Semarang — Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Gedung Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) Universitas Negeri Semarang pada Kamis, 12 Maret 2026. Pada hari tersebut berlangsung kegiatan puncak Khotmil Qur’an ke-5 yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UNNES Ke 61, Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai LPPP, pimpinan Pondok Pesantren Tsamrotul Hikmah, serta para santri yang turut memeriahkan suasana dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LPPP UNNES, Prof. Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai makna Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan mengangkat tema “Saling Berbagi atas Rezeki yang Diterima”, beliau menekankan bahwa setiap nikmat yang diterima hendaknya tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada sesama.
Menurut beliau, berbagi bukan sekadar memberikan materi, tetapi juga berbagi perhatian, empati, dan kepedulian. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari sifat serakah. Rezeki yang kita terima sejatinya mengandung hak orang lain. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menyucikan diri dan memperkuat nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan para santri Pondok Pesantren Tsamrotul Hikmah yang telah berkenan hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran para santri menambah nuansa religius yang semakin menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan LPPP UNNES.
Selanjutnya, Kyai Samroni menyampaikan tausiah bertema keimanan. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memperkuat keyakinan kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Ia menekankan bahwa keimanan bukan hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari—dalam kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama.
Kyai Samroni juga mengingatkan bahwa manusia sering kali diuji bukan hanya melalui kesulitan, tetapi juga melalui kelapangan rezeki. Oleh karena itu, iman yang kuat akan menuntun seseorang untuk tetap rendah hati, bersyukur, dan tidak terjebak dalam sikap tamak atau serakah.
Pada kesempatan ini Para Santri dan Pegawai LPPP melaksanakan pembacaan Al-Qur’an sesuai dengan pembagian juz yang dibuat. Suara merdu santri menggema di ruangan, menghadirkan suasana yang menenangkan hati serta mengingatkan seluruh hadirin akan keagungan firman Allah SWT.
Menjelang waktu berbuka, suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati buka puasa bersama. Hidangan yang tersaji begitu istimewa dan lengkap, mulai dari aneka takjil yang menyegarkan hingga sajian utama yang menggugah selera. Kebersamaan dalam berbuka menjadi simbol kehangatan dan persaudaraan di antara keluarga besar LPPP UNNES serta tamu undangan dari Pondok Pesantren Tsamrotul Hikmah.
Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah yang semakin meneguhkan nuansa spiritual malam Ramadan. Kebersamaan dalam ibadah tersebut mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang kuat di antara seluruh peserta.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sholat Tarawih berjamaah yang diimami oleh Saudara Teguh Purnomo, S.Pd.I. Suara imam yang khusyuk memimpin sholat menghadirkan ketenangan dan kedalaman spiritual bagi seluruh jamaah yang hadir.
Usai sholat Tarawih, acara dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Saiful Ridlo, M.Si. dengan tema Nuzulul Qur’an: Mengapa Al-Qur’an Diturunkan Secara Bertahap. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umat manusia. Proses bertahap tersebut memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan setiap ayat dengan lebih mendalam.
Beliau menambahkan bahwa turunnya Al-Qur’an secara bertahap juga menjadi metode pendidikan ilahi yang sangat bijaksana membimbing manusia menuju perubahan yang lebih baik secara perlahan namun pasti. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci untuk dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang menuntun manusia menuju kemuliaan akhlak dan kedalaman iman.
Melalui kegiatan Puncak Khotmil Qur’an ke-5 ini, LPPP UNNES tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan berbudaya damai. Semangat berbagi, kepedulian sosial, serta penguatan pendidikan moral dan spiritual sejalan dengan tujuan SDGs dalam menciptakan kehidupan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan bagi semua.





