{"id":7905,"date":"2016-11-03T14:39:12","date_gmt":"2016-11-03T07:39:12","guid":{"rendered":"http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/?p=7905"},"modified":"2016-11-03T14:39:12","modified_gmt":"2016-11-03T07:39:12","slug":"dosen-monash-university-australia-isi-kuliah-tamu-di-pps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/2016\/11\/03\/dosen-monash-university-australia-isi-kuliah-tamu-di-pps\/","title":{"rendered":"Dosen Monash University Australia Isi Kuliah Tamu di PPs"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/foto-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7906\" alt=\"foto 3\" src=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/foto-3.jpg\" width=\"500 height=\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2016\/11\/foto-3.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2016\/11\/foto-3-300x131.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2016\/11\/foto-3-768x335.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a> <\/p>\n<p>Sejarah hubungan Indonesia dan Australia berawal dari peristiwa perang dunia II yakni ketika Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada saat itu, diplomat yang ke Autralia pasti membicarakan tentang dukungan Australia kepada Indonesia. \u201cIni menandakan bahwa sejarah melibatkan semua orang bahkan negara, tak terkecuali Indonesia pada awal kemerdekaannya,\u201d kata Dr. Paul Thomas, dosen kajian budaya Indonesia Monash University Autralia saat mengisi kuliah tamu program studi S2-S3 Pendidikan Bahasa Indonesia di Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes), Kamis 3 November 2016. <\/p>\n<p>Dengan bahasa Indonesia fasih, Paul menjelaskan pada abad ke-17 orang Makasar mulai ke pantai utara Australia untuk mencari mutiara dan hamba (budak). Ada kepercayaan bahwa ketika adanya interaksi (perdagangan) itu, penduduk pantai utara jadi fasih menggunakan bahasa Melayu. \u201cNamun asal usul ini belum dipastikan kebenarannya. Bisa jadi penduduk pantai utaralah yang ikut ke Makasar yang fasih menggunakan bahasa Melayu,\u201d katanya. <\/p>\n<p>Selain itu, pada tahun 1640 ada yang menyebutkan bahwa pantai utara termasuk daerah Kerajaan Gowa. Hal ini dikarenakan intensnya masyarakat Makasar ke pantai utara untuk berdagang. Dibuktikan dengan adanya pernikahan orang Makasar dengan perempuan pantai utara. Ditengarai ini salah satu pemicu terjadinya perang karena orang Makasar suka main perempuan yang belum bersuami maupun bersuami. \u201cPengaruh kerajaan Gowa mungkin ada tetapi jika pantai utara termasuk kerajaan Gowa itu tidak benar. Pantai utara hanya wilayah perdagangan mereka,\u201d kata Paul di depan puluhan mahasiswa itu. <\/p>\n<p>Koordinator program studi S2-S3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Hari Bakti Mardikantoro, M.Hum berharap mahasiswa dapat memperoleh manfaat dari apa yang disampaikan oleh Dr. Paul Thomas. \u201cIni memberikan pengetahuan kepada kita untuk memahami sejarah negara kita dengan Australia dengan mengandalkan sejarah sebagai titik tolaknya,\u201d katanya. <\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Prof. Dr. H. Achmad Slamet, M.Si. menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dr. Paul Thomas sebagai salah satu implementasi MoA PPs Unnes dengan Monash University Australia yang sebelumnya pernah dilaksanakan di Monash University Australia bulan September lalu.    \t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah hubungan Indonesia dan Australia berawal dari peristiwa perang dunia II yakni ketika Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada saat itu, diplomat yang ke Autralia pasti membicarakan tentang dukungan Australia kepada Indonesia. \u201cIni menandakan bahwa sejarah melibatkan semua orang bahkan negara, tak terkecuali Indonesia pada awal kemerdekaannya,\u201d kata Dr. Paul Thomas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-7905","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7905"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7905\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}