Menjadi Mahasiswa yang Beruntung


Menjadi Mahasiswa yang Beruntung

Setiap individu mengidamkan hidup yang berharga. Begitu juga mahasiswa. Dalam kondisi normal, mahasiswa mana pun ingin menjadi pribadi yang berprestasi, hidup dalam rasa syukur, menjadi kebanggaan orang tua, kebanggaan perguruan tinggi, dan kebanggan bangsa.

Tapi sayangnya, tidak setiap orang bisa mewujudkan hal ideal yang diidamkannya. Ada orang yang justru merugi karena menjauhkan diri dari hal yang diinginkannya.

Mahasiswa di seluruh Indonesia dapat dibagi dalam dua kategori besar, yakni mahasiswa yang beruntung dan mahasiswa yang merugi. Apa yang membedakannya? Mahasiswa beruntung adalah  mereka yang senantiasa mendapatkan keuntungan. Sementara mahasiswa merugi adalah mahasiswa yang mendapatkan kerugian.

Keberuntungan dan kerugian mahasiswa dapat dibedakan berdasarkan dua variabel sebagaimana dapat kita lihat pada tabel berikut ini.

Mahasiswa Beruntung Mahasiswa Merugi
Niat lurus Niat bengkok
Integritas kejujuran Integurtas kebohongan
Integritas Cinta Integrates Kebencian

Mahasiswa yang memiliki niat lurus adalah mahasiswa yang beruntung. Mahasiswa yang memiliki niat bengkok adalah mahasiswa yang merugi.

Selanjutnya, mahasiswa yang bertingritas kejujuran dalam ucapan dan perilakunya adalah mahasiswa yang beruntung. Sebaliknya, mahasiswa yang integritasnya kebohongan adalah mahasiswa yang merugi. Mahasiswa yang memiliki integritas yang didasari cinta kasih adalah mahasiswa beruntung. Sebaliknya, mahasiswa yang didasari kebencian adalah mahasiswa yang merugi.

Kedua kategori itu adalah pilihan. Anda akan memilih yang mana? Tergantung pada Anda sendiri. Andalah yang menentukan pilihan. Anda akan memilih menjadi mahasiswa yang beruntung atau justru menjadi mahasiswa yang merugi tergantung pada pilihan Anda. Bukankah Tuhan akan mengubah nasib suatu kaum tergantung pada kaum itu sendiri?


Sekarang Anda masih mudik untuk lebaran, Ada pula yang tidak mudik karena orang tua atau handai taulan jauh di seberang pulau. Atau barangkali Anda adalah mahasiswa internasional sehingga tidak melakukan mudik ke negara asal. Saat ini adalah saat tepat untuk memfitrikan komitmen Anda sebagai mahasiswa. Saat ini adalah saat tepat untuk meneguhkan diri sebagai mahasiswa yang beruntung, bukan mahasiswa yang merugi.

Caranya bagaimana? Pertama, mulailah dari niat. Luruskan niat kembali ke kampus untuk mengikuti ujian akhir semester dengan target lulus dan meraih prestasi terbaik.

Bagi yang tidak ada mata kuliah, kembali untuk bimbingan skripsi dengan target menyelesaikan skripsi, segera ujian, dan wisuda. Lalu, bagi yang belum punya judul skripsi, kembali ke kampus untuk menemui dosen pembimbing dengan target disetujui judul skripsi/tesis/disertasinya.

Luruskan niat Anda. Tetap teguh dalam niat yang lurus. Jangan tergoda dengan ajakan dan bujukan setan yang akan merugikan diri Anda sendiri.

Kedua, teguhkan integritas. Teguhkan integritas dengan jujur kepada diri sendiri, jujur kepada orang tua, juga jujur kepada siapa pun. Saat ini adalah saat yang tepat untuk memfitrikan kejujuran Anda. Sampaikan secara jujur pada orang tua perkembangan studi Anda dan niat-niat Anda dalam kuliah.

Setelah itu, teguhkan integritas Anda dalam ucapan dan tindakan yang didasarkan atas cinta dan kasih sayang. Rasa cinta dan kasih sayang pada diri sendiri, rasa cinta dan kasih sayang kepada orang tua, juga jangan lupa rasa cinta dan kasih sayang pada dosen, almamater dan Indonesia. Hindarilah rasa benci.

Orang bijak bilang, “kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana pun”. Artinya, kejujuran adalah nilai yang diterima di berbagai komunitas dan kebudayaan. Adapun cinta adalah buah yang bisa dinikmati siapa pun. Cinta dan kasih sayang terasa segar dan manis, kapan dan di mana pun dikonsumsi.

Karena itu, mari bersikap jujur dan senantiasa mengekspresikan kasih sayang. Hindari ungkapan kebohongan dan kebencian. Apalagi kebencian dan kebohongan yang diungkapkan secara lisan atau tulisan di Medsos. Walaupun itu hak Anda, dunia akan membaca dan mencatatnya bahwa Anda penyebar kebencian.

Sebaliknya, mari mengekspresikan rasa integritas cinta dan kejujuran secara lisan dengan ucapan, tindakan, dengan senyum, dengan emoticon, dengan status Anda. Walaupun hanya kita kata ajaib sederhana seperti alhamdulillan, terima kasih, dan maaf, dampaknya akan terasa sangat berharga.

Saya percaya dan senantiasa berdoa semoga seluruh mahasiswa UNNES menjadi mahasiswa yang beruntung.

Langit biru tampak merona
Dipandang sambil minum kopi
Luruskan niat dan integritas kita
Semoga Allah senantiasa meridai

Fathur Rokhman
Dosen dan Rektor UNNES, pernah  menjadi aktivis mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X