{"id":18528,"date":"2025-11-04T00:47:02","date_gmt":"2025-11-04T00:47:02","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=18528"},"modified":"2025-11-04T00:47:46","modified_gmt":"2025-11-04T00:47:46","slug":"ino-asi-ethnomathblox-untuk-mengoptimalkan-literasi-matematika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2025\/11\/04\/ino-asi-ethnomathblox-untuk-mengoptimalkan-literasi-matematika\/","title":{"rendered":"Inovasi EthnomathBlox untuk Mengoptimalkan Literasi Matematika"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam era digital yang terus berkembang, perpaduan antara teknologi dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi siswa masa kini. Salah satu wujud nyata dari semangat tersebut adalah EthnoMathBlox, sebuah media pembelajaran inovatif berbasis permainan edukatif 3D multipemain yang menghadirkan nuansa budaya lokal Semarang ke dalam platform Roblox. EthnoMathBlox dirancang untuk menumbuhkan kemampuan literasi matematis siswa melalui pendekatan belajar yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Fokus utama pembelajarannya terletak pada materi Bangun Ruang Sisi Datar, yang kerap menjadi kesulitan bagi siswa dalam memahami konsep geometri secara konkret.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui EthnoMathBlox, siswa diajak berpetualang di dunia virtual yang merepresentasikan Cagar Budaya Kota Semarang. mulai dari Klenteng Sam Poo Kong, Gereja Blenduk, dan Gedung Marba. Di setiap lokasi virtual, mereka menemukan beragam elemen edukatif seperti Fun Fact budaya, materi pembelajaran, hingga soal interaktif yang menuntut kerja sama dalam kelompok. Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menautkan konsep matematika dengan konteks nyata di sekitar siswa, menjadikan proses belajar terasa lebih dekat, bermakna, dan kontekstual.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" data-id=\"18530\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18530\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-225x300.jpeg 225w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-600x800.jpeg 600w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-scaled.jpeg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" data-id=\"18531\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18531\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-01-at-16.59.33-1-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Penelitian yang dilaksanakan di SMPN 11 Semarang memperlihatkan hasil positif: penggunaan EthnoMathBlox mampu meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa secara signifikan. Mereka menjadi lebih antusias, aktif berdiskusi, dan menunjukkan motivasi tinggi dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap rumit. Kegiatan belajar pun menjadi lebih hidup dan kolaboratif. Para guru menilai bahwa media berbasis permainan seperti ini membantu mereka menjelaskan materi dengan cara yang lebih kreatif dan mudah dipahami siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, penerapan EthnoMathBlox di sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah keterbatasan perangkat\u2014tidak semua siswa memiliki gawai yang mendukung jalannya Roblox secara optimal. Selain itu, guru perlu mendapatkan pelatihan khusus agar dapat mengembangkan map edukatif dan mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran. Apabila hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, EthnoMathBlox berpotensi menjadi media pembelajaran efektif yang dapat diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan matematika, inovasi ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal melalui pendekatan modern yang dekat dengan dunia digital siswa. EthnoMathBlox membuktikan bahwa sinergi antara pendidikan, teknologi, dan budaya mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam era digital yang terus berkembang, perpaduan antara teknologi dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi siswa masa kini. Salah satu wujud nyata dari semangat tersebut adalah EthnoMathBlox, sebuah media pembelajaran inovatif berbasis permainan edukatif 3D multipemain yang menghadirkan nuansa budaya lokal Semarang ke dalam platform Roblox. EthnoMathBlox [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":18529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[1670,1680],"class_list":["post-18528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","tag-unnessdgs04","tag-unnessdgs17"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18528"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18536,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18528\/revisions\/18536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}