SEMARANG — Ramadan menjadi momentum bagi perempuan untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mengenali potensi diri. Melalui ruang pembelajaran yang memadukan nilai keagamaan dan pengembangan kapasitas personal, perempuan didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Kajian Annisa bertema “Self Development Muslimah di Bulan Ramadhan” yang diselenggarakan di Mushola Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES), Senin, 10 Maret 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 15.45 WIB ini menghadirkan Ustadzah Fatma Ayu Prasasti sebagai pembicara utama.
Diinisiasi oleh kelompok mahasiswa yang tergabung dalam LKBSO KAMILFKUNNES, kajian tersebut menjadi ruang bagi muslimah di lingkungan kampus untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus merefleksikan pentingnya pengembangan diri. Suasana kebersamaan juga dibangun melalui penyediaan takjil dan menu berbuka puasa gratis bagi jamaah yang hadir.
Pengembangan diri menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kapasitas perempuan. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, mengelola emosi, dan mengambil peran secara aktif di lingkungan sosial.
Melalui forum tersebut, peserta memperoleh ruang untuk belajar dan berinteraksi dalam suasana yang mendukung. Selain memperkuat literasi keagamaan, kegiatan ini membuka kesempatan bagi perempuan untuk membangun jejaring sosial, mempererat solidaritas, dan saling mendukung dalam proses pengembangan diri.
Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 5 tentang Kesetaraan Gender. Tujuan ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan agar memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan ruang pembelajaran informal di luar pendidikan kelas, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui perhatian terhadap kesejahteraan psikologis dan emosional sebagai bagian dari pengembangan diri yang menyeluruh.
Melalui Kajian Annisa, FK UNNES menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan nilai spiritual, penguatan karakter, dan kepedulian sosial. Momentum Ramadan pun dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga untuk mendorong muslimah terus bertumbuh dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
SDGs terkait: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).




