Seminar Nasional BK

Kurikulum 2013, Peran Guru BK Semakin Penting

Senin, 6 Mei 2013 | 10:53

Dwi Sulistiawan / Humas

Berita Terkait

Tantangan yang harus segera diluruskan adalah seharusnya guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah adalah konselor yang mendidik, bukan dianggap sebagai “polisi sekolah” atau momok yang ditakuti oleh siswa.

“Peran guru BK dalam implemetasi kurikulum 2013 akan semakin penting, pasalnya di tingkat SMA sederajat penjurusan ditiadakan, diganti dengan kelompok peminatan,” tegas guru besar bimbingan dan konseling Prof Mungin Eddy Wibowo, ketika menjadi pembicara pada seminar nasional bimbingan dan konseling di hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/5).

Menurut Dia, dengan diberlakukannya kelompok peminatan, maka guru BK memiliki tugas untuk memberikan pendampingan secara intensif kepada siswa. Diharapkan, siswa dapat memilih sesuai dengan kemampuan, bakat, serta minatnya.

“Dengan adanya program kelompok peminatan, maka peran dan tugas guru BK semakin besar. Karena sejak awal masuk, siswa harus diarahkan sesuai dengan bakat, minat, dan kecenderungan pilihannya,” ujar Prof Mungin.

Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (Abkin) itu juga menegaskan, ke depan, peran dan tanggungjawab guru BK terhadap siswa SMP juga harus lebih nyata. Guru BK harus mulai mengamati dan mendampingi anak sejak kelas satu. “Harus dilihat dan dampingi, anak tersebut senang dan minat pada mapel apa. Untuk mengarahkan studi lanjutannya, ke SMA atau SMK,” kata Mungin.

Perubahan dan penyempurnaan kuriukulum, menurut ketua panitia seminar MTh Sri Hartati MPd Kons adalah hal yang lumrah, akan tetapi persepsi yang berkembang di masyarakat dan isu-isu yang mengemuka membuat keresahan, kebingungan, dan bahkan kepanikan termasuk bagi guru BK. “seminar nasional ini diusahakan tidak hanya sebatas teoritis belaka, tapi bagaimana menyusun rencana aksi yang berbasis pada peminatan siswa, kata tatik.

Tidak hanya itu, seminar yang diikuti 400 peserta yang terdiri dari dosen, guru, konselor profesional, kepala dan pengawas sekolah, serta mahasiswa BK ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang posisi BK dalam kurikulum 2013, mengembangkan wawasan dan meningkatkan kompetensi konselor dalam menghadapi kurikulum 2013, mengetahui fungsi dan peran BK dalam kuriukulum 2013, dan menjadikan kurikulum 2013 sebagai momentum untuk semakin mengokohkan BK sebagai sebuah profesi yang mapan.

“Dengan demikian peserta dapat mengetahui bagaimana guru BK memberikan pendampingan dan arahan kepada siswa secara berkelanjutan, bagaimana guru BK mengidentifikasi apa yang diminati dan masalah yang dihadapi siswa, serta bagaimana metode monitoring dan konseling yang seharusnya dilakukan sesuai kurikulum baru ini,” katanya.

Pembicara lain pada seminar yang diselingi pentas musik dari jurusa BK Unnes “B Coustic” ini adalah Staf Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Maria Widiani MA Phd.

 

Diunggah oleh :
Editor: Dwi Sulistiawan

55 Komentar untuk “Kurikulum 2013, Peran Guru BK Semakin Penting”

  1. anwar

    Kamis, 9 Mei 2013 | 00:01

    Peran guru konselong jadi bagian suksseskan siswa

  2. Karyoso Pati

    Kamis, 16 Mei 2013 | 09:27

    Sejak dulu kan? guru BK itu penting! yang lebih penting setelah memahami tupoksinya, lalu cinta profesi shngga nyaman jadi guru BK, dan yang sangaaat penting action-nya ato unjuk kerjanya, ya ta?

  3. chris woge

    Selasa, 21 Mei 2013 | 08:07

    minta bantuan silabus dan kurikulum BK smk terima kasih god Blless you Family

  4. wiwik siswahyuni

    Jumat, 31 Mei 2013 | 06:51

    Saya berharap untuk melaksanakan aksi nyata BK di sekolah ada kebijakan yg pasti difasilitasinya jam khusus BK masuk kelas secara terprogram. Terutama untuk mendekatkan layanan BK dan guru BK kepada siswa. Tidak mudah memanggil anak2 pada jam2 pelajaran.Kecuali kalo masalahnya benar2 berat sehingga gurunya merelakan anaknya tidak mengikuti pelajaran. Tidak mudah juga kita harus menunggu datangnya jam kosong atau mengemis sama guru minta jamnya 1 jam……saja. Tidak mudah juga memberikan layanan setelah jam sekolah karena ada yg segera les/bimbel atau sudah ditunggu ortunya/yg jemput. Siswa sekarang kalo bukan guru yg mengajar kelasnya gk mau nyapa apalagi mencari….TAK KENAL MAKA TAK SAYANG…. Untuk itu dampak yg saya rasakan sangat terasa setelah guru BK ada jadwal khusus meski hanya 1 jam/minggu. Anak dekat dgn guru BK, mudah mendapat kesepakatan waktu pada siswa yg teridentifikasi masalah. Bahkan banyak anak melalui SMS atau meminta langsung kapan ia bisa sharing/konsultasi baik sendiri maupun kelompok dgn guru BK. Menyenangkan sekali…guru BK eksis di mata siswa dan akhirnya akan eksis juga dimata smua warga sekolah. 1 jam pelajaran sangat bermanfaat untuk menyampaiakan jurus2 jiitu agar siswa itu sadar bahwa BK adalah tempat yg tepat dan nyaman untuk menemukan jati dirinya dan meningkatkan bpotensi unik yg dimilikinya. Salam sukses

  5. Acha

    Sabtu, 8 Juni 2013 | 09:49

    hal yang penting lagi adalah perlunya penambahan guru BK di sekolah-sekolah yang kurang.krn banyak lulusan BK yng tidak dapat mengamalkan ilmunya alias tidak dapat kerja. sedangkan dengan adanya kurikulum 2013 guru BK sangat diperlukan..soslusinya bagaimana. sukses selalu BK

  6. tri aminarto

    Sabtu, 8 Juni 2013 | 22:14

    Sudah banyak karya teori bimbingan dan konseling tapi lain kenyataannya dengan pelaksanaannya di lapangan itu sejak pertama ada kurikulum sekolah hingga kurikulum yg akan lahir ini, penyebabnya adl tak bisa diukur dengan angka

  7. kraengkosmas

    Minggu, 23 Juni 2013 | 17:25

    Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang SI yang memuat Struktur Kurikulum, bahwa Guru BK di sekolah wajib ada seperi mata pelajaran. Tetapi kenyataannya di sekolah- sekolah sekarang ini, guru BK kurang bahkan tidak ada.Kalau di Kurikulum 2013, peran guru BK semakin penting,implemtasinya dari segi ketenagaan, bagaimana?

  8. gufran

    Senin, 1 Juli 2013 | 19:37

    seirama dengan apa yang dikabarkan bahwa peran guru bk memang perlu di revitalisasi secara menyeluruh di negri ini. nah berbicara pencitraan, apakah seluruh guru bk siap? mka harus dikaji lagi lebih dalam sesuai dengan landasan falsafah berfikir.

  9. rosi handayani

    Senin, 15 Juli 2013 | 12:09

    aslamlakm. pak , berbicara mengenai peran guru BK dalam kurikulum 2013, bisakah pihak yang berkompeten untuk memberikan penjelasan dan materi tentang peran bK dalam kurikulum 2013. mungkin berupa pelatihan atau seminar bagi guru BK yang sekolahnya di tunjuk untuk memakai kurikulum 2013. terima kasih pak

  10. koeskoes

    Rabu, 17 Juli 2013 | 22:15

    assalamualaikum pak,jika guru BK di kurukulum 2013 menjadi bagian penting maka perlu adanya kisi-kisi yang tepat untuk kami agar dapat mengarah pada pembelajaran yang terintegerasi dengan mapel lainnya.jika tidak berkeberatan kami sangat mengharapkan adanya pembinaan khusus.

  11. alimansur

    Minggu, 21 Juli 2013 | 14:09

    saya ususlkan kepada bapak-bapak yang berwaenang di sana agar memberikan kesempatan kepada guru-guru BK untuk memberikan materi Psikologi di kelas seperti psikologi remaja. psikologi perkembangan, psikologi anak dan remaja psikologi agama. supaya anak mengenal siapa dirinya, sehingga dengan demikian anak akan menyadari dirinya, dan memperhitungkan dirinya untuk berbuat yang tidak baik apalagi melanggar aturan sosial, yang selama ini materi psikologi sama sekali tidak pernah diberikan sehingga anak tidak mengenal siapa dirinya. semoga. bapak- bapak kita yang berwenang dapat menerima gagasan ini, dijamin satu tahun materi ini berjalan akan membuahkan hasil. tawuran siswa tidak ada lagi. percayakan sama guru BK Masalah pasti teratasi khususnya tingkatan SMA.

  12. Daryono

    Rabu, 31 Juli 2013 | 08:27

    Menanggapi usulan Sdr. Alimansur, sebenarnya guru bk tidak usah repot-repot memberikan materi-materi Psikologi, tetapi guru bk jika diberi kesempatan masuk kelas memberikan praksisnya saja agar siswa mampu memahami tentang potensi yang dimiliki. Dengan demikian siswa berkenaan dengan peminatan dapat sesuai dengan kondisi fisik dan psikisnya. Yang apabila siswa dalam kondisi demikian akan merasakan kebahagiaan, dan terhindar dari KESTE.

  13. utie

    Minggu, 18 Agustus 2013 | 09:38

    kendalanya cukup banyak.
    banyak sekolah yang masih kurang guru BKnya, selain itu guru BK jg dibebani beberapa tugas2 yang lain. akhirnya tugas keBKannya TERLANTAR.

  14. yoko

    Kamis, 22 Agustus 2013 | 19:04

    Yang saya tahu di kota saya. Kebanyakan di banyak sekolah guru BK seperti gak ada kerjaan. Tetangga saya guru BK, jam 10 sering sudah di rumah malah adzan duhur ikut jamaah . Mereka kebanyakan duduk di kantor dan jarang turun memantau dan memberikan konseling. Yang turun biasanya waka bidang kesiswaan. Guru BK baru ada kerjaan kalau ada siswa bermasalah yang mungkin terjadi cuma sebulan atau seminggu sekali selain biasanya duduk duduk manis ngobrol. Siswa lebih dekat ke wali kelas atau guru pengajar. Kalau sudah begini mending guru BK ditiadakan daripada membebani APBN.

  15. Drs. I Nyoman Gani

    Jumat, 30 Agustus 2013 | 07:36

    Saya selaku guru BK di SMA Negeri 1 Manggis mengharapkan adanya juklak dan juknis dalam melaksanakan Kurikulum 2013, terima kasih.

  16. Rudi Mei

    Jumat, 30 Agustus 2013 | 14:00

    Bila peran guru BK semakin penting, kenapa saya belum temukan jam masuk kelas untuk BK di struktur kurikulum 2013 ?

  17. ranti meilani

    Senin, 2 September 2013 | 22:01

    guru BK bukannya tidak ada kerjaan disekolah ,bnyak sekali kegiatan guru bk,namun merealisasikannya perlu bantuan dari pihak pihak sekolah,tapi yang menjadi kendala guru bk malah mnjadi polisi sekolah, bagaimana cara menghilangkan bahwa guru bk itu bukan polisi sekolah?

  18. rohmat santosa

    Rabu, 4 September 2013 | 17:39

    kurikulum 2013 tidak dengan tegas memasukkan BK ke dalam strukturnya…..bagaimana ini……..padahal peran BK sangat berperan dalam menelusuri minat siswa…… barang sedikit sebaiknya ada aturannya/ditulis di kur 2013……. jangan terkesan guru bk seperti cari-cari celah pekerjaan peran an fungsinya…….atau hanya saya yang belum menemukan peran bk dalam kur 13

  19. Wahyu Prasetyani

    Sabtu, 14 September 2013 | 09:26

    Mohon sharing bisa diberikan ProTa,Mes,Bul,Mingg,Har yg sesuai dengan kurikulum 2013. Banyak sekali kendala guru BK utk bisa eksis di sekolah. Salah satunya mengalah dgn kebijakan sekolah dgn memberi tugas diluar tugas BK. Sehingga tugas BK sendiri jadi terlantar. Mohon yang sudah mempunyai Program BK Kur 2013 utk SMP, kirim email ke saya … Trimakasihh sebelumnya ….

  20. beny prasetyo

    Sabtu, 14 September 2013 | 10:26

    Assalamualaikum. Wr. Wb.
    Salam BK. Saya sebagai mahasiswa BK di Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, juga mempunyai semangat untuk membangun dunia pendidikan di Indonesia. Peran guru BK sangatlah penting dan urgen dalam pendidikan di Sekolah. Terima Kasih.
    Wassalamualaikum. Wr. Wb.

  21. beny prasetyo

    Sabtu, 14 September 2013 | 10:30

    Perlu juga bagi guru BK untuk diberi kesempatan untuk masuk kelas.

  22. Krisnowati

    Minggu, 22 September 2013 | 22:12

    Saya selaku mahasiswa BK Universitas Negeri Semarang angkatan 2013, berharap bahwa saya nantinya bisa menjadi konselor yang dirindukan oleh siswanya kelak . Tidak semua guru BK itu ‘polisi tidur’, buktinya pas SMA guru BK saya sangat berperan sebagai mestinya, dan dari beliaulah saya terinspirasi. Jadi jangan melihat kerjaan guru BK dari sisi negatif saja, karena itu tergantung guru BK itu mempunyai jiwa konselor atau tidak, guru BK yang baik akan melakukan tugasnya sesuai mestinya.

  23. Huler Noberth

    Selasa, 1 Oktober 2013 | 21:17

    guru BK sangat penting bagi kalangan pendidikan, tapi sayangnya, masih ada sekolah yang tidak ada jam untuk keperluan BK. bagaimana dengan hal ini?

  24. K Zidan

    Senin, 21 Oktober 2013 | 08:41

    Apapun nama kurikulunya,yg penting action guru BK di lapangan. Kondisi siswa yg sarat dengan berbagai karakter dan kepribadian serta latar belakang kehidupan mereka yg akan berpengaruh terhadap munculnya masalah. Guru BK harus mampu berempati dan memposisikan dirinya yg kadang bisa menjadi teman,kadang menjadi kakak,kadang menjadi orang tua, tergantung masalah yg sedang dihadapi oleh siswa. Guru BK dituntut untuk mengenal dan dikenal oleh siswa dengan berbagai cara dan pendekatan, sekalipun banyak guru BK yang tidak diberi jam tatap muka dalam kelas secara rutin. kesempatan pada saat tatap muka di kelas yg mungkin dengan cara pinjam jam Guru Mapel atau mengisi jam kosong, harus dimanfaatkan seefektif mungkin agar siswa memiliki kesan positif dan merasa rugi apabila tidak mau dekat dengan guru BK.

  25. candra

    Rabu, 30 Oktober 2013 | 10:12

    sala buat sumua guru BK.
    sy seorng guru bk salahsatu sekolah di FLORES. disini kendala yg sy hadapi adalah kurangnya pemahaman teman2 guru mengenai pentingnya bk d sklh. malah setiap rapat dewan guru bk tidak dilibatkan. kadang sy malas kesekolah. banyak yg sy buat papan bk, prota, semester,jurnal harian,buku siswa.
    yang KTSP saja msih pusing, aplagi kurikulum 2013,kalo guru bk petting tolong sy minta bantuan juknis dan silabus, dan jam bk.
    trimakasi

  26. erni diana suhadi

    Jumat, 8 November 2013 | 13:02

    Saya guru BK di SMA N 3 Bitung Sulawesi Utara. Sampai saat ini saya masih menggunakan Kurikulum yg lama sehingga saya tdk tau lagi perkembangan terbaru dari Kurikulum yg baru 2013. Kalau boleh tolong kirimkan silabus 2013 untuk kemajuan kita semua. terima kasih

  27. umi diong

    Rabu, 27 November 2013 | 18:58

    moga dg adanya kurikulum 2013 tujuan para konselor dapat terwujud

  28. fendy

    Kamis, 5 Desember 2013 | 10:56

    bagaimna sich cara kta menemukan bakat siswa

  29. yunita afriani

    Sabtu, 7 Desember 2013 | 13:26

    Sy guru bk baru tlng dong kirimin perangkat BK lengkap soalny sy kesulitan bk

  30. JARKAWI

    Selasa, 7 Januari 2014 | 07:22

    Alahamdulillah… Bagi BK, Kurikulum 2013 merupakan suatu strategi BK untuk membangun pencitraan profesinya di persekolahan dan di dunia pendidikan menuju PERUBAHAN untuk Konselor yang bertanggung jawab dan bermartabat
    .

  31. Dian Andriansyah

    Kamis, 9 Januari 2014 | 10:51

    Θî daerah saya sebut saja Cikaum-Subang,,, maupun ϑî SMK/SMP baik Kepsek ataupun wakil kepsek(PKS) belum tau apa fungsi dan kinerja guru BK… Saya sudah jelaskan ke para beliau smua tentang guru BK,,tpi te2p mreka ƍäª ngerti2… Mreka te2p aja membrikan tugas kpda saya sbagai BK sang Polisi Sekolah… Yang saya harapkan untuk para pengawas sekolah kalau datang ke sekolah kami,,tolong jelaskan smua tentang guru BK dan peran’y,,supaya para beliau mengerti apa itu BK… Terimakasih,,,

  32. anna nurfajar

    Sabtu, 25 Januari 2014 | 11:11

    dsekolah saya guru BK tidak dberi jam untuk masuk kelas n saya jg masih bingung apa yg harus saya berikan kepada siswa sementara kepala sekolah malag menyuruh saya untuk cari informasi sendiri tentang ke BKaan untuk SMK OTOMOTIF, mohon bantuannya bisa kirimkan saya kurikulum BK untuk SMK terimakasidh sebelumnya

  33. tinamusyofah

    Selasa, 28 Januari 2014 | 08:27

    as slam konseling!dalam hati nurani saya sangat senang dan bangga menjadi guru bk, namun masih ditemukan kejanggalan di lapangan, banyak kwan2 yang masih memposisikan bk sebagai polisi sekolah, investigasi, menghukum, dsb, alangkah baiknya jika dalam setiap kurikulum memang tegas dirincikan tupoksi guru bk, posisi bk d nilai rapot, perangkat bk, evaluasi n tindak lanjut bk, sehingga bk bisa menjadi ranah konseling yang bisa berfungsi sebagaimana mestinya.sukses untuk kita semua.

  34. MARWIN

    Kamis, 13 Februari 2014 | 11:01

    Assalamulaikum….
    sy guru bk di sma namun masih banyak saya temukan di lapangan aktifitas sy memposisikan saya sebagai penjaga sekolah dan pemberi panismen / menjaga kandang saja. bahkan saya tidak dafat info mengenai kurikulum 2013 bk. ada pelatihan untuk guru bk bukan guru bk yg di kirim….. terimkasih sukses untuk guru bk

  35. Syafriadi

    Selasa, 25 Maret 2014 | 20:45

    sebaiknya pengawas sekolah dan guru BK dibekali kurikulum 2013

  36. yohanis kompleks sma 1 Nimboran

    Selasa, 8 April 2014 | 07:22

    yana maceyo
    pujisyukur bagiX
    dengan berlakunya kurikulum 2013 ini kiranya guru bk menunjukkan jati dirinya secara nyata dalam pelaksanaan tugas pengabdian pada pelayanan tugas perkembangan siswa sera optimal; bidang,jenis layanan khusunya pada layanan peminatan pada pejajaran tertentu untuk mencapai tujuan hidup yang membahagiakan siswa dikemudian hari.jika memugkinkan berikan kami kesempatan melihat Indonesia ( Jakarta ) sambil bertemu langsung para pakar bk diklat2 kur 2013 hal itu sangan berpengaruh secara spikologis. trims selamat dalam pelayanan kasih

  37. mukhamadbk

    Rabu, 14 Mei 2014 | 18:36

    kurikulum 2013? smoga tidak sekedar gtanti baju

  38. sity

    Kamis, 5 Juni 2014 | 11:35

    Mohon kirimi contoh silabus dan RPP untuk BK SMA, terima kasih…

  39. wika

    Jumat, 13 Juni 2014 | 10:10

    saya belum mendaptkan cotoh silabus dan rencana pelaksanaan layanan BK SMA, mohon bantuannya..

  40. yuli

    Senin, 16 Juni 2014 | 15:11

    Mohon ketegasan kepada kelapa sekolah untuk memberikan waktu kepada guru bk untuk bisa masuk dalam kelas. Kebanyakkan kepala sekolah kurang mengerti dengan tugas guru bk sehingga merasa tidak terlalu penting guru bk…

  41. Yessina Dewi

    Senin, 23 Juni 2014 | 09:50

    Saya guru MTs di Kab Tanah Datar, pak saya juga butuh kurikulum 2013 pak dimana saya bisa mendapat kan perangkat BK 2013 lengkap dengan program tahunan, semester, bulanan dan materinya terima kasih

  42. Muh Husni

    Kamis, 10 Juli 2014 | 09:48

    Pengalaman saya selama ini hanya menyelsaikan masalh yg terjadi dsekolah misalx siswa berkelahi,bolos dan pelanggaran lainnya..
    Atau dngan kata lain masih menjadi polisi sekolah, tp sy sangat berharap BK mempunyai jam wajib tidk berdasrkan jumlah siswa tp dsamakan dengan jam mata pelajaran yg lain..

  43. Andi Jumiati Diong

    Kamis, 10 Juli 2014 | 11:42

    Guru BK harus mampu mensosialisasikan jalur koordinasi yang benar di sekolah baik dengan Kepsek ataupun k guru mata pelajaran sehingga guru BK dapat menjalankan tugasnya dengan baik

  44. norlince wilhelmina metboki

    Selasa, 5 Agustus 2014 | 17:36

    saya guru bk baru yg bru mengajar bberapa bulan yg lalu…tolong dnk krimin sya silabus n perangkat layanan kurikulum 2013 ya……trims

  45. norlince wilhelmina metboki

    Selasa, 5 Agustus 2014 | 17:39

    tolong kirimkan silabus n RPP BK kurikulum 2013 SMA

  46. Ansenmus Taparman

    Kamis, 7 Agustus 2014 | 09:22

    saya mohon kalau bisa kirim silabus dan kurikulum bk untuk tingkat SMA, terima kasih

  47. Busra Adjahum

    Senin, 11 Agustus 2014 | 10:39

    Saya berharap dalam pengimplementasian kurikulum 2013 untuk seorang guru BK ada pengalokasian waktu, supaya aksi dilapangan dapat nyata di lakukan. Sesuai dengan pengalaman selama menjadi guru BK, waktu pelayanan tidak maksimal, karena seorang guru BK hanya mengharapkan jam kosong dari guru mata pelajaran. sehingga program yang telah di rencanakan tidak dapat terlaksana dengan baik. oleh karena itu saya berharap kepada para penentu kebijakan supaya dapat menyiapkan jam pembelajaran untuk pelayanan BK di tingkat pendidikan menengah. terima kasih.

  48. Hadi Wariyantho

    Selasa, 23 September 2014 | 08:48

    Jadi Konselor di era K.13 memang dituntut untuk punya daya kreasi yang tinggi, agar dapat memberikan layanan yg terbaik untuk siswa, yang terpenting sekecil apapun peluang yang ada untuk berinteraksi dg siswa harus dimanfaatkan scr optimal. Bahkan pengalaman sy kalau kita bisa memberikan layanan yg menarik kpd siswa, siswa sering mendatangi konselor/guru BK nya manakala ada jam kosong, bahkan sepulang sekolah. Berilah tayangan-tayangan yg menarik, yang memotivasi, menginspirasi dalam segala aspek, lebih-lebih yg menyangkut aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Salam Hangat untuk seluruh rekan-rekan Guru BK seantero nusantara.

  49. Lianggra

    Jumat, 26 September 2014 | 13:02

    Selamat siang semuanya, salam sejahtera..
    Menanggapi reposisi BK dalam K 13 adalah bahasan yang sangat menarik, saya berharap demikian juga bahasan BK K13 pada jenjang Sekolah Dasar, kami selaku pendidik sekolah dasar berharap ada acuan dan arah yang pasti sebagai pedoman mengantarkan putra putri bangsa ke jenjang berikutnya, disamping mempertimbangkan tugas perkembangannya. Terima kasih sebelumnya dan mohon pencerahannya.

  50. mbah nur

    Selasa, 30 September 2014 | 06:13

    untuk beliau yang berwenang, tolong ambil langkah nyata : masih banyak kepala sekolah yang tak paham dengan BK sehingga di sekolahnyapun tak memberi kesempatan guru bk masuk kelas, termasuk juga dalam penggunaan media, misalnya lcd proyektor, saya menemukan hal ini masih banyak terjadi di lapangan. Melalui media ini saya usul agar diadakan semacam pelatihan bk bagi kepala sekolah, atau untuk menduduki jabatan kepala sekolah disyaratkan harus telah lulus diklat bk. Tak akan bermanfaat, jika kualitas guru bk ditingkatkan tapi yak punya kesempatan.

  51. mbah nur

    Selasa, 30 September 2014 | 06:14

    untuk beliau yang berwenang, tolong ambil langkah nyata : masih banyak kepala sekolah yang tak paham dengan BK sehingga di sekolahnyapun tak memberi kesempatan guru bk masuk kelas, termasuk juga dalam penggunaan media, misalnya lcd proyektor, saya menemukan hal ini masih banyak terjadi di lapangan. Melalui media ini saya usul agar diadakan semacam pelatihan bk bagi kepala sekolah, atau untuk menduduki jabatan kepala sekolah disyaratkan harus telah lulus diklat bk. Tak akan bermanfaat, jika kualitas guru bk ditingkatkan tapi tak punya kesempatan.

  52. evi erlina

    Minggu, 19 Oktober 2014 | 20:02

    as. tolong kejelasan /penjelasan mengenai guru BK di sekolah dasar SD/MI karena di kurikulum 2013 sepertinya kami tidak di anggap,jadi gimana nasib kami yang di tugas kan di SD/MI?…mohon penjelasan nya

  53. ibu martha

    Senin, 20 Oktober 2014 | 20:22

    pelaksanaan BK disekolah sudah berlaku meskipun blm ada jam khusus untuk bk,,,,tp kendalahnya tidak seimbangnya guru BK dng jumlah siswa yang melebihi kemmpuan guru bk,,,saranq,,,agar kepsek menambah tenaga konselor disekolahq,,,mksh

  54. bambang haryanto

    Selasa, 21 Oktober 2014 | 09:05

    semoga guru Bimbingan Konseling semakin terdepan,aminnn

  55. hahan

    Jumat, 7 November 2014 | 14:59

    semua permasalahan diatas mohon ditampung kemudian difollow up oleh pejabat yg berwenang jgn cuma jadi wacana tok, memang perlu ketegasan dari pejabat yg berwenang terutama dikpora kabupaten utk melanjutkan permendikbud diatas dan dilaksanakan, sosialisasinya kurang ke sekolah2, terutama pd kepala sekolah masing2 yg kurang paham dunia BK, sehingga BK terkesan dianak tirikan, klo kementrian udah mengeluarkan permendikbud seperti itu sebenarnya dikpora kabupaten mensosialisasikan k13 peran BK ke sekolah2 lewat ks nya masing2, shng guru bk bisa maksimal, biarpun itu wewenang ks masing2, tapi klo yg memerintah permen apalagi kepala dikpora masak kepala sekolah masih bantah…perlu ketegasan sy pikir,klo gak pernah masuk kelas, bertatap muka spt permendikbud 111 th 2014, masak siswa kenal sama guru BK? biarpun ada diluar jam belajar tapi yg bisa terlayani cuma bbr siswa saja,mohon teman2 guru bk mengomentari ini?

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2010 Universitas Negeri Semarang | Sitemap | Kredit | Arsip| Situs Lama | Masuk log
^Back to Top