{"id":21621,"date":"2026-08-15T12:27:00","date_gmt":"2026-08-15T12:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=21621"},"modified":"2026-08-21T12:35:00","modified_gmt":"2026-08-21T12:35:00","slug":"pemberdayaan-masyarakat-tugurejo-dorong-pertanian-perkotaan-adaptif-terhadap-banjir-pasang-surut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2026\/08\/15\/pemberdayaan-masyarakat-tugurejo-dorong-pertanian-perkotaan-adaptif-terhadap-banjir-pasang-surut\/","title":{"rendered":"Pemberdayaan Masyarakat Tugurejo Dorong Pertanian Perkotaan Adaptif terhadap Banjir pasang surut"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semarang, 15 Agustus 2026 \u2014 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DPPM Kemdiktisaintek 2026 mendorong penguatan pertanian perkotaan di Kelurahan Tugurejo, Kota Semarang. Program bertajuk \u201cRevitalisasi Pertanian Perkotaan Lahan Sempit Terdampak Banjir pasang surut, Guna Menjamin Ketahanan Pangan di Tugurejo Semarang\u201d dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas sekaligus menghadapi genangan banjir pasang surut dan kondisi air payau.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"484\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-168.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21625\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-168.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-168-300x149.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-168-768x381.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini berangkat dari kondisi Tugurejo sebagai kawasan pesisir yang menghadapi berbagai tekanan lingkungan. Penelitian terbaru tentang kapasitas adaptif rumah tangga di Tugurejo menunjukkan bahwa masyarakat menghadapi paparan banjir pasang surut, intrusi air laut, dan tekanan lingkungan lainnya, sementara sebagian besar rumah tangga berada pada kategori kapasitas adaptif sedang. Penelitian tersebut juga merekomendasikan penguatan jejaring sosial, peningkatan literasi iklim, dan urban farming sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan diketuai oleh Amnan Haris, M.Ling., bersama Rifa\u2019 Atunnisa, Ph.D. dan Prof. Wiyanto, yang ketiganya merupakan dosen FMIPA UNNES. Kegiatan turut dihadiri Lurah Tugurejo MT. Munjaenah, S.E., Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Wema Mekar Dwi Yulianti, Abdul Karim dari BPP Kecamatan Tugu, Ketua RW 05, para Ketua RT 01\u201307, anggota KWT, perwakilan Bank Sampah Mawar Merah, serta PKK RW 05.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai materi diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peserta memperoleh edukasi mengenai irigasi dan filtrasi air payau, kesehatan tanah, pemanfaatan pupuk organik, serta pengelolaan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan terdampak banjir pasang surut. Peserta juga diperkenalkan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pemanfaatan lahan sempit untuk mendukung kebutuhan rumah tangga sekaligus ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemberian air secara lebih terukur langsung ke area perakaran tanaman sehingga penggunaan air dapat dilakukan secara lebih efisien. Pengenalan teknologi tersebut menjadi langkah awal menuju praktik pertanian perkotaan yang lebih adaptif terhadap keterbatasan lahan dan sumber daya air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi mampu menerapkannya secara mandiri. Penguatan kapasitas KWT dan kelompok masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sempit, mendukung ketersediaan pangan rumah tangga, serta membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi berbasis pertanian perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"537\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-169.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21626\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-169.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-169-300x165.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/image-169-768x423.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut sejalan dengan hasil penelitian di Tugurejo yang menunjukkan pentingnya <strong>urban farming sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat<\/strong>, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan produktif dan tekanan lingkungan pesisir. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa modal sosial, khususnya partisipasi dalam organisasi masyarakat, merupakan aset yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas adaptif rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi keberlanjutan, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan dan air, penguatan ketahanan pangan rumah tangga, peningkatan literasi adaptasi iklim, serta berkembangnya praktik pertanian perkotaan yang lebih efisien dan sesuai dengan kondisi pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan kapasitas dan ketahanan mata pencaharian masyarakat rentan, SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan pertanian perkotaan yang adaptif, dan SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh penelitian Tugurejo yang secara eksplisit mengidentifikasi kontribusi strategi pemberdayaan masyarakat terhadap SDG 1, SDG 11, dan SDG 13. Dengan menghubungkan hasil kajian ilmiah dengan intervensi langsung di masyarakat, program PKM DPPM Kemdiktisaintek 2026 ini menjadi contoh penerapan pengetahuan perguruan tinggi untuk menjawab persoalan nyata di kawasan pesisir. Pertanian perkotaan tidak hanya diposisikan sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, kapasitas adaptasi, dan ketahanan masyarakat Tugurejo terhadap tekanan perubahan iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, 15 Agustus 2026 \u2014 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DPPM Kemdiktisaintek 2026 mendorong penguatan pertanian perkotaan di Kelurahan Tugurejo, Kota Semarang. Program bertajuk \u201cRevitalisasi Pertanian Perkotaan Lahan Sempit Terdampak Banjir pasang surut, Guna Menjamin Ketahanan Pangan di Tugurejo Semarang\u201d dilaksanakan untuk meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":21625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1807,1710,1694,1702],"class_list":["post-21621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs01","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs11-id","tag-unnessdgs13-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21621"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21628,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21621\/revisions\/21628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}