{"id":10319,"date":"2018-02-12T19:01:38","date_gmt":"2018-02-12T12:01:38","guid":{"rendered":"http:\/\/pps.unnes.ac.id\/pps2\/?p=10319"},"modified":"2018-02-12T19:01:38","modified_gmt":"2018-02-12T12:01:38","slug":"eko-sugiarto-usia-29-tahun-lulus-doktor-dengan-ipk-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/2018\/02\/12\/eko-sugiarto-usia-29-tahun-lulus-doktor-dengan-ipk-4\/","title":{"rendered":"Eko Sugiarto, Usia 29 Tahun Lulus Doktor dengan IPK 4"},"content":{"rendered":"<p>Dosen Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES) Eko Sugiarto SPd MPd berhasil menyelesaikan pendidikan doktor pada usia 29 tahun 2 bulan. Dengan usia itu, Eko merupakan salah satu doktor termuda yang pernah diluluskan Universitas Negeri Semarang.<\/p>\n<p>Dalam sidang terbuka di Kampus Pascarjana, Senin (12\/2), Eko memaparkan disertasi berjudul \u201cRepresentasi Pendidikan Seni Kolaboratif Sekolah-Masyarakat dalam Pewarisan Kriya Anyaman Desa Jepang Kabupaten Kudus\u201d.<\/p>\n<p>Para penguji mengapresiasi penelitian Eko dengan predikat \u201csangat memuaskan\u201d. Secara akumulatif, Eko juga meraih indeks prestasi komulatif (IPK)sempurna, yaitu 4.<\/p>\n<p>Promotornya, Prof Tjetjep Rohendi Rohidi MA memuji Eko sebagai pribadi yang ulet. Menurut profesor antropologi seni ini, Eko tidak hanya memiliki keunggulan akademik tetapi juga karakter.<\/p>\n<p>Melalui penelitiannya Eko mengungkap model pendidikan kriya di lingkungan masyarakat Desa Jepang, Kabupaten Kudus. Kelestarian kriye anyaman di daerah tersebut ditopang oleh pendidikan informal di lingkup sekolah dan masyarakat.<\/p>\n<p>Pola pewarisannya menggunakan metode melihat (menyaksikan), meniru dengan bimbingan orang tua, berkarya mandiri, dan pengulangan karya<\/p>\n<p>unnes.ac.id    \t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES) Eko Sugiarto SPd MPd berhasil menyelesaikan pendidikan doktor pada usia 29 tahun 2 bulan. Dengan usia itu, Eko merupakan salah satu doktor termuda yang pernah diluluskan Universitas Negeri Semarang. Dalam sidang terbuka di Kampus Pascarjana, Senin (12\/2), Eko memaparkan disertasi berjudul \u201cRepresentasi Pendidikan Seni Kolaboratif Sekolah-Masyarakat dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":10321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-10319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/sps\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}