiswa ditempatkan di berbagai rumah sakit umum daerah, provinsi, serta rumah sakit swasta terkemuka, seperti RSUD Brebes, RSI Sultan Agung Semarang, RSUD Sunan Kalijaga Demak, RSUD Dr. H. Soewondo Kendal, RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Panti Rapih Yogyakarta, RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Kabupaten Semarang, RS Bethesda Yogyakarta, RS Ken Saras Kabupaten Semarang, RS Roemani Muhammadiyah Semarang, RSUD Sleman, RSUD Batang, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, RSI Sunan Kudus, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, RSUD Salatiga, RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah (RS Tugurejo), RSUD dr. Moewardi Surakarta, dan RSUD Bagas Waras Klaten. Sementara di tingkat nasional, kolaborasi terjalin dengan instansi rujukan pusat yakni RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Jakarta.
Para mahasiswa menjalankan rotasi tugas yang komprehensif di bawah bimbingan instruktur klinis (dietisien/nutrisionis) di masing-masing rumah sakit mitra. Mahasiswa menerapkan tahapan Assessment, Diagnosis, Intervention, Monitoring, and Evaluation (ADIME) gizi pada pasien rawat inap/jalan, serta mengelola alur penyelenggaraan makanan mulai dari perencanaan menu hingga pemenuhan diet khusus pasien. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara UNNES dan 23 rumah sakit rujukan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam menghasilkan lulusan nutrisionis yang berkompeten, berdaya saing tinggi, serta siap memberikan dampak nyata bagi perbaikan status gizi dan kesehatan masyarakat luas.
KEYWORDS: SDG03, SDG04, SDG17



