Apel Pagi Itu pun Berbahasa Jawa

Senin, 21 Februari 2011 | 8:20 WIB


Apel Pagi Itu pun Berbahasa Jawa
Dhoni Zustiantoro/HUMAS

Apel pagi berbahasa Jawa di FBS Unnes.

Siyaga…. Tandya!” Begitu aba-aba yang terdengar saat apel pagi di halaman dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (21/2).

Tak usah kaget jika aba-aba yang digunakan komandan upacara seperti itu. Sebab, bahasa Jawa memang sedang dipilih sebagai moda ungkap semua petugas apel, mulai dari komandan, pembina, hingga pembaca doa.

Menika ngiras pantes minangka pengetan Dinten Basa Ibu Sadonya ingkang dhawah dinten menika, 21 Februari (Ini sekaligus sebagai peringatan Bahasa Ibu Internasional yang jatuh hari ini, 21 Februari),” kata Agus Yuwono, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel.

Manggala upacara manjing ing sasana upacara, barisaning upacara kasigakaken (Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara, peserta upacara disiapkan).” Belum juga kalimat itu rampung terucap dari mulut pembawa acara, para peserta yang terdiri atas tenaga administrasi, dosen, pejabat jurusan-fakultas, dan mahasiswa sudah tampak mesam-mesem menahan geli. Maklum saja, kata-kata seperti itu boleh jadi terdengar aneh di telinga.

Menawi wonten ing tanah Arab, sedaya ingkang lair, ageng, lan nyambut damel ing ngrika, mesthi saged lan sami ngginakaken basa Arab. Ingkang boten saged lan boten ngginakaken namung unta. Mangga, menika dipunsuraos piyambak ing ngriki (Di tanah Arab, siapa pun yang lahir, besar, dan bekerja di sana pasti bias dan menggunakan bahasa Arab. Kecuali unta. Silakan dimaknai sendiri di tanah kita),” kata Agus Yuwono saat menyampaikan amanatnya.

Sekadar catatan, Hari Bahasa Ibu Internasioal yang diperingati setiap 21 Februari dimaksudkan oleh UNESCO agar setiap penutur bahasa kembali mengingat pada bahasa ibunya –bahasa yang dikenal pertama semenjak lahir. Peringatan itu dipandang penting karena beberapa bahasa ibu telah mengalami kepunahan.


DIUNGGAH : Sucipto Hadi Purnomo Dibaca : 6.370 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

12 komentar pada “Apel Pagi Itu pun Berbahasa Jawa

  1. iya ya.. kok aneh tapi nyata, lantas ini salah siapa ?! kita semua kali ya ?!
    ini mungkin karena bhs jawa banyak macamnya / tingkatannya, ada ngoko, ada krama, masih dibagi lagi mnjdi krama madya, krama inggil, atau malah masih ada lagi jawa kawi (spt dalam pedalangan).. yuk belajar lagi aja … ah..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X