Solo, 12-14 Februari 2025 — Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan rapat kerja (Raker) selama tiga hari (Kamis-Sabtu, 12-14 Februari 2025) di Solo. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi untuk pemantapan pelaksanaan program kerja 2026, sekaligus penguatan tata kelola melalui penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja.
Raker dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Semarang yang dalam hal ini diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt. yang menegaskan bahwa pengembangan pendidikan dan profesi di LPPP harus berorientasi pada capaian kinerja universitas yang terukur, berdampak pada mutu pembelajaran, dan memperkuat daya saing lulusan.
LPPP sebagai mesin mutu akademik: dorong efisiensi studi (AEE)
WR I menekankan pentingnya Angka Efisiensi Edukasi (AEE) sebagai indikator strategis yang berkaitan langsung dengan kualitas proses pembelajaran dan keberhasilan studi mahasiswa. LPPP diharapkan mengawal intervensi yang konkret dan berkelanjutan, antara lain melalui penguatan standar pembelajaran, pendampingan program studi, serta program pengembangan kompetensi dosen dan pengampu pembelajaran.
Penguatan pendidikan profesi: ekosistem kualitas dan daya saing
Arahan WR I juga menyoroti penguatan pendidikan profesi sebagai bagian dari ekosistem akademik yang menuntut layanan pembelajaran yang adaptif, relevan, dan berkualitas. Dalam konteks ini, peran LPPP menjadi krusial untuk memastikan desain pembelajaran, penjaminan mutu, serta pengembangan kapasitas akademik-profesional berjalan selaras dengan kebutuhan program dan profil lulusan.
Lulusan siap kerja dan profesional: tracer study, sertifikasi, dan penguatan karier
Untuk memperkuat outcome lulusan, WR I menegaskan agar program pengembangan pendidikan dan profesi ditautkan dengan penguatan kesiapan karier. Upaya yang ditekankan mencakup penguatan tracer study, perluasan kolaborasi dengan mitra industri dan instansi, serta pengembangan ekosistem sertifikasi dan layanan karier.
- Penguatan tracer study (sosialisasi, monitoring, dan peningkatan respon rate).
- Penguatan program magang/kerja praktik melalui kemitraan yang lebih luas.
- Fasilitasi sertifikasi kompetensi sesuai bidang dan kebutuhan dunia kerja.
- Pengembangan layanan konseling karier, uji minat-bakat, serta penguatan jejaring alumni dan mitra.
- Pelaksanaan forum/agenda karier (misalnya career expo) dan peningkatan kompetensi bahasa asing serta soft skills.
Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja: komitmen eksekusi program kerja 2026
Ketua LPPP UNNES Prof. Dr. Rodiyah, Spd., S.H., M.Si. dalam arahannya menegaskan bahwa Rapat Kerja ini bukan sekadar forum penyusunan program, melainkan momentum strategis untuk memastikan seluruh rencana kerja tahun 2026 benar-benar terimplementasi secara nyata, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan layanan akademik.
Dalam konteks pemantapan program kerja 2026, Ketua LPPP menekankan beberapa hal penting:
1. Fokus pada Program Prioritas dan Dampak Nyata
Setiap unit kerja diminta untuk menyusun program yang tidak hanya administratif, tetapi memiliki output dan outcome yang jelas, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan layanan mahasiswa, serta pencapaian indikator kinerja utama lembaga.
2. Sinkronisasi dan Kolaborasi Antarbidang
Ketua LPPP menggarisbawahi pentingnya integrasi antar pusat dan unit di lingkungan LPPP agar tidak terjadi tumpang tindih program. Kolaborasi lintas bidang harus diperkuat untuk menghasilkan program yang lebih efektif dan efisien.
3. Penguatan Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Setiap program kerja wajib dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang terukur serta mekanisme monitoring dan evaluasi berkala, sehingga pelaksanaan program dapat dikawal dan disempurnakan secara berkelanjutan.
4. Komitmen Kinerja melalui Pakta Integritas
Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen moral dan profesional seluruh jajaran LPPP untuk:
– Melaksanakan program kerja secara akuntabel dan transparan
– Menjaga integritas dalam setiap proses pelaksanaan kegiatan
– Mencapai target kinerja yang telah ditetapkan secara optimal
5. Budaya Kerja Profesional dan Adaptif
Ketua LPPP juga mengajak seluruh pegawai untuk membangun budaya kerja yang responsif terhadap perubahan, inovatif dalam pengembangan program, serta berorientasi pada pelayanan prima.
Sebagai penutup, Ketua LPPP menegaskan bahwa keberhasilan program kerja tahun 2026 sangat bergantung pada komitmen bersama, konsistensi pelaksanaan, dan kesungguhan dalam menjaga kualitas, sehingga LPPP dapat terus menjadi pilar utama dalam pengembangan pendidikan dan profesi di UNNES.
Melalui Raker LPPP UNNES di Solo menegaskan posisi LPPP sebagai simpul strategis pengembangan pendidikan dan profesi: mengawal mutu pembelajaran, memperkuat profesionalitas, serta memastikan capaian kinerja universitas bergerak lebih terukur.





