Semarang, 1 Oktober 2026 — Struktur Organisasi dan Tata Kerja (OTK) baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) membawa semangat baru dalam penguatan inovasi pembelajaran. Sejak 10 September 2026, Pusat Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran (Pusat KIP) berada di bawah Badan Pendidikan Profesi Guru, Kurikulum, dan Inovasi Pembelajaran (Badan PPG-KIP) UNNES.
Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Syaiful Ridho, M.Pd., selaku Kepala Pusat KIP, pusat ini langsung bergerak cepat menerjemahkan amanat bidang akademik ke dalam berbagai program strategis yang berorientasi pada penguatan kualitas pembelajaran.
Salah satu langkah awal tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penyusunan Bahan MOOCS UNNES yang diselenggarakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen UNNES dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif, terintegrasi, dan berdampak.
Pelatihan ini difokuskan pada penyusunan bahan Massive Open Online Courses (MOOCS) yang diperuntukkan bagi Guru Pamong dan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang.
Menjembatani LMS dan Pembelajaran di Sekolah
Selama pelaksanaan PPL PPG, terdapat tantangan dalam keterhubungan antara pembelajaran yang berlangsung melalui Learning Management System (LMS) dengan aktivitas pembelajaran mahasiswa di sekolah.
Secara sistem, Guru Pamong belum memiliki akses langsung ke LMS yang digunakan mahasiswa PPG. Kondisi tersebut menyebabkan informasi mengenai materi pembelajaran, aktivitas, tugas, maupun proyek yang harus dihasilkan mahasiswa belum sepenuhnya terhubung dengan proses pembimbingan di sekolah.
Akibatnya, terdapat ruang yang perlu dijembatani agar proses pembelajaran di LMS dan pengalaman praktik mahasiswa di sekolah dapat berjalan sebagai satu ekosistem yang utuh.
Melalui pengembangan bahan MOOCS, Pusat KIP berupaya menghadirkan jembatan tersebut.
Bahan MOOCS akan dikembangkan dengan menjadikan materi pembelajaran yang terdapat dalam LMS sebagai bahan utama, kemudian diperkaya dan dikolaborasikan dengan hasil penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para dosen UNNES.
Dengan pendekatan tersebut, MOOCS tidak hanya menjadi media penyampaian materi, tetapi juga menjadi sumber belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan praktik pembelajaran di sekolah.
Guru Pamong Lebih Terhubung dengan Proses Belajar Mahasiswa
Kehadiran MOOCS diharapkan memberikan ruang bagi Guru Pamong untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang dipelajari mahasiswa PPG serta tugas dan proyek yang perlu dihasilkan selama proses pendidikan profesi.
Guru Pamong dengan demikian tidak hanya berperan sebagai pembimbing mahasiswa ketika berada di sekolah, tetapi juga memiliki referensi yang lebih kuat mengenai arah pembelajaran yang sedang ditempuh mahasiswa pada sistem pendidikan PPG.
Keterhubungan ini diharapkan membuat proses pembimbingan menjadi lebih terarah, terukur, dan selaras dengan capaian pembelajaran PPG.
Mahasiswa pun memperoleh pengalaman belajar yang lebih terintegrasi karena materi yang dipelajari melalui LMS dapat memiliki kesinambungan dengan aktivitas, tugas, dan proyek yang mereka kerjakan selama PPL di sekolah.
Dengan demikian, MOOCS diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara kampus, LMS, mahasiswa, Guru Pamong, dan sekolah mitra dalam satu ekosistem pembelajaran PPG UNNES.
Dari Materi LMS Menjadi Sumber Belajar yang Berdampak
Kepala Pusat KIP UNNES, Prof. Dr. Syaiful Ridho, M.Pd., menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran yang tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap proses pembelajaran.
Pengembangan MOOCS diarahkan agar sumber belajar yang dimiliki UNNES dapat dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk oleh Guru Pamong yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan profesi guru.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan dari Subhan, S.Pd., M.Sc., dosen bidang Ilmu Komputer UNNES, yang bertindak sebagai fasilitator.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Pusat KIP dalam mengakselerasi pengembangan inovasi pembelajaran di lingkungan UNNES, khususnya untuk mendukung penyelenggaraan PPG.
Dengan semangat OTK baru, Pusat KIP bergerak dari kurikulum menuju inovasi, dari LMS menuju ekosistem, dan dari sekadar bahan ajar menuju pembelajaran yang berdampak.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Badan PPG-KIP UNNES untuk terus menghadirkan inovasi yang memperkuat kualitas pendidikan profesi guru sekaligus menjadikan UNNES sebagai pelopor kecemerlangan pendidikan.







