{"id":18629,"date":"2025-11-10T02:18:01","date_gmt":"2025-11-10T02:18:01","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=18629"},"modified":"2026-08-10T07:19:27","modified_gmt":"2026-08-10T07:19:27","slug":"unnes-dan-pln-bersinergi-wujudkan-program-sosial-dan-konservasi-di-bawah-jaringan-sutet-wonolopo-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2025\/11\/10\/unnes-dan-pln-bersinergi-wujudkan-program-sosial-dan-konservasi-di-bawah-jaringan-sutet-wonolopo-semarang\/","title":{"rendered":"UNNES Perkuat Kemitraan dengan PLN dan Pemerintah Kota Semarang untuk Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Semarang<\/strong> \u2013 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan masyarakat. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero), FMIPA UNNES berkontribusi dalam pengembangan kawasan Right of Way (ROW) 416\u2013418 Wonolopo, Semarang, menjadi ruang yang produktif, aman, dan ramah lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, serta pengelolaan vegetasi berbasis ilmu pengetahuan. Program tersebut diluncurkan di Unit Ecofarm UNNES pada Jumat, 7 November 2025.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"659\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21421\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-2.png 975w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-2-300x203.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-2-768x519.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi ini menjadi contoh nyata kemitraan multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, sektor industri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam program ini, FMIPA UNNES tidak hanya berperan sebagai mitra akademik, tetapi juga memberikan keahlian ilmiah (<em>scientific expertise<\/em>), rekomendasi teknis, serta pendampingan berbasis riset untuk memastikan bahwa kegiatan konservasi, rehabilitasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara efektif, aman, dan berkelanjutan. Tim akademisi yang terlibat terdiri atas Prof. Amin Retnoningaih, Prof. Nana Kariada, dan Prof. Masturi dari FMIPA UNNES bersama Prof. Juhadi, Prof. Eva Banowati, dan Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, S.Pd., M.Sc. dari FISIP UNNES.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pemberdayaan masyarakat difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu bantuan peternakan kambing bagi petani di kawasan bawah jalur transmisi serta rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon produktif dan tanaman bernilai konservasi. Jenis tanaman yang dipilih meliputi durian, alpukat, dan kaliandra yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis tinggi, serta lebih sesuai ditanam di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dibandingkan pohon cepat tumbuh seperti sengon. Pendekatan tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan sistem transmisi listrik nasional.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"973\" height=\"465\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21419\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image.png 973w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-300x143.png 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/image-768x367.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 973px) 100vw, 973px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelaksanaannya, akademisi FMIPA UNNES memberikan rekomendasi teknis mengenai pemilihan spesies tanaman yang sesuai dengan karakteristik kawasan ROW. Pemilihan vegetasi mempertimbangkan aspek keselamatan jaringan listrik, konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan, peningkatan tutupan vegetasi, penyerapan karbon, pengendalian erosi, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan tersebut, kawasan di bawah jaringan transmisi tidak hanya berfungsi sebagai koridor infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menjadi ruang hijau produktif yang mendukung konservasi lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Ahmad Firdaus, menyampaikan bahwa program ini memberikan sedikitnya tiga manfaat strategis. Pertama, manfaat ekologis melalui penataan vegetasi yang lebih aman sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan. Kedua, manfaat ekonomi melalui peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor peternakan dan tanaman produktif. Ketiga, manfaat operasional karena pengelolaan vegetasi yang sesuai standar akan meningkatkan keandalan jaringan transmisi listrik. Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi UNNES menjadi langkah penting dalam memastikan program TJSL dilaksanakan berdasarkan kajian ilmiah sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memberikan rekomendasi teknis, tim akademisi UNNES juga berkontribusi dalam penyusunan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan tersebut menjadikan kawasan di bawah jaringan transmisi sebagai ruang produktif yang mampu mendukung kegiatan pertanian, peternakan, konservasi vegetasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, <strong>Prof. Zaenuri<\/strong>, yang juga merupakan dosen FMIPA UNNES, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara UNNES dan PLN bukan sekadar implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga merupakan wujud nyata visi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi. Keterlibatan para profesor lintas disiplin menunjukkan komitmen UNNES dalam menyediakan keahlian ilmiah, transfer pengetahuan, dan solusi berbasis riset bagi sektor industri maupun pemerintah daerah. &#8220;Kegiatan seperti ini menegaskan bahwa kolaborasi akademik, industri, pemerintah, dan masyarakat mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Kota Semarang, Shoti&#8217;ah, S.P., yang menilai program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat urban farming dan pengembangan ekonomi produktif masyarakat. Dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, pemanfaatan ruang di bawah jaringan transmisi sebagai lokasi peternakan dan penanaman pohon produktif dinilai menjadi solusi inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan. Ia berharap model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kota Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui program ini, FMIPA UNNES menunjukkan peran aktifnya sebagai penyedia keahlian (<em>expert provider<\/em>) bagi sektor industri dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara universitas, PT PLN (Persero), Pemerintah Kota Semarang, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan di bawah jaringan transmisi listrik dapat dioptimalkan sebagai ruang konservasi, rehabilitasi lingkungan, adaptasi perubahan iklim, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Program ini menjadi contoh bagaimana hasil riset dan keahlian akademik dapat diterapkan secara nyata untuk menghasilkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Program ini mendukung pencapaian <strong>Sustainable Development Goals (SDGs)<\/strong>, khususnya <strong>SDG 17 (Partnerships for the Goals)<\/strong> melalui kemitraan antara universitas, sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat serta penyediaan keahlian ilmiah kepada mitra eksternal; <strong>SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)<\/strong> melalui pengembangan kawasan perkotaan yang produktif, aman, dan ramah lingkungan; <strong>SDG 15 (Life on Land)<\/strong> melalui rehabilitasi lahan, konservasi vegetasi, dan peningkatan keanekaragaman hayati; <strong>SDG 13 (Climate Action)<\/strong> melalui penghijauan, peningkatan tutupan vegetasi, penyerapan karbon, dan adaptasi terhadap perubahan iklim; serta <strong>SDG 8 (Decent Work and Economic Growth)<\/strong> melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang \u2013 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan masyarakat. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero), FMIPA UNNES berkontribusi dalam pengembangan kawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":21420,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1714,1694,1702,1672,1680],"class_list":["post-18629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs08","tag-unnessdgs11-id","tag-unnessdgs13-id","tag-unnessdgs15","tag-unnessdgs17"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18629"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21425,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18629\/revisions\/21425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}