{"id":20152,"date":"2026-06-27T02:10:07","date_gmt":"2026-06-27T02:10:07","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=20152"},"modified":"2026-06-29T14:55:18","modified_gmt":"2026-06-29T14:55:18","slug":"dosen-fmipa-unnes-dampingi-kelompok-tani-jatirejo-terapkan-good-agricultural-practices-pada-produk-jahe-dan-rempah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2026\/06\/27\/dosen-fmipa-unnes-dampingi-kelompok-tani-jatirejo-terapkan-good-agricultural-practices-pada-produk-jahe-dan-rempah\/","title":{"rendered":"Dosen FMIPA UNNES Dampingi Kelompok Tani Jatirejo Terapkan Pertanian Berkelanjutan pada Produk Jahe dan Rempah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SEMARANG &#8211; Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada produk jahe dan rempah di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada 7 Juni 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Nanik Wijayati, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dan Dra. Sri Nurhayati, M.Si. Program tersebut juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2 dari rumpun Ilmu Kimia FMIPA UNNES.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"434\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/tim-dosen-fmipa-unnes-gap-jahe-rempah.jpg.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20156\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/tim-dosen-fmipa-unnes-gap-jahe-rempah.jpg.jpeg 770w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/tim-dosen-fmipa-unnes-gap-jahe-rempah.jpg-300x169.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/tim-dosen-fmipa-unnes-gap-jahe-rempah.jpg-768x433.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Tim dosen FMIPA UNNES menyampaikan pengantar kegiatan pengabdian penerapan GAP jahe dan rempah di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengabdian ini diarahkan untuk mendampingi kelompok tani dalam menghasilkan produk jahe dan rempah yang lebih aman, bermutu, dan berkelanjutan. Melalui penerapan GAP, petani didorong untuk memahami praktik budidaya yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penanganan pascapanen, hingga pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pendampingan GAP pada produk jahe dan rempah mendukung penguatan praktik pertanian yang lebih aman, produktif, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Good Agricultural Practices merupakan pedoman budidaya pertanian yang menekankan keamanan produk, efisiensi penggunaan input, kesehatan tanah, kelestarian lingkungan, dan peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian. Dalam konteks jahe dan rempah, penerapan GAP penting untuk menjaga kualitas bahan baku, mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan, serta menghasilkan produk yang lebih layak dipasarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Nanik Wijayati, M.Si. Setelah itu, peserta memperoleh pemaparan materi dari Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., serta penguatan materi dari Dra. Sri Nurhayati, M.Si. Materi yang diberikan menekankan pentingnya standar budidaya, pengolahan, dan pengembangan produk berbasis jahe dan rempah agar memiliki kualitas yang lebih baik.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"434\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/peserta-materi-gap-jahe-rempah-jatirejo.jpg.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20157\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/peserta-materi-gap-jahe-rempah-jatirejo.jpg.jpeg 770w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/peserta-materi-gap-jahe-rempah-jatirejo.jpg-300x169.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/peserta-materi-gap-jahe-rempah-jatirejo.jpg-768x433.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Masyarakat Jatirejo mengikuti sesi pemaparan materi tentang penerapan GAP dan pengembangan produk olahan jahe serta rempah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan jahe dan rempah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"434\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/praktik-pengolahan-jahe-rempah-fmipa-unnes.jpg.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20158\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/praktik-pengolahan-jahe-rempah-fmipa-unnes.jpg.jpeg 770w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/praktik-pengolahan-jahe-rempah-fmipa-unnes.jpg-300x169.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/praktik-pengolahan-jahe-rempah-fmipa-unnes.jpg-768x433.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Tim dosen FMIPA UNNES mendampingi masyarakat dalam praktik pengolahan jahe dan rempah menjadi produk bernilai tambah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Produk yang dikembangkan meliputi wedang jahe, enting-enting jahe, onde-onde jahe, sirup jahe dan rempah, serta bubuk jahe yang berpotensi untuk dipasarkan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"434\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/produk-olahan-jahe-rempah-jatirejo.jpg.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-20159\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/produk-olahan-jahe-rempah-jatirejo.jpg.jpeg 770w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/produk-olahan-jahe-rempah-jatirejo.jpg-300x169.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/06\/produk-olahan-jahe-rempah-jatirejo.jpg-768x433.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Berbagai produk olahan jahe dan rempah hasil pendampingan pengabdian FMIPA UNNES di Jatirejo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama praktik berlangsung, masyarakat didampingi secara langsung oleh tim dosen dan mahasiswa. Peserta tidak hanya mempraktikkan teknik pengolahan, tetapi juga melakukan uji rasa terhadap produk yang dihasilkan. Melalui proses tersebut, peserta memberikan masukan terkait komposisi gula, garam, dan bahan tambahan lain agar cita rasa produk menjadi lebih seimbang dan sesuai dengan selera konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga memperkenalkan Kedai Tematik Kajera di Jatirejo sebagai salah satu wadah pengembangan dan pemasaran produk olahan jahe dan rempah. Kedai tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi produk lokal, mulai dari minuman wedang jahe, wedang rempah, makanan berbahan dasar jahe, hingga oleh-oleh khas Jatirejo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pengembangan produk berbasis jahe dan rempah, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. Produk yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat diolah menjadi produk siap konsumsi yang memiliki daya tarik lebih tinggi di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya pengolahan hasil pertanian tersebut berkaitan dengan SDG 8 karena mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui produk lokal yang memiliki peluang usaha. Di sisi lain, penerapan standar budidaya dan pengolahan yang lebih baik juga sejalan dengan SDG 12, karena menekankan proses produksi yang lebih bertanggung jawab, aman, dan memperhatikan kualitas produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pengabdian ini menunjukkan peran FMIPA UNNES dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Pendampingan penerapan GAP tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, FMIPA UNNES berharap kelompok tani dan masyarakat Jatirejo dapat terus mengembangkan inovasi produk olahan jahe dan rempah. Penerapan GAP diharapkan menjadi bekal dalam menghasilkan produk yang lebih berkualitas, aman dikonsumsi, bernilai ekonomi tinggi, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi FMIPA UNNES dalam mendukung pertanian berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, dan produksi pangan yang lebih bertanggung jawab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG &#8211; Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada produk jahe dan rempah di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada 7 Juni 2026. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Nanik Wijayati, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":20153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1710,1714,1716],"class_list":["post-20152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs02","tag-unnessdgs08","tag-unnessdgs12"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20152"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20225,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20152\/revisions\/20225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}