Manajemen dan Kepemimpinan yang Berbasis Konservasi

Senin, 27 Februari 2012 | 16:36 WIB


Manajemen dan Kepemimpinan yang Berbasis Konservasi
SIHONO/HUMAS

Persoalan-persoalan sekecil apapun jika tidak segera ditindaklanjuti akan menjadi persoalan-persoalan besar, termasuk di universitas konservasi tercinta ini. Maka dari itu, kita yang hakikatnya pemimpin ini harus mengatur langkah dan pandangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

“Harus selalu berinstropeksi, setidaknya kita adalah pemimpin untuk diri sendiri,” tandas Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sartono Sahlan, ketika membuka Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Berbasis Konservasi, Senin (27/2), di C4 fakultas itu.

Di Fakultas Hukum ini, dia mengatakan, tiap lini harus juga bersama untuk mendukung visi konservasi yang kita usung bersama. “Tidak ada yang merasa senior ataupun merasa belum pintar. Semuanya harus melangkahkan kaki bersama,” ujarnya di depan puluhan dosen dan karyawan.

Dalam paparannya, dosen Fakultas Hukum Unnes Martono mengungkapkan, bila kita berbicara tentang manajemen, tidak bisa lepas dari administrasi, organisasi, kepemimpinan, dan komunikasi.

“Tidak benar dalam hal manajerial, seorang pemimpin mendiamkan bawahannya. Substansi dari seorang pemimpin itu adalah berkomunikasi, bagaimana kita berkomunikasi dengan siapa saja,” tuturnya.

Menurutnya, administrasi tidak sekadar tulis menulis tapi bertemunya orang-orang yang bekerja di dalam wadah yang bernama organisasi kemudian dikelola dengan baik oleh seorang pemimpin. “Organisasi adalah orang yang bekerja bersama-sama secara terstruktur dan terkoordinasi untuk mencapai serangkaian tujuan, maka kegiatan-kegiatan yang tidak terstruktur dan tidak terkoordinasi harus dihindari,” katanya.

Contoh yang menurutnya sepele, misalnya Kabag mendisposisi ke Kasubbag itu sah-sah saja. “Tapi jika surat itu dari Rektor disposisi ke Pembantu Rektor, kemudian ke Dekan; Dekan ke Pembantu Dekan, kemudian Kabag; Kabag ke Kasubbag, itu panjangnya bukan main,” katanya.

Dia mengatakan, aturan administratif disposisi itu maksimal 3 level. “Hal-hal kecil seperti itu hendaknya kita perhatikan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat,” pungkasnya.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 6.532 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

satu komentar pada “Manajemen dan Kepemimpinan yang Berbasis Konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X