{"id":2519,"date":"2019-04-05T00:40:33","date_gmt":"2019-04-05T00:40:33","guid":{"rendered":"http:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v2\/?p=2519"},"modified":"2019-04-05T00:40:33","modified_gmt":"2019-04-05T00:40:33","slug":"pegang-teguh-tradisi-lokal-untuk-go-international","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/2019\/04\/05\/pegang-teguh-tradisi-lokal-untuk-go-international\/","title":{"rendered":"Pegang Teguh Tradisi Lokal untuk \u201cGo International\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Siang itu tampak ber\u00adbeda suasana di Audito\u00adrium Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Ya, pada Sabtu (30\/3), Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan upacara dies natalis yang ke-54. Banyak tokoh nasional maupun internasional yang hadir karena bersamaan dengan dies natalis, juga dilakukan penyerahan anugerah konservasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada tiga orang yang mendapatkan penghargaan tersebut. Pertama, penghargaan Upakarti Reksa Bhumimandala dengan reputasi dunia diberi\u00adkan kepada Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat. Kedua, penghargaan Upa\u00adkarti Reksa Bhumimandala diberikan kepada Mensesneg Pratikno. Ketiga, penghargaan Upakarti Kanyaka Paramartha Adisajjana diberikan kepada desainer Anne Avantie.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rektor Unnes, Fathur Rohman, mengatakan Irwan diberikan penghargaan karena dinilai memiliki inovasi besar dalam memajukan usahanya, yang selalu memegang teguh tradisi lokal dalam menjalankan bisnisnya, namun produknya menembus pasar internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sedangkan Mensesneg Pratikno, menurut Fathur, di\u00adnilai memiliki ide bagus dalam menghadapi era disrupsi, di antaranya digitalisasi dan debi\u00adrokratisasi kementerian. Anne Avantie merupakan perempuan yang sudah berkarya dalam du\u00adnia rancangan busana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Fathur, lewat Wisma Kasih Bunda yang didirikannya, Anne menunjuk\u00adkan kepedulian besar terha\u00addap anak-anak penyandang\u00a0<em>hydrocephalus\u00a0<\/em>sejak tahun 2003. Anne juga memberdayakan ba\u00adnyak perempuan untuk bekerja di wismanya itu hingga detik ini. Ketiga tokoh nasional tersebut tidak hanya menunjukkan dedi\u00adkasi tinggi terhadap profesinya, namun berkontribusi dan men\u00adginspirasi banyak orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Hargai Dedikasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Atas penghargaan itu, Irwan Hidayat mengatakan pemberian ini merupakan bukti bahwa Universitas Negeri Semarang sebagai lembaga menghar\u00adgai pencapaian dan dedikasi seseorang untuk negara ini di kancah global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Irwan bersyukur mendapat penghargaan dari Universitas Negeri Semarang yang memi\u00adliki visi sama yakni \u201cmendunia\u201d. Diceritakan, selama 20 tahun pertama, produk Sido Muncul tidak laku di pasaran. Pihaknya akhirnya mengubah strategi pemasaran dengan bagaimana merebut simpati dan keper\u00adcayaan masyarakat. Pada 1997, dengan membangun pabrik di Bergas, Kabupaten Semarang, tepat saat krisis moneter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya punya visi, di masa depan, produk kami dapat dike\u00adnal dan dipercaya konsumen, asalkan diproduksi dengan baik dan benar. Konservasi merupakan perawatan, peme\u00adliharaan, dan pelestarian. Jika jamu ya harus sejak hulu yakni bahan baku, hingga hilir, yakni membentuk celah-celah pasar baru di seluruh penjuru dunia,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>http:\/\/www.koran-jakarta.com\/pegang-teguh-tradisi-lokal-untuk&#8211;go-international-\/<br \/>\nPL: Humas FMIPA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siang itu tampak ber\u00adbeda suasana di Audito\u00adrium Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Ya, pada Sabtu (30\/3), Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan upacara dies natalis yang ke-54. Banyak tokoh nasional maupun internasional yang hadir karena bersamaan dengan dies natalis, juga dilakukan penyerahan anugerah konservasi. Ada tiga orang yang mendapatkan penghargaan tersebut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":2520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18,290],"tags":[],"class_list":["post-2519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-prestasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}