{"id":6785,"date":"2016-03-03T10:15:27","date_gmt":"2016-03-03T03:15:27","guid":{"rendered":"http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/?p=6785"},"modified":"2016-03-03T10:15:27","modified_gmt":"2016-03-03T03:15:27","slug":"diperlukan-penanaman-jiwa-olimpisme-pada-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/2016\/03\/03\/diperlukan-penanaman-jiwa-olimpisme-pada-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Diperlukan Penanaman Jiwa Olimpisme pada Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/DSC_0058.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6786\" alt=\"DSC_0058\" src=\"http:\/\/http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/DSC_0058.jpg\" width=\"280\" height=\"180\" \/><\/a> Diperlukan penanaman jiwa-jiwa olimpisme pada generasi muda, termasuk mahasiswa, karena olahraga merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. Caranya dengan mengintegrasikan diri lewat olahraga untuk mencapai kedamaian dunia.<\/p>\n<p>Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Dr. (HC) Rita Soebowo mengemukakan hal itu pada Seminar Nasional Keolahragaan, di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran, Rabu 2 Maret 2016. Seminar dalam rangka Dies Natalis Ke-51 Unnes itu digelar oleh Program Pascasarjana (PPs) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes. Seminar bertema \u201cKonservasi Nilai-Nilai Keolahragaan melalui Olympic Movement\u201d itu juga menghadirkan pembicara Prof. Dr. Soegiyanto, KS., MS. (Koodinator \u00a0Program Studi S2 &amp; S3 Pendidikan Olahraga), Laksamana TNI (Purn) Ahmad Soetjipto (Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas), dan Dr. Mugiyo Hartono, M.Pd sebagai moderator.<\/p>\n<p>Rita berpendapat, perlu adanya penanaman jiwa olimpisme di lingkungan pendidikan untuk mengasah multikompetensi mahasiswa. Caranya dengan mengembangkan intelektual, dibangunnya kematangan emosional, pengembangan keyakinan diri. serta pengembangan ketangguhan diri. Pada kesempatan itu, Prof Soegiyanto berbicara tentang sportivitas yang tak lepas dari tujuh pilar konservasi yang dimiliki Unnes. \u201cPenanaman tujuh pilar tersebut dapat menguatkan perilaku warga Unnes agar memiliki jiwa petarung sejati,\u201dkatanya di depan 400-an peserta seminar.<\/p>\n<p>Dijelaskan Prof Soegiyanto, seorang petarung sejati selalu disiplin dalam bertindak dan berperilaku, mengikuti ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan, terutama saat bertanding. Sikap dan perilaku ini harus didasarkan pada kesadaran moral, yaitu kesiapan untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan aturan. Kemudian, sportivitas dapat mempunyai andil besar sebagai penyangga salah satu pilar konservasi.<\/p>\n<p>Adapun Laksamana TNI (Purn) Ahmad Soetjipto mengingatkan, pada tahun 2018 Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XIV. Momentun ini harus dijadikan penggerak untuk mengembalikan keunggulan olahraga Indonesia di Asia Tenggara. Pihak Satlak PRIMA akan mengambil inisiatif untuk mengembangkan misi 2018 dan menemukan formula untuk mencapai sukses. \u201cAkan menyusun program pelatihan spesifik serta menyediakan alat-alat latihan modern bagi atlet yang akan bertanding di Asian Games. Ini akan baik untuk peningkatan performa atlet,\u201dkata Soetjipto.<\/p>\n<p>Salah satu peserta seminar dari Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Didi Setyawan mengungkapkan, seminar ini sangat memotivasi mahasiswa untuk melakukan gerakan, terutama di bidang olahraga, untuk andil dalam mengharumkan Indonesia.<strong> (Shabrina Alania)<\/strong>    \t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diperlukan penanaman jiwa-jiwa olimpisme pada generasi muda, termasuk mahasiswa, karena olahraga merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. Caranya dengan mengintegrasikan diri lewat olahraga untuk mencapai kedamaian dunia. Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Dr. (HC) Rita Soebowo mengemukakan hal itu pada Seminar Nasional Keolahragaan, di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran, Rabu 2 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-6785","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6785\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}