{"id":5306,"date":"2021-03-09T00:50:30","date_gmt":"2021-03-08T17:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v3\/?p=5306"},"modified":"2021-03-09T00:50:30","modified_gmt":"2021-03-08T17:50:30","slug":"produksi-gas-hidrogen-melalui-photocatalytic-water-splitting-menggunakan-fotokatalis-cu2o-tio2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/2021\/03\/09\/produksi-gas-hidrogen-melalui-photocatalytic-water-splitting-menggunakan-fotokatalis-cu2o-tio2\/","title":{"rendered":"PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PHOTOCATALYTIC WATER SPLITTING MENGGUNAKAN FOTOKATALIS Cu2O\/TiO2"},"content":{"rendered":"\n<p>Gas hidrogen (H<sub>2<\/sub>) merupakan alternatif sumber energi yang menjanjikan dibandingkan dengan bahan bakar fosil tradisional seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam karena jumlahnya yang melimpah, sangat efisien, tidak beracun, dan tidak menghasilkan emisi yang berbahaya saat digunakan sebagai bahan bakar. Saat ini, gas H<sub>2<\/sub> telah diproduksi dan diaplikasikan di negara-negara maju, seperti, Amerika Serikat, Ingris, Jerman, Perancis, Jepang, China, dan lain-lain, sebagai bahan bakar transportasi dan pembangkit listrik melalui reaksi kimia antara gas H<sub>2<\/sub> dan oksigen (O<sub>2<\/sub>) yang mana reaksi kimia ini sama sekali tidak memiliki polusi karena emisinya berupa uap air (H<sub>2<\/sub>O) yang dapat diubah lagi menjadi energi. Dilansir dari TEMPO.CO, di Indonesia, pada tahun 2019, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah berhasil mengaplikasikan gas H<sub>2<\/sub> sebagai bahan bakar sebuah mobil hidrogen meskipun sekarang ini belum bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian tetang produksi gas H<sub>2<\/sub> telah menarik perhatian para saintis sejak beberapa dekade terakhir, khususnya bidang fisika, kimia, dan teknik lingkungan. Sebenarnya, gas H<sub>2<\/sub> dapat diproduksi dengan proses yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan, misalnya melalui <em>photocatalytic water splitting<\/em>, yaitu pemisahan molekul H<sub>2<\/sub>O menjadi gas H<sub>2<\/sub> dan O<sub>2<\/sub> (\u2206E<sup>0 <\/sup>= 1.23 eV) oleh fotokatalis dengan bantuan cahaya matahari. Dalam fotokatalisis terjadi peristiwa reduksi oksidasi yaitu adanya peristiwa serah terima elektron karena adanya cahaya matahari yang mengaktivasi katalis tersebut. Umumnya, fotokatalis berupa semikonduktor yang harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya memiliki <em>bandgap<\/em> di atas 1.23 eV, pita konduksinya terletak pada potensial yang lebih negatif dari potensial reduksi H<sup>+<\/sup> menjadi H<sub>2<\/sub> (\u22120,61 V vs Ag\/AgCl, pH = 7), dan pita valensinya terletak pada potensial yang lebih positif dari potensial oksidasi H<sub>2<\/sub>O menjadi O<sub>2<\/sub> (0,62 V vs Ag\/AgCl, pH = 7). Jika semikonduktor itu disinari dengan cahaya, maka akan tercipta pasangan elektron dan hole. Hole tersebut akan bereaksi dengan H<sub>2<\/sub>O dan menghasilkan ion H<sup>+ <\/sup>dan gas O<sub>2<\/sub>. Sementara itu, elektron akan bereaksi dengan ion H<sup>+<\/sup> dan menghasilkan gas H<sub>2<\/sub>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Photocatalytic water splitting <\/em>pertama kali dilaporkan oleh dua saintis dari Jepang yang bernama Fujishima dan Honda pada tahun 1972 menggunakan fotokatalis <em>titanium dioxide<\/em> (TiO<sub>2<\/sub>) sebagai <em>photoanode<\/em> dan <em>platinum<\/em> (Pt) sebagai <em>cathode<\/em> (Fujishima &amp; Honda, 1972). TiO<sub>2<\/sub> merupakan semikonduktor logam oksida tipe-n yang hanya mampu menyerap cahaya <em>ultraviolet<\/em> (UV) karena memiliki <em>bandgap<\/em> yang lebar, yaitu sekitar 3,2 eV (Tang, Prasad, Sanjin\u00e8s, Schmid, &amp; L\u00e9vy, 1994). TiO<sub>2<\/sub> banyak digunakan sebagai fotokatalis karena memiliki beberapa karakteristik yang menguntungkan, seperti stabil secara kimiawi, tidak korosif, ramah lingkungan, melimpah, dan hemat biaya fabrikasi. Namun karena sinar UV (panjang gelombang 300-400 nm) yang terkandung dalam cahaya matahari yang sampai di permukaan bumi hanya sekitar 5%, efisiensi konversi energi matahari pada TiO<sub>2<\/sub> dibatasi oleh tingkat penyerapan sinar UV. Kelemahan TiO<sub>2<\/sub> lainnya adalah tingkat rekombinasi elektron dan holeyang tinggi sehingga akan mengurangi efisiensi TiO<sub>2<\/sub> (Singh &amp; Dutta, 2018).<\/p>\n\n\n\n<p>Pencarian fotokatalis yang mampu menyerap cahaya tampak (<em>visible<\/em>) terus dilakukan karena karena efisiensi fotokatalis akan meningkat mengingat cahaya matahari mengandung 43 % cahaya <em>visible<\/em> (panjang gelombang 400-700 nm) dan 52% cahaya <em>near-infrared <\/em>(panjang gelombang 700-2500 nm). Salah satu semikonduktor yang mampu menyerap cahaya UV dan <em>visible<\/em> adalah <em>cuprous oxide<\/em> (Cu<sub>2<\/sub>O) karena memiliki <em>bandgap<\/em> yang sempit, yaitu sekitar 2,1 eV. Cu<sub>2<\/sub>O merupakan semikonduktor logam oksida tipe-p yang memenuhi kriteria <em>photocatalytic water splitting<\/em>, yaitu pada pH = 7, pita konduksinya terletak pada \u22121,35 V vs Ag\/AgCl, yang mana potensial tersebut lebih negatif daripada potensial reduksi H<sup>+<\/sup> menjadi H<sub>2<\/sub> dan pita valensinya terletak pada 0,65 V vs Ag\/AgCl, yang mana potensial tersebut lebih positif daripada potensial oksidasi H<sub>2<\/sub>O menjadi O<sub>2<\/sub> (de Jongh, Vanmaekelbergh, &amp; Kelly, 2000). Selain itu, Cu<sub>2<\/sub>O sangatlah menarik karena dapat difabrikasi dengan teknik yang sederhana dan murah.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memperpanjang penyerapan cahaya oleh fotokatalis ke rentang cahaya <em>visible<\/em>, TiO<sub>2<\/sub> dapat dikombinasikan dengan Cu<sub>2<\/sub>O untuk membentuk p-n<em> heterojunction<\/em>, yang diberi namaCu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub>. Dalam studi terbaru, fotokatalis Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> diaplikasikan dalam pengelohan limbah untuk mendegradasi polutan, misalnya zat warna <em>methylene blue<\/em> (Xiang, Ya, Hu, Li, &amp; Liu, 2017), gas CO<sub>2<\/sub> (Aguirre, Zhou, Eugene, Guzman, &amp; Grela, 2017), dan obat-obatan <em>ibuprofen<\/em> (Sun dkk, 2016). Sementara itu, produksi gas H<sub>2<\/sub> melalui <em>photocatalytic water splitting<\/em> tanpa adanya penerapan tegangan eksternal yang menggunakan fotokatalis Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> masih belum dilaporkan dengan baik. Harapannya, fotokatalis Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> akan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan TiO<sub>2<\/sub> dan Cu<sub>2<\/sub>O itu sendiri karena sifat Cu<sub>2<\/sub>O yang dapat menyerap cahayaUV-<em>visible<\/em> dan adanya p-n<em> heterojunction<\/em> dapat mengurangi terjadinya rekombinasi elektron dan hole baik di TiO<sub>2<\/sub> maupun di Cu<sub>2<\/sub>O. Hasil penelitian kami sebelumnya mengungkap bahwa Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> menunjukkan <em>spectral response <\/em>(<em>photocurrent <\/em>yang diukur di bawah penyinaran cahaya <em>monochromatic <\/em>dengan berbagai panjang gelombang yang berbeda dan intesintas cahaya yang sama) yang lebih baik dibandingkan dengan TiO<sub>2<\/sub> dan Cu<sub>2<\/sub>O &nbsp;(Khasanah dkk, 2021). Dalam konteks <em>heterojunction<\/em>, penyelarasan pita energi dari dua material semikonduktor memainkan peran penting dalam transfer elektron karena akan berimbas pada efisiensi konversi energi cahaya matahari menjadi energi gas H<sub>2<\/sub>. Oleh karena itu, penerapan teknik fabrikasi Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2 <em>&nbsp;<\/em><\/sub>yang tepat akan menghasilkan kualitas fotokatalis yang bagus dan dimungkinkan untuk dapat memproduksi gas H<sub>2<\/sub> dibawah penyinaran cahaya matahari. &nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5309\" width=\"-130\" height=\"-130\" \/><figcaption><strong>Riza Ariyani Nur Khasanah, S.Pd., M.Sc.<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Riza Ariyani Nur Khasanah, S.Pd., M.Sc.<\/strong> <em>adalah alumni mahasiswi S1 Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, 2011-2015. Riza kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Jurusan Fisika, Universitas Gadjah Mada, 2016-2018. Saat ini, Riza adalah mahasiswi Ph.D., Jurusan Applied Physics, Tunghai University, Taiwan, 2018-sekarang.<\/em><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Aguirre, M. E., Zhou, R., Eugene, A. J., Guzman, M. I., &amp; Grela, M. A. (2017). Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> heterostructures for CO<sub>2<\/sub> reduction through a direct Z-scheme: Protecting Cu<sub>2<\/sub>O from photocorrosion. <em>Applied Catalysis B: Environmental, 217<\/em>, 485-493.<\/p>\n\n\n\n<p>de Jongh, P. E., Vanmaekelbergh, D., &amp; Kelly, J. J. (2000). Photoelectrochemistry of Electrodeposited Cu<sub>2<\/sub>O. <em>Journal of The Electrochemical Society, 147<\/em>(2), 486.<\/p>\n\n\n\n<p>Fujishima, A., &amp; Honda, K. (1972). Electrochemical Photolysis of Water at a Semiconductor Electrode. <em>Nature, 238<\/em>(5358), 37-38.<\/p>\n\n\n\n<p>Khasanah, R. A. N., Lin, H.-C., Ho, H.-Y., Peng, Y.-P., Lim, T.-S., Hsiao, H.-L., Wang, C.-R., Chuang, M.-C., &amp; Chien, F. S.-S. (2021). Studies on the substrate-dependent photocatalytic properties of Cu<sub>2<\/sub>O heterojunctions. RSC Advances, 11(9), 4935-4941.<\/p>\n\n\n\n<p>Singh, R., &amp; Dutta, S. (2018). A review on H<sub>2<\/sub> production through photocatalytic reactions using TiO<sub>2<\/sub>\/TiO<sub>2<\/sub>-assisted catalysts. <em>Fuel, 220<\/em>, 607-620.<\/p>\n\n\n\n<p>Sun, Q., Peng, Y.-P., Chen, H., Chang, K.-L., Qiu, Y.-N., &amp; Lai, S.-W. (2016). Photoelectrochemical oxidation of ibuprofen via Cu<sub>2<\/sub>O-doped TiO<sub>2<\/sub> nanotube arrays. <em>Journal of Hazardous Materials, 319<\/em>, 121-129.<\/p>\n\n\n\n<p>Tang, H., Prasad, K., Sanjin\u00e8s, R., Schmid, P. E., &amp; L\u00e9vy, F. (1994). Electrical and optical properties of TiO<sub>2<\/sub> anatase thin films. <em>Journal of Applied Physics, 75<\/em>(4), 2042-2047. <\/p>\n\n\n\n<p>Xiang, L., Ya, J., Hu, F., Li, L., &amp; Liu, Z. (2017). Fabrication of Cu<sub>2<\/sub>O\/TiO<sub>2<\/sub> nanotube arrays with enhanced visible-light photoelectrocatalytic activity. <em>Applied Physics A, 123<\/em>(3), 160.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gas hidrogen (H2) merupakan alternatif sumber energi yang menjanjikan dibandingkan dengan bahan bakar fosil tradisional seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam karena jumlahnya yang melimpah, sangat efisien, tidak beracun, dan tidak menghasilkan emisi yang berbahaya saat digunakan sebagai bahan bakar. Saat ini, gas H2 telah diproduksi dan diaplikasikan di negara-negara maju, seperti, Amerika Serikat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":5309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16,12,68,692,694,696,698,700],"class_list":["post-5306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general-en","tag-fmipainovatif","tag-fmipaunnes","tag-alumni","tag-fotokatalis","tag-hidrogen","tag-mahasiswa","tag-photocatalytic","tag-water-splitting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}