Kritik Atas Buku Sastra Jurnalistik Menelisik Mafia Hukum

Kamis, 10 Desember 2015 | 11:30 WIB


Kritik Atas Buku Sastra Jurnalistik Menelisik Mafia Hukum
HUMAS/BURHAN

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar acara bedah buku Sastra Jurnalistik-Menyelisik Mafia Hukum karya wartawan SCTV Teguh Hadi Prayitno, di Gedung B1 FBS Unnes, Selasa (8/12).

Selain penulis, hadir sebagai pembahas Mulyana MHum (Unnes), Achiar M Permana (Tribun Jateng), dan Suseno MA (Unnes), sedangkan Saroni Asikin (Suara Merdeka) menjadi moderator dalam bedah buku tersebut.

Buku Sastra Jurnalistik-Menyelisik Mafia Hukum merupakan hasil penelitian Teguh Hadi Prayitno atas novel Abal-Abal karya Arswendo Atmowiloto. Abal-Abal adalah novel yang bercerita tentang praktik mafia hukum.

Teguh Hadi Prayitno menyatakan, istilah sastra jurnalistik berbeda dengan jurnalisme sastrawi. Jurnalisme sastrawi telah dikenal lama di dunia barat dan kemudian diadopsi di Indonesia. Teguh berharap mendapat masukan, kritikan dan saling berbagi pemikiran atas sastra jurnalistik

Mulyana MHum, menyatakan perlu ditelisik geneologi sastra jurnalistik yang bukan sekadar penulisan cerita berlandas berita, sehingga akan memperkuat klaim atas sastra jurnalistik selain memperbanyak banyak contoh. Suseno MA menegaskan, buku sastra jurnalistik lebih tepatnya merupakan analisis dari novel Abal- Abal.


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 1.181 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X