{"id":1558,"date":"2018-03-05T10:21:51","date_gmt":"2018-03-05T10:21:51","guid":{"rendered":"http:\/\/mipa.unnes.ac.id\/v2\/?p=1558"},"modified":"2018-03-05T10:21:51","modified_gmt":"2018-03-05T10:21:51","slug":"dosen-kimia-fmipa-doktor-pertama-pendidikan-ipa-pascasarjana-unnes-dengan-cumlaude-dan-bidang-kajian-keterampilan-generik-etnosains-dan-literasi-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/2018\/03\/05\/dosen-kimia-fmipa-doktor-pertama-pendidikan-ipa-pascasarjana-unnes-dengan-cumlaude-dan-bidang-kajian-keterampilan-generik-etnosains-dan-literasi-kimia\/","title":{"rendered":"Dosen Kimia FMIPA  Doktor  Pertama Pendidikan IPA Pascasarjana UNNES dengan Cumlaude dan bidang kajian Keterampilan Generik, Etnosains dan Literasi Kimia"},"content":{"rendered":"<p>Pada era\u00a0 disruption yaitu diera tidak menentu saat ini diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi \u00a0keterampilan berpikir generik sains, berpikir tingkat tinggi, baik keterampilann berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan koperatif, serta\u00a0 memiliki\u00a0 literasi sains\/kimia,\u00a0 digital dan data, tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan local bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan sepenggal latar belakang yang dipaparkan oleh saudara Promovenda Dr. Woro Sumarni, M.Si dosen jurusan kimia FMIPA UNNES pada ujian promosi doktor bidang Pendidikan prodi pendidikan IPA pada\u00a0 hari jumat, 02 Maret 2018 di Pasca Sarjana UNNES Semarang. \u00a0\u00a0Pada ujian promosi doktor tersebut sebagai ketua tim penguji adalah Bapak Rektor UNNES yang dalam hal ini digantikan oleh direktur Pascasarja UNNES Prof. Dr. H. Achmad Selamet, M.Si dengan tim penguji Prof. Dr. Liliasari, M.Pd dari UPI Bandung, Prof. Dr. Wahyu Hardyanto, M.Si, Prof. Dr. Trijoko Raharjo, M.Pd, Prof. Dr. Suprtono, M.S, Prof. Dr. Wiyanto, M.Si dan Prof. Dr. Sudarmin, M.Si.\u00a0 Pada ujian promosi Doktor tersebut, saudara Dr. Woro Sumarni, M.Si telah menyampaikan beberapa hasil temuannya yang berkaitan pembelajaran Kimia dalam Kehidupan Berbasis Proyek terintegrasi Keterampilan Generik Sains, Etnosains, dan Literasi Kimia bagi Calon Guru mulai dari latar belakang masalah, permasalahan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan , dan implikasinya.<br \/>\nPromotor dan kopromotor untuk disertasi saudara promovenda Dra. Woro Sumarni, M.Si adalah \u00a0Prof. Dr. Sudarmin, M.Si, Prof. Dr. Wiyanto, M.Si, dan\u00a0 Prof. Dr. Supartono, M.S yang ketiganya memiliki kepakaran bidang Kependidikan dan keguruan dan bidang Kimia, sehingga dapat memberikan saran dan pembimbingan sangat baik sesuai kepakarannya. Pada disertasi ini telah menghasilkan 6 artikel terindeks scopus dan Eric baik dalam jurnal TUSED, JPII, ERIC, dan IOP; sehingga bapak Direktur dan wakil direktur kademik\u00a0 Pascasarjana mengapresiasi akan kehebatan promovenda Woro Sumarni. Pada akhir sidang promotor menyampaikan kesan dan pesan yang diantaranya kesan promotor adalah Saudara Promovenda adalah orang yang rajin, cerdas, tanggung jawab, dan cinta akan bidang keilmuan; serta sangat berperan dalam penyiapan borang dan dokumen akreditasi prodi S3 IPA Pasca sarjana UNNES.\u00a0 Sedangkan pesannya adalah saudara promovenda harus tetap belajar dan mengasah keilmuan, tawaduk, dan segera mengurus professor pada waktunya nanti, maksimal tahun 2021.\u00a0\u00a0 Pada akhir pengumuman oleh Ketua Tim Penguji, maka saudara promenda lulus dengan predicate cumlaude sebagai doktor dalam bidang kajian keterampilan generic sains, etnosains, dan literasi sains.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada era\u00a0 disruption yaitu diera tidak menentu saat ini diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi \u00a0keterampilan berpikir generik sains, berpikir tingkat tinggi, baik keterampilann berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan koperatif, serta\u00a0 memiliki\u00a0 literasi sains\/kimia,\u00a0 digital dan data, tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan local bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan sepenggal latar belakang yang dipaparkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":1559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-1558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1558"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1558\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/mipa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}