Masuk Prodi Non-kependidikan pun Bisa Jadi Guru

Sabtu, 12 Maret 2011 | 10:02

Berita Terkait

Pintu terbuka bagi mereka yang mengambil program studi non-kependidikan untuk menjadi guru. Cukup dengan menambah kuliah dua semester, mereka akan mendapatkan gelar sarjana pendidikan, di samping sarjana ilmu murni yang tersandang  lebih dahulu.

Betapa tidak, Universitas Negeri Semarang (Unnes) kini mengembangkan program gelar ganda untuk sejumlah program studi (prodi) ilmu murni. Selain untuk meningkatkan kualitas guru, program ini dimaksudkan untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga pendidik.

“Tahun akademik 2010/2011 ini kami sudah melaksanakan program gelar ganda untuk Prodi Sastra Jawa. Sebagaimana kita ketahui, kebutuhan terhadap guru bidang studi tersebut  tinggi, sementara sarjana pendidikan bahasa Jawa jumlahnya hingga kini belum seberapa,” kata Pembantu Rektor Bidang Akademik Agus Wahyudin.

Menurut Agus, mereka yang telah lulus dari prodi murni kemudian cukup dengan mengambil sejumlah mata kuliah kependidikan. “Kira-kira bisa diselesaikan dalam tempo dua semester. Itu sudah termasuk praktik pengalaman lapangan (PPL),” katanya.

Dengan gelar ganda tersebut, lanjut dia, lulusan akan menyandang dua gelar sekaligus, sarjana ilmu murni dan sarjana pendidikan. “Ini sekaligus bisa menjadi model pengembangan, apakah pendidik yang berasal dari ilmu murni lebih baik atau tidak dibandingkan dengan mereka yang sejak awal memasuki prodi kependidikan,” katanya.

Meskipun demikian, dia menyatakan program tersebut hanya berlaku bagi yang berasal dari prodi ilmu murni di Unnes. “Kami memamng belum membuka kemungkinan ini dari alumni perguruan tinggi ain,” katanya.

Setelah berubah dari IKIP menjadi universitas, bahkan sebelum itu, Unnes tidak lagi hanya membuka prodi kependidikan tetapi juga menyelenggarakan prodi ilmu murni. Kini tak kurang dari 21 prodi ilmu dimiliki, termasuk Ilmu Hukum yang telah menjadi fakultas tersendiri.

“Meski demikian, dalam penerimaan mahasiswa baru, peminat prodi ilmu murni relatif lebih sedikit dibandingkan dengan prodi kependidikan. Mungkin belum semua lulusan tahu bahwa Unnes juga punya banyak prodi ilmu murni,” kata mantan Dekan Fakultas Ekonomi itu.

Agus tak menampik kenyataan bahwa kondisi tersebut berkait dengan pamor guru yang tengah naik daun, seiring dengan perbaikan kesejahteraan mereka melalui tunjangan sertifikasi. “Toh prodi ilmu murni seperti Akuntansi, Manajemen, dan Kesehatan Masyarakat selalu ramai pendaftar,” katanya.

Diunggah oleh :
Editor: Sucipto Hadi Purnomo

45 Komentar untuk “Masuk Prodi Non-kependidikan pun Bisa Jadi Guru”

  1. iin

    Sabtu, 12 Maret 2011 | 16:17

    prodi ilmu murni apkh slain sastra jwa, yg dbuka jlur doble degree?

  2. Djoe

    Sabtu, 12 Maret 2011 | 23:01

    wah apa yang lain gk cemburu??? aku jg mau dr S.Pd ditambah S.T

  3. obe..

    Minggu, 13 Maret 2011 | 00:21

    dari mana tau kalau guru itu kurang di sekolah2??*_*

  4. rhischa

    Minggu, 13 Maret 2011 | 16:21

    untuk fisika murni apakah jg dbuka double degree?

  5. edi

    Minggu, 13 Maret 2011 | 16:32

    saya menyambut baik atas program tersebut akan tetapi menurut saya kalau semua jurusan di program gelar ganda, tentu akan menjadi kecemburuan sosial bagi mahasiswa kependidikan

  6. tsalis syaifuddin

    Minggu, 13 Maret 2011 | 17:14

    Kalau ilmu murni bisa dapat gelar S.Pd. dengan menambah kuliah kira-kira dua semester, tentu sebaliknya juga dong! Yang sarjana pendidikan (S.Pd) harus juga diberikan kesempatan untuk bisa dapat gelar Murni. Semisal seperti saya ini, calon S.Pd (Ekonomi dan Koperasi) harus bisa untuk Double Degree, dengan menambah teori ilmu murni untuk dapat gelar S.E.
    Seperti itu baru adil, tidak sebelah mata. Kalau hanya ilmu murni saja yang diberikan kesempatan, kelihatan sekali kalau itu hanya sekedar “tambahan proyek”. Seperti UM misalnya, dua-duanya (Kependidikan maupun non-kependidikan) bisa double degree. Saya mempunyai keyakinan bahwa para pimpinan pasti bisa mengambil kebijakan ini secara arif dan bijaksana. Tidak membuat opini publik semakin menjadi-jadi. Salam Sutera

  7. ce lan

    Minggu, 13 Maret 2011 | 17:45

    masih dibuka gak ya untuk program tersebut??
    Apakah jurusan S1 Tek. Informatika juga bisa mendaftar??
    dimana saya bisa mendaftar??
    Mohon informasinya….

  8. Megan dewanto

    Selasa, 15 Maret 2011 | 11:51

    Truly smart break trough, Makanya cepat cepat ganti baju universitas. Coba kalo masih pakai nama IKIP komoditi yang dijual kan hanya sarjana pendidikan saja.
    Bahaya lho kalau terus menerus di gerus krisis kurang percaya diri!!
    Untung ITB,IPB gak ikut ikutan ganti nama….. toh tetap reputable

  9. Gus

    Selasa, 15 Maret 2011 | 15:35

    Koq gitu ya…. duh, kasihan bagi yang bercita-cita tulus jadi guru, harus bersaing lagi dengan yang pelarian. huh…. kenapa ketidak adilan terus merajalela? Apakah Sarjana Pendidikan masih kurang??????
    Kapan pendidikan bisa maju, kalo menjadi guru, hanya sebagai pelarian belaka?
    Wallahu ‘a’lam ….

  10. c7r

    Selasa, 15 Maret 2011 | 15:49

    daftarnya gm caranya? kl yg sudah lulus prodi murni

  11. rahma

    Rabu, 16 Maret 2011 | 16:15

    mohon info gelar gandanya dilengkapi dan diperjelas…kapan pendaftarannya, syaratnya apa aja,trus untuk yang alumni prodi murni boleh daftar nggak…
    trims.

  12. adya

    Kamis, 17 Maret 2011 | 22:47

    bagaimana untuk alumnus?
    apakah diperkenankan ikut program (SPd) 1 thn tsb?
    kapan program itu akan terlaksana untuk prodi sastra inngris?

  13. setio

    Jumat, 18 Maret 2011 | 00:04

    saya sependapat… untuk matematika dimulai kapan? syaratnya apa aja??
    thxs…

  14. frista

    Jumat, 18 Maret 2011 | 09:40

    cita-cita kok plin plan
    kasihan tuh masih banyak pengangguran dari Sarjana Pendidikan
    makanya sebelum memilih jurusan harus mikir seribu kali jangan cuma nampang seneng jadi mahasiswa…

  15. frista

    Jumat, 18 Maret 2011 | 09:43

    lebay….takut?

  16. Pak budi

    Jumat, 18 Maret 2011 | 17:47

    Saya sangat antusias dengan program ini.
    Mungkin hal ini efektif untuk peningkatan mutu guru di Indonesia.
    Apakah hanya prodi murni tertentu yang dapat ikut program tersebut?

  17. bunga

    Minggu, 20 Maret 2011 | 16:08

    wah…knpa harus ada prodi pendidikan,,klo bgtu mendingan murni smua aj….
    menurut saya kurang adil

  18. fitri

    Selasa, 22 Maret 2011 | 09:28

    wah ga adil dong buat mahasiswa pendidikan…jangan2 nantinya yang murni pada berburu jadi guru…klo gitu ga usa ada prodi kependidikan…murni aja semuanya…

  19. Dhyana

    Jumat, 1 April 2011 | 19:18

    Sampai kapan program gelar ganda dibuka?
    Saya sangat berminat untuk ikut mengambil program tersebut.

  20. parto

    Senin, 25 April 2011 | 09:55

    bedanya DD sm SPd itu apa?gsah sling cemburu…ne’ cemburu so msih syang to sma yang mo DD/murni

  21. Hendra Sukma

    Senin, 2 Mei 2011 | 11:22

    Kalo untuk jurusan IKOR FIK UNNES,sudah ada belum PPGnya,,

  22. tika

    Jumat, 6 Mei 2011 | 07:35

    Selain untuk meningkatkan kualitas guru, program ini dimaksudkan untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga pendidik.

    sy cm mau komen kata2 diatas saja.
    kenyataan dilapangan sepertinya ga begitu, termasuk saya dan teman2 sy, sarjana pendidikan UNNES malah ga jadi tenaga pendidik…
    terimakasih…

  23. Ariel bukanlah Eko Peterpan

    Jumat, 6 Mei 2011 | 14:59

    sy amat sngat tdk s7 sm s’X .ksihan bg mahasiswa yng mengambil jrusan pendidikan hrus bersaing dg mahasiswa yng mempunyai gelar dobel yg tntu sj pluang krjanya lbh besar. Kalau cr meningkatan mutu pendidikan sprti ini sy ykin tdk akan pernah berhasil . . .

  24. rossi

    Jumat, 6 Mei 2011 | 23:30

    kalau prodi non kependidikan bisa dengan mudahnya jadi guru?? dengan menambah 2 semster?? kenapa unnes menerima sebagian besar mahsiswanya dari prodi pendidikan bukan prodi non kependidikan?? ibarat kata 1:3… *_*

  25. Ali rozikin

    Senin, 9 Mei 2011 | 12:03

    kalau untuk jurusan Ikor apakah juga ada program gelar ganda Pak Agus?
    Dan waktu PPA juga disampikan akan ada PPG untuk jurusan non kependidikan, kapankah mulai pelaksanaannya Pak?
    Terimakasih…..

  26. ingga nizar sandria

    Minggu, 22 Mei 2011 | 20:43

    saya sangat setuju..untuk jurusan ilmu keolahragaan,kapan dan sampai kapan program ini dilaksanakan???

  27. Dawa

    Kamis, 26 Mei 2011 | 20:39

    “Meski demikian, dalam penerimaan mahasiswa baru, peminat prodi ilmu murni relatif lebih sedikit dibandingkan dengan prodi kependidikan”.
    wahai para penentu kebijakan yang terhormat, mohon dianalisis lagi kalimat tersebut.!!!!
    sudah tersurat jelas bahwa prodi pendidikan lebih banyak peminatnya dibanding murni. itu artinya sesama lulusan dari prodi pendidikan saja sudah banyak saingan, ingin jadi seperti apa kalau dari prodi murni juga mendapat kesempatan menjadi tenaga pendidik???
    keputusan ini dibuat berdasarkan apa sih???
    latar belakangnya saja SANGAT tidak valid, “memenuhi tingginya kebutuhan tenaga pendidik”.
    HELLOOOOO…??????
    lihat pak, di luar sana masih banyak lulusan kependidikan yang tidak memiliki kesempatan menjadi tenaga pendidik.!!!!!!
    TERIMA KASIH…

  28. cyntia ayu vicka

    Jumat, 27 Mei 2011 | 14:37

    Apa keputusan itu sudah dipikirkan???
    Kasihan yg mengambil prodi kependidikan….

  29. agus edy

    Rabu, 1 Juni 2011 | 20:44

    rezekkii gak kemana bro

  30. fais

    Kamis, 25 Agustus 2011 | 23:01

    ma’f kog bisa si yg jurusan ilmu murni mendapat gelar S.Pd?? Apa nanti ngga menimbulkan kecemburuan sosial dari sarjana kependidikan asli?? IngatLAH kami yg memilih prodi kependidikan berharap mendapat peluang kerja di bidang kependidikan …
    Kalau seperti diatas sepertinya lahan kerja kami semakin sedikit.. terimakasih… Saya berfikir apakah kebijakan tsb tidak akan menimbulkan pro dan kontra atau unjukrasa…

  31. Sambung nyowo

    Senin, 6 Februari 2012 | 11:09

    dari pndidikan yg komen bilang gk adil dsb. Sebaikny berkaca dahulu. Ini adalah bntuk pengembangan sbg upaya yg lebih baik dbidang pndidikan.
    Masalah yg non mlakukan pelarian ataupun nyerobot lahan krja dr jurusan pndidikan sy bilang TIDAK! Perlu anda ketahui pula,byk juga lulusan dr pndidikan yg bekerja tapi tidak menjadi guru.bukti nyata sahabat saya lulusan pndidikan b.inggris skrg bekerja disalah satu bank.bgmm kita menanggapi hal it?? Apakah orang2 dari jurusan ekonomi jg akan menyebut it sbuah ktidak adilan seperti yg anda luap2kan? Dimana seharusny untuk bekerja dibank org2 ekonomilah yg lbih pantas??
    Tolong jangan berfikir sempit,Semua it brhubungan dgn rejeki.hal it tentunya didasari usaha pribadi serta kehendak dari yg diatas.
    Intinya seseorang yg dianggap mampu dan mempunyai keahlian serta integritas untuk mengerjakan suatu pkrja’n dengan baik,mengapa tidak memanfaatkannya??
    Dan juga kita sebagai manusian dberi kebebasan memilih masa depan kita sndiri dengan tetap melihat kualitas dn kmampuan diri serta tidak melanggar norma/merugikan org lain dgn cara yg tidak benar.

    Tetap semangat,usaha dan sukses untuk kita semua!

  32. bangkit

    Jumat, 10 Februari 2012 | 02:55

    kalau dari UNS SOLO , Setelah lulus kemudian mndaftar ke UNNES . bisa apa enggak ya. MENARIK SEKALI

  33. Dewi

    Sabtu, 30 Juni 2012 | 07:58

    Syaratnya bagaimana ya??? apakah sekarang masih ada??? dan untuk prodi Geografi murni bisa mengikuti program tersebut???

  34. Yulia

    Rabu, 3 Oktober 2012 | 10:58

    Kalau fresgraduade bisa langsung ikut PPG atau harus kerja dulu selama lima tahun trus baru bisa ikut PPG?

  35. edi 2

    Kamis, 14 Maret 2013 | 09:50

    wah, yang kayak gini ne yang membuat lahan pekerjaan pendidik jadi semakin menyempit. Apakah ini yang disebut keadilan ? kata siapa kekurangan tenaga pendidik ? lihat aja lulusan unnes apakan semua udah bekerja ? mayoritas lulusan unnes adalah dari kependidikan, apakah mereka sudah mengamalkan ilmu mereka ? harusnya unnes memikirkan itu, memaksimalkan keluaran dari kependidikan untuk mendidik dulu, jangan langsung bisa dua semester mengikuti PPG langsung jadi guru gitu. ini menimbulkan kecemburuan dari kita yang lulus dari kependidikan dan belum mendapatkan pekerjaan di bidang pendidikan, padahal kita ingin sekali menajdi guru.

  36. nusa

    Rabu, 3 April 2013 | 11:40

    Yang bener2 punya potensi dan kemampuan tentunya tidak akan takut untuk bersaing, kesimpulan yg sederhana.

  37. Dheny Triyanto (@dheny_Theare)

    Senin, 10 Juni 2013 | 23:23

    wah aku juga mau kalau bisa ditambah gitu,,,
    deni triyanto,S.Sos, S.Pd hahahahahaha
    gelar ganda euy

  38. Dimas Damar Adikrisna

    Rabu, 26 Juni 2013 | 16:34

    Kesimpulannya:
    1. Rejeki Tuhan yang mengatur.
    2. Kalau belum dapat kerjaan itu nasib, nasib bisa berubah kalau mau serius doa, niat, dengan usaha yang gigih.
    3. Mereka yang smart dan yg punya bekal keilmuan yg cukup pasti akan mengubah ancaman menjadi tantangan.
    4. Kesuksesan hanya akan diraih oleh mereka yang mempersiapkan diri, sesulit apapun kondisinya, bukan malah mengkambing hitamkan yang lain.

    Bangga menjadi alumnus UNNES..!!!

  39. muiz

    Jumat, 28 Juni 2013 | 07:37

    apakah masih ada yang seperti ini? Saya dengar2 program seperti ini sudah tidak ada.

  40. khairi

    Kamis, 15 Agustus 2013 | 00:03

    Lulusan yg bukan dari LPTK ketika menjadi guru maka tidak mempunyai kompetensi dalam mendidik, kasihan siswa yg di didik, sulit mencerna materi dari guru tersebut.

  41. Leo

    Minggu, 6 Oktober 2013 | 18:33

    Yo mari kita “berkompetensi”, mau non pendidik atau pendidikan! Guru tidak selamanya dari latar pendidikan saja tetapi siapa yang memilikih potensi dan kemampuan SDM. Sekolah Swasta banyak ko’ yg latar non pendidikan tetapi mereka suskses dalam mendidik siswa-siswi, bahkan ada yang jadi guru Teladan. Thankss

  42. araiva

    Selasa, 8 Oktober 2013 | 15:09

    banyak sekali solusi buat sarjana ilmu murni yang ingin menjadi guru,padahal ada ribuan guru misatch yang bergelar s.pd dan dianggap ‘tdk layak’ mengajar..bgmn itu solusinya?

  43. Bikha

    Selasa, 4 Maret 2014 | 11:27

    Ini yang ngadain apa cuma Unnes?

  44. gina irfanny

    Jumat, 16 Mei 2014 | 13:39

    kalo s1 nya sarjana sastra bisa jd S.Pd? apakah unnes menyediakan untuk prodi tsb?

  45. mondy

    Selasa, 24 Juni 2014 | 13:53

    Klo lulusan ilmu murni bisa ambil gelar ke profesian .berarti spd ga da gunanya lagii dong ?

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2010 Universitas Negeri Semarang | Sitemap | Kredit | Arsip| Situs Lama | Masuk log | Arsip PS | Arsip PS
^Back to Top