{"id":21886,"date":"2025-12-15T05:39:00","date_gmt":"2025-12-15T05:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=21886"},"modified":"2026-09-12T05:41:27","modified_gmt":"2026-09-12T05:41:27","slug":"fmipa-unnes-perkuat-pengelolaan-pesisir-berkelanjutan-melalui-riset-dan-kegiatan-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2025\/12\/15\/fmipa-unnes-perkuat-pengelolaan-pesisir-berkelanjutan-melalui-riset-dan-kegiatan-mahasiswa\/","title":{"rendered":"FMIPA UNNES Perkuat Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan melalui Riset dan Kegiatan Mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat kontribusinya terhadap pengelolaan wilayah pesisir dan perairan yang berkelanjutan melalui penelitian, pengembangan teknologi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut mencakup pemantauan kualitas perairan untuk mendukung akuakultur berkelanjutan, pengendalian pencemaran lingkungan, hingga konservasi ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"705\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-36.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21894\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-36.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-36-300x217.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-36-768x555.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui penelitian <strong>\u201cMonitoring Water Quality Parameters in Shrimp Aquaculture\u201d<\/strong> yang melibatkan dosen FMIPA UNNES, Budi Astuti, bersama peneliti dari Malaysia. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan kualitas air secara <em>real-time<\/em> pada tambak udang dengan mengukur temperatur, salinitas, <em>dissolved oxygen<\/em> (DO), pH, kekeruhan, serta total dissolved solids (TDS). Sistem tersebut juga menggunakan panel surya sebagai sumber listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian parameter berada pada kisaran ideal untuk budidaya udang, tetapi ditemukan persoalan pada TDS dan DO. Nilai TDS tercatat melebihi batas ideal, sedangkan kadar DO pada malam hari dapat turun di bawah batas yang dibutuhkan untuk budidaya udang. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan tindakan pengelolaan, termasuk penggunaan aerasi mekanis pada waktu tertentu, untuk menjaga kondisi perairan dan keberlanjutan produksi akuakultur.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"276\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-35.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21893\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-35.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-35-300x85.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-35-768x217.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontribusi FMIPA UNNES juga diperkuat melalui penelitian <strong>\u201cBioconcentration of Heavy Metals in Milkfish Reared in Stick-Net Pens System: Implications for Open Water Environmental Contamination and Food Safety\u201d<\/strong> yang dilakukan oleh Nana Kariada Tri Martuti, Dwi Fiska Falisah, Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Inaya Sari Melati, Dhita Pracisca Mutiatari, dan Nasir Nayam. Penelitian di kawasan Tanjung Mas, Kota Semarang, memantau kandungan logam berat pada perairan dan ikan bandeng yang dibudidayakan masyarakat menggunakan sistem <em>stick-net pens<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pencemaran dari aktivitas industri dan pembuangan limbah berpotensi menjadi ancaman bagi keberlanjutan budidaya masyarakat pesisir. Informasi mengenai kondisi kualitas perairan dan akumulasi logam berat tersebut menjadi dasar penting untuk tindakan mitigasi dan adaptasi guna menjaga keberlanjutan usaha masyarakat serta keamanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memantau kualitas perairan, FMIPA UNNES mengembangkan teknologi untuk mendukung deteksi pencemaran laut. Melalui penelitian <strong>\u201cSatellite Image Analysis for Oil Spill Detection and Classification Using Machine Learning\u201d<\/strong>, dosen FMIPA UNNES Yahya Nur Iftiza bersama tim mengembangkan metode berbasis citra Sentinel-1 Synthetic Aperture Radar (SAR) dan <em>machine learning<\/em> untuk mendeteksi serta mengklasifikasikan tumpahan minyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Model yang dikembangkan mampu mencapai akurasi 96,2 persen dan menunjukkan kemampuan yang kuat dalam membedakan area terdampak tumpahan minyak. Teknologi tersebut berpotensi mendukung pemantauan lingkungan laut secara cepat dan berskala luas sehingga deteksi pencemaran dapat dilakukan lebih dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada aspek konservasi ekosistem, dosen FMIPA UNNES Andin Irsadi, Abdul Jabbar, dan Nana Kariada Tri Martuti bersama Dadang Somantri dari Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Jawa Tengah melakukan penelitian mengenai kondisi dan perubahan ekosistem mangrove di Kabupaten Kendal melalui kajian <strong>\u201cCoastal Erosion Reduces Resilience and Disrupts Compositional Dynamics of The Mangrove Ecosystem\u201d<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian menggunakan citra penginderaan jauh multispasial dan multitemporal periode 2005\u20132023 serta observasi lapangan untuk mengevaluasi perubahan tutupan, struktur, dan komposisi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luas mangrove di sejumlah lokasi, tetapi ekosistem tersebut tetap menghadapi tekanan deforestasi untuk akuakultur, erosi pantai, kenaikan muka laut, serta keterbatasan keragaman jenis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam konservasi pesisir, pengelolaan akuakultur secara berkelanjutan, peningkatan keragaman jenis mangrove, serta pengembangan strategi mitigasi erosi dan peningkatan kesadaran masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"598\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-34.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21892\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-34.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-34-300x184.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-34-768x471.png 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-34-700x430.png 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perspektif pengelolaan pesisir juga diperkuat melalui penelitian <strong>\u201cShoreline Change Analysis and Its Impact on Coastal Communities Using Remote Sensing and GIS in the Kedungsepur Metropolitan Area\u201d<\/strong> oleh Trida Ridho Fariz, Nana Kariada Tri Martuti, Amnan Haris, Sapta Suhardono, Meilinda Damayanti, dan Norma Eralita. Penelitian ini menganalisis perubahan garis pantai di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak serta dampaknya terhadap masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian menunjukkan terjadinya erosi dan akresi di berbagai wilayah pesisir, dengan erosi paling parah ditemukan di Desa Bedono, Kabupaten Demak. Temuan tersebut menekankan perlunya pendekatan kebijakan yang terintegrasi antara pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai untuk memastikan keberlanjutan wilayah pesisir dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"456\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-33.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21891\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-33.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-33-300x140.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/09\/image-33-768x359.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penelitian. Mahasiswa FMIPA melalui <strong>SCEVA<\/strong> juga melaksanakan <strong>MANIAC 2025<\/strong>, berupa kegiatan penanaman mangrove di <strong>Pantai Tirang, Semarang<\/strong>. Pantai Tirang merupakan kawasan wisata pesisir yang juga berasosiasi dengan aktivitas tambak dan kegiatan pemancingan masyarakat. Penanaman mangrove menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat fungsi lingkungan pada kawasan yang memiliki aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat. Rangkaian riset dan kegiatan mahasiswa FMIPA UNNES memperkuat pengelolaan perairan dan pesisir melalui monitoring kualitas air, deteksi pencemaran, kajian dampak aktivitas manusia, serta konservasi dan rehabilitasi mangrove. Pendekatan berbasis riset, teknologi, kolaborasi, dan aksi masyarakat mendukung keberlanjutan ekosistem, mata pencaharian, dan kawasan wisata, sekaligus berkontribusi pada SDG 6, SDG 11, SDG 13, SDG 14, dan SDG 15.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat kontribusinya terhadap pengelolaan wilayah pesisir dan perairan yang berkelanjutan melalui penelitian, pengembangan teknologi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut mencakup pemantauan kualitas perairan untuk mendukung akuakultur berkelanjutan, pengendalian pencemaran lingkungan, hingga konservasi ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat pesisir. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":21894,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1731,1694,1702,1668,1672],"class_list":["post-21886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs06","tag-unnessdgs11-id","tag-unnessdgs13-id","tag-unnessdgs14","tag-unnessdgs15"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21886"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21896,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21886\/revisions\/21896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}