{"id":3383,"date":"2020-07-05T18:35:36","date_gmt":"2020-07-05T18:35:36","guid":{"rendered":"http:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v2\/?p=3383"},"modified":"2020-07-05T18:35:36","modified_gmt":"2020-07-05T18:35:36","slug":"3383","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/2020\/07\/05\/3383\/","title":{"rendered":"Pusat Kajian SDA dan Lingkungan Bersama Rangkong Indonesia Bahas Masa Depan Rangkong di Pulau Jawa"},"content":{"rendered":"<p>Pusat kajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) FMIPA Unnes bekerjasama dengan Rangkong Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Series 2 \u201cMasa Depan Konservasi Rangkong di Pulau Jawa\u201d pada hari Senin, 06 Juli 2020 pukul 08.30-11.00 WIB.<br \/>\nWebinar Series 2 merupakan webinar kedua yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sumber daya alam dan Lingkungan, FMIPA UNNES bekerjasama dengan Rangkong Indonesia. Webinar dengan tema yang mengusung konservasi Rangkong di Pulau Jawa menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama \u00a0dari Pendiri Rangkong Indonesia, Bapak Yokyok Hadiprakarsa, menjelaskan \u201cMasa depan penelitian Rangkong di Jawa\u201d. Beliau menjelaskan keberadaan rangkong di wilayah +62 ini memiliki nilai antropologi (budaya masyarakat) sehingga rangkong merupakan salah satu burung yang paling diburu oleh masyarakat.\u00a0 Oleh karenanya, Rangkong yang ada di Indonesia perlu dilestrarikan keberadaannya dengan menjaga hutan, iklim dsb Rangkong memiliki fungsi ekologi (penyebar biji) sehingga rangkong bisa dikatakan \u201cPahlawan Karbon\u201d.<br \/>\nPembicara kedua merupakan pakar ilmu lingkungan dari Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan FMIPA UNNES, Dr. Margaretha Rahayuningsih, M.Si. Beliau menjelaskan Rangkong di Gunung Ungaran: sebuah catatan selama 9 tahun. Beliau menjelaskan berbagai perilaku Rangkong dan profil habitat dari Rangkong tersebut selama 9 tahun penelitian.<br \/>\n<a href=\"https:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/webinar-sda-2-1.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3384\" src=\"https:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/webinar-sda-2-1.jpeg\" alt=\"webinar sda 2\" width=\"1041\" height=\"585\" \/><\/a><br \/>\nSelanjutnya Pembicara ketiga adalah seorang peneliti\u00a0 dari bagian Research office Rangkong Indonesia, Firman Heru Kurniawan. Beliau mengusung judul dalam webinar ini \u201cPenelitian Rangkong di Pulau Jawa\u201d. Beliau menjelaskan tentang lokasi Rangkong di Indonesia tersebar di 4 lokasi. Jenis-jenis penelitian yang dapat diusulkan untuk penelitian selanjutnya tentang rangkong terdapat 8 tema di Jawa misalnya breading, distribusi, genetika,populasi,dsb.<br \/>\nAntusias peserta sangat besar terhadap tema webinar kali ini, dibuktikan dengan penuhnya pendaftaran webinar, hingga H-1 sudah tercatat 200an orang. Webinar Pusat Kajian SDA dan Lingkungan\u00a0 Series #2 dilaksanakan melalui platform Zoom dengan peserta aktif \u00b1 180an peserta dari awal hingga akhir. Sedangkan pendaftar yang tidak dapat kuota, Webinar Pusat Kajian SDA dan Lingkungan\u00a0 Series #2 juga menayangkan webinar ini secara langsung via Youtube Live.<br \/>\nMuhamad Abdullah, M.Sc. sebagai moderator pada webinar ini telah menyampaikan pengantar dan menjembatani tanya jawab antara pembicara dengan peserta yang sangat baik sehingga peserta semakin antusias dalam webinar ini.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\n&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pusat kajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) FMIPA Unnes bekerjasama dengan Rangkong Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Series 2 \u201cMasa Depan Konservasi Rangkong di Pulau Jawa\u201d pada hari Senin, 06 Juli 2020 pukul 08.30-11.00 WIB. Webinar Series 2 merupakan webinar kedua yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sumber daya alam dan Lingkungan, FMIPA UNNES bekerjasama dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":3384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[220,96,106,943,158],"class_list":["post-3383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-fmipa-unnes","tag-konservasi","tag-pusat-kajian","tag-rangkong","tag-webinar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}