{"id":8564,"date":"2017-04-19T16:47:00","date_gmt":"2017-04-19T09:47:00","guid":{"rendered":"http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/?p=8564"},"modified":"2017-04-19T16:47:00","modified_gmt":"2017-04-19T09:47:00","slug":"pembangunan-berkelanjutan-sebagai-upaya-peningkatan-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/2017\/04\/19\/pembangunan-berkelanjutan-sebagai-upaya-peningkatan-kesejahteraan\/","title":{"rendered":"Pembangunan Berkelanjutan sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/upload.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8567\" alt=\"upload\" src=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/upload.jpg\" width=\"450\" height=\"250\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pembangunan berkelanjutan seluruhnya bertujuan agar masyarakat menjadi sejahtera. Salah satu langkah yang diambil agar masyarakat menjadi sejahtera adalah dengan disepakatinya <i>Millenium Development Goals<\/i> (MDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000. Indonesia, sebagai salah satu anggota PBB telah melaksanakan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan untuk mencapai sasaran MDGs sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cCapaian Indonesia tahun 2015, telah memenuhi 49 dari 67 indikator MDGs. Masih ada 18 indikator yang masih belum tercapai, diantaranya kemiskinan penduduk, gizi dan asupan kalori, angka kematian ibu, prevalensi HIV dan AIDS, tutupan kawasan hutan, emisi CO2, air minum perdesaan, sanitasi layak, kawasan kumuh perkotaan, dan masih ada 9 indikator lainnya,\u201d jelas Deputi Menteri PPN\/ Kepala Bappenas bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Dr. Ir. Subandi, M.Sc., ketika mengisi kuliah umum Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu 19 April 2017 di kampus Kelud Pascasarjana Unnes.<\/p>\n<p>Dr. Subandi menjelaskan pula tentang <i>Sustainable Development Goals<\/i> (SDGs) sebagai penyempurnaan dari MDGs. SDGs dinilai lebih komprehensif karena disusun dengan melibatkan lebih banyak negara. Karena lebih sempurna, maka pengetahuan\u00a0 tentang SDGs sangat luas. \u201cDiharapkan mahasiswa Unnes dapat mengangkat topik SDGs dalam penelitian tesis dan disertasinya sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat menjadi sumbangan terhadap pemenuhan indikator SDGs,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan <i>keynote speaker<\/i> tentang akselerasi Unnes dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif melalui pengelolaan perguruan tinggi yang bereputasi. Di Indonesia, ada 49\u00a0 perguruan tinggi yang berakreditasi unggul dan Unnes salah satunya. \u201cAkreditasi unggul tersebut membawa konsekuensi agar Unnes meningkatkan ratingnya menjadi tahun reputasi, yakni meningkatkan pelayanan mutu dan publikasinya di jurnal terakreditasi nasional maupun jurnal internasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Direktur Pascasarjana Unnes Prof. Dr. H. Achmad Slamet, M.Si. berharap kuliah umum bertema \u201cPelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB\/SDGs) di Indonesia\u201d ini memberikan pencerahan bagi 353 mahasiswa yang hadir pada siang hari itu. \u201cIni merupakan kedua kalinya Dr. Ir. Subandi, M.Sc. mengisi kuliah umum di Pascasarjana, semoga kali ini mahasiswa diberikan pencerahan tentang pembangunan SDM dan pembangunan,\u201d katanya.    \t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan berkelanjutan seluruhnya bertujuan agar masyarakat menjadi sejahtera. Salah satu langkah yang diambil agar masyarakat menjadi sejahtera adalah dengan disepakatinya Millenium Development Goals (MDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000. Indonesia, sebagai salah satu anggota PBB telah melaksanakan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan untuk mencapai sasaran MDGs sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-8564","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8564"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8564\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}