Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si.


Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati M.Si lahir di Yogyakarta 11 Agustus 1962 silam. Sekarang ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan IPS S2 pada Program Pasca sarjana Unnes. Selain itu ia juga mengampu mata kuliah pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai). Baik studi S1, S2, maupun S3-nya dilalui di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Disertasinya yang berjudul “Hubungan Hujan dan Limpasan pada Berbagai Dinamika Spasial Penggunaan Lahan Di DAS Kreo Jawa Tengah” menjelaskan perubahan penggunaan lahan di DAS Kreo diikuti dengan peningkatan aliran permukaan sehingga terjadi peningkatan debit maksimum aliran sungai. Hal ini terlihat dari data debit maksimum Kali Kreo, terjadi peningkatan nilai debit maksimum, terutama pada tahun 1993, 2001, 2003, dan 2006.

Prof. Dr. Dewi Liesnoor mengusulkan pemanfaatkan teknologi konservasi untuk mengurangi ancaman krisis air di Jawa. Dibanding ketersediaan air Indonesia yang melimpah sampai 15.000m3 dan ketersediaan air dunia yang 8.000m3, ketersediaan air di Jawa termasuk rendah, yakni 1.750m3 per kapita per tahun. Padahal idealnya 2.000 m3 per kapita per tahun.

Hingga 2012 setidak-tidaknya, tiga buku Prof. Dewi Liesnoor telah terbit, yaitu Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra (2008), Fenomena Dataran Tinggi Dieng (2009), dan Erosi dan Mitigasi Bencana (2010).

Penelitian yang dihasilkan, antara lain: Evaluasi Penggunaan lahan DAS Garang dengan model Ketersediaan air (1997), Model Pengendalian Banjir Berbasis Spasial Biofisik, Produktivitas Lahan dan Perilaku Masyarakat untuk Pengelolaan DAS (2006), Kajian Model Tata Air dan Pengelolaan Kawasan Banjir di DAS Blorong Kab. Kendal (2006), dan Model Resapan Air untuk Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Banjir di Kota Semarang (2002).

Penelitian lainnya adalah Aplikasi SIG untuk Menduga Debit Puncak Banjir di DAS Bringin Semarang (2005), Aplikasi Metode Geolistrik untuk Pemetaan Sebaran dan Kedalaman Lapisan Batuan Akifer (2007), Aplikasi SIG untuk Mitigasi Rawan Bencana pada Wilayah Pengembangan Permukiman Kota Semarang (2002), Model Pengendalian Banjir Berbasis Spasial Biofisik, Produkti-vitas lahan dan Perilaku Masyarakat untuk Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (2007), dan Sistem Informasi Perubahan Iklim Mikro Dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Pengendalian Pencemaran Udara (2009).

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Senin, 5 November 2012 21:36 WIB Dibaca : 3.989 kali