FEB UNNES Terima Kunjungan Kemendag RI, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kompetensi dan Dukung SDGs

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > Berita > FEB UNNES Terima Kunjungan Kemendag RI, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kompetensi dan Dukung SDGs

SEMARANG — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) menerima kunjungan tim dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam rangka kegiatan Pengumpulan Data dan Informasi Analisis Peran Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan dalam Pengembangan Kompetensi Nonaparatur Perdagangan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 8 April 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) dalam merumuskan rekomendasi kebijakan strategis terkait penguatan kompetensi pelaku nonaparatur perdagangan di Indonesia.

Tim dari Kementerian Perdagangan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari:

  1. Michael Manurung (Analis Kebijakan Ahli Madya)
  2. Shely Hastuti (Penelaah Teknis Kebijakan)
  3. Nor Hidayati (Statistisi Ahli Pertama)

Dalam kesempatan tersebut, Michael Manurung menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang berbasis riset dan kebutuhan nyata di lapangan.

“Perguruan tinggi seperti FEB UNNES memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan data, analisis, dan perspektif akademik. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang disusun benar-benar relevan dan mampu menjawab tantangan pengembangan kompetensi pelaku perdagangan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan (BAPEKOMDAG) perlu didukung dengan sinergi multipihak agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kami berharap hasil dari pengumpulan data dan diskusi ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga implementatif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perdagangan,” tambahnya.

Sementara itu, FEB UNNES diwakili oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Agung Yulianto, S.Pd., M.Si., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah. “FEB UNNES menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemerintah. Kami percaya bahwa penguatan kompetensi, khususnya bagi pelaku nonaparatur perdagangan, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa FEB UNNES terus mengembangkan pembelajaran berbasis higher order thinking skills (HOTS) serta kewirausahaan berbasis potensi lokal guna menjawab tantangan global. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4 (Quality Education): melalui peningkatan kualitas pendidikan berbasis kebutuhan dunia kerja.
  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): dengan mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha dan tenaga kerja.
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif serta implementatif dalam meningkatkan peran Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan (BAPEKOMDAG) dalam pengembangan kompetensi pelaku perdagangan di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, FEB UNNES kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis riset dan inovasi.

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: