{"id":20546,"date":"2026-07-20T16:56:14","date_gmt":"2026-07-20T16:56:14","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=20546"},"modified":"2026-07-20T16:56:14","modified_gmt":"2026-07-20T16:56:14","slug":"dosen-fmipa-unnes-latih-ibu-ibu-desa-jetak-mengolah-sampah-rumah-tangga-menjadi-ecoenzyme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2026\/07\/20\/dosen-fmipa-unnes-latih-ibu-ibu-desa-jetak-mengolah-sampah-rumah-tangga-menjadi-ecoenzyme\/","title":{"rendered":"Dosen FMIPA UNNES Latih Ibu-Ibu Desa Jetak Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Ecoenzyme"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KABUPATEN SEMARANG<\/strong> \u2013 Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES) menyelenggarakan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan ecoenzyme bagi masyarakat Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut diikuti oleh 30 orang ibu-ibu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (LPPM UNNES) ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Sampah berupa sisa buah dan sayuran yang selama ini dibuang diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi ecoenzyme.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan pengabdian diketuai oleh Hendra Febriyanto, M.Pd., dosen Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA UNNES. Pelatihan memadukan pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep pengolahan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi pertama disampaikan oleh Fidia Fibriana, Ph.D.&nbsp;Ia menjelaskan tahapan pembuatan ecoenzyme, bahan-bahan yang diperlukan, proses pengolahan, serta berbagai kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme dinilai dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang. Kebiasaan tersebut juga dapat mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, dimulai dari lingkup keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi berikutnya disampaikan oleh Hendra Febriyanto, M.Pd. mengenai <em>social media marketing<\/em>. Materi ini diberikan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai penggunaan media sosial sebagai sarana memperkenalkan dan memasarkan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengetahuan pemasaran digital menjadi penting apabila masyarakat kelak mampu memproduksi ecoenzyme secara konsisten dan mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada calon konsumen, menampilkan manfaat produk, membangun identitas usaha, dan memperluas jangkauan pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengikuti pemaparan materi, peserta dibagi untuk melaksanakan praktik pembuatan ecoenzyme. Tim pengabdian menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan sehingga setiap peserta dapat mengikuti tahapan pembuatan secara langsung.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20548\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-300x200.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-768x512.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-1500x1000.jpg 1500w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Peserta-mengikuti-praktik-pembuatan-ecoenzyme-dari-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-pendampingan-tim-pengabdian-FMIPA-UNNES.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Peserta mengikuti praktik pembuatan ecoenzyme dari sampah organik rumah tangga dengan pendampingan tim pengabdian FMIPA UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sesi praktik tersebut, peserta belajar menyiapkan bahan organik rumah tangga, melakukan pencampuran bahan sesuai takaran, menggunakan wadah yang tepat, serta memahami proses penyimpanan dan fermentasi. Pendampingan dilakukan oleh tim pengabdian agar peserta dapat menjalankan setiap tahap dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suasana pelatihan berlangsung meriah dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mencoba langsung proses pembuatan ecoenzyme. Antusiasme peserta menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap persoalan sampah rumah tangga dan alternatif pemanfaatannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk mengajarkan cara membuat produk ramah lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Sisa buah dan sayuran yang semula dianggap tidak berguna dapat dikelola menjadi produk yang memiliki nilai guna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, pembuatan ecoenzyme juga berpotensi menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat Desa Jetak. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri untuk kebutuhan rumah tangga. Pada tahap berikutnya, masyarakat dapat mengembangkan pengemasan dan pemasaran sehingga berpeluang menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pengabdian tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejumlah tujuan dalam <em>Sustainable Development Goals<\/em> atau SDGs. Keterkaitan utamanya terdapat pada <strong>SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab<\/strong>, khususnya dalam upaya mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, penggunaan kembali, dan pengolahan sampah organik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan ini juga mendukung <strong>SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim<\/strong>. Pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mengurangi pembuangan sampah secara tidak terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek peningkatan keterampilan dan peluang pengembangan usaha berkaitan dengan <strong>SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi<\/strong>. Pembekalan mengenai produksi ecoenzyme dan pemasaran melalui media sosial membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kegiatan edukasi dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat turut mendukung <strong>SDG 4: Pendidikan Berkualitas<\/strong>, terutama dalam menyediakan kesempatan belajar sepanjang hayat dan meningkatkan keterampilan praktis masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi bersama menuangkan larutan ecoenzyme ke tanaman. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen peserta untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah organik dan menjaga lingkungan dari tingkat rumah tangga.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20549\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-300x200.jpg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-768x512.jpg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan-1500x1000.jpg 1500w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/07\/Tim-pengabdian-FMIPA-UNNES-bersama-peserta-melakukan-aksi-pemanfaatan-ecoenzyme-pada-tanaman-sebagai-simbol-komitmen-menjaga-lingkungan.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Tim pengabdian FMIPA UNNES bersama peserta melakukan aksi pemanfaatan ecoenzyme pada tanaman sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, tim dosen FMIPA UNNES berharap pengetahuan yang telah diperoleh tidak berhenti pada saat pelatihan. Peserta diharapkan dapat mempraktikkan pembuatan ecoenzyme secara mandiri, membagikan pengetahuan kepada warga lainnya, serta mengembangkannya menjadi gerakan lingkungan dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan di Desa Jetak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN SEMARANG \u2013 Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES) menyelenggarakan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan ecoenzyme bagi masyarakat Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut diikuti oleh 30 orang ibu-ibu dengan antusias. Program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":20547,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1670,1714,1716,1702],"class_list":["post-20546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs08","tag-unnessdgs12","tag-unnessdgs13-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20546"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20551,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20546\/revisions\/20551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}