{"id":16458,"date":"2024-10-03T07:43:39","date_gmt":"2024-10-03T07:43:39","guid":{"rendered":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/?p=16458"},"modified":"2024-10-21T07:45:13","modified_gmt":"2024-10-21T07:45:13","slug":"pemanfaatan-limbah-kertas-untuk-pembelajaran-aktif-di-kampus-konservasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/id\/2024\/10\/03\/pemanfaatan-limbah-kertas-untuk-pembelajaran-aktif-di-kampus-konservasi\/","title":{"rendered":"PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS UNTUK PEMBELAJARAN AKTIF DI KAMPUS KONSERVASI"},"content":{"rendered":"\n<p>Limbah kertas merupakan salah satu permasalahan lingkungan dari proses kegiatan di kampus. Sebagai dosen di kampus Konservasi, hendaknya dapat memanfaatkan limbah menjadi hal yang bermanfaat.&nbsp; Dalam hal ini, limbah kertas seperti kalender bekas digunakan untuk mengimplementasikan model pembelajaran aktif bagi mahasiswa. Model yang dipilih adalah pembelajaran kooperatif tipe Jig-saw. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok asal, lalu ditentukan kelompok ahli sesuai dengan topik yang akan dibahas. Anggota dari kelompok asal kemudian dipindahkan ke kelompok ahli untuk berdiskusi selama 30 menit, atau lebih tergantung kompleksitas materi. Setelah itu, perwakilan dari masing-masing kelompok asal kembali untuk menyampaikan hasil diskusi dari kelompok ahli.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"736\" height=\"310\" src=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2024\/10\/Trida10-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16460\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2024\/10\/Trida10-1.png 736w, https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2024\/10\/Trida10-1-300x126.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Materi yang dibahas dituangkan di kalender bekas dan dipresentasikan di depan kelas. Biasanya, metode ini menggunakan kertas plano dan post-it, yang memerlukan anggaran lebih besar dibanding menggunakan kalender bekas dan spidol. Mahasiswa merasa antusias dengan metode ini karena semua terlibat aktif dan tidak mengantuk. Keuntungan dari model ini adalah mahasiswa dapat menyerap informasi yang sama sebanyak tiga kali: saat diskusi di kelompok ahli, di kelompok asal, dan saat presentasi. Hasil karya dapat difoto dan dibagikan kepada semua anggota kelompok. Diharapkan, penerapan model Jig-saw dengan media kalender bekas ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dipelajari. Berikut adalah gambar proses perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Fisika dengan model Kooperatif Jig-saw menggunakan kalender bekas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Limbah kertas merupakan salah satu permasalahan lingkungan dari proses kegiatan di kampus. Sebagai dosen di kampus Konservasi, hendaknya dapat memanfaatkan limbah menjadi hal yang bermanfaat.&nbsp; Dalam hal ini, limbah kertas seperti kalender bekas digunakan untuk mengimplementasikan model pembelajaran aktif bagi mahasiswa. Model yang dipilih adalah pembelajaran kooperatif tipe Jig-saw. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok asal, lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":16452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-16458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16458"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16462,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16458\/revisions\/16462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}